TANPA  LBP  Jokowi jadi patung.

On Mon, Mar 14, 2022 at 2:44 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

> Written by*Y79* <https://www.pinterpolitik.com/author/y79/>
> Sunday, March 13, 2022 22:17
> https://www.pinterpolitik.com/in-depth/luhut-kunci-kekuasaan-jokowi/
> Luhut ‘Kunci’ Kekuasaan Jokowi?
> [image: Luhut ‘Kunci’ Kekuasaan Jokowi?]
>
> *Sosok Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) menjadi perhatian utama dalam periode
> kedua pemerintahan Jokowi. Banyaknya posisi serta jabatan penting yang
> dipegang Luhut membuatnya mendapatkan julukan “menteri segala urusan”
> hingga “orang terdekat Jokowi”. Berangkat dari hal tersebut, benarkah bahwa
> seorang Luhut merupakan kunci dari kekuasaan Jokowi saat ini?*
> ------------------------------
>
> *PinterPolitik.com <https://www.pinterpolitik.com/>*
>
> *“Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a men’s
> character, give him power”.*
>
> *::Abraham Lincoln::*
>
> Belakangan ini sosok Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
> (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjadi sorotan, mulai dari isu
> penundaan Pemilu serentak 2024 hingga keputusannya menghapus syarat negatif
> PCR ataupun *rapid test* bagi pelaku perjalanan domestik menjadi
> pembicaraan arus utama pada sepekan ke belakang.
>
> Menko Marves disibukkan oleh dua pekerjaan utama yang diberikan kepadanya.
> Pekerjaan seperti mengurusi proyek kerja sama dan investasi asing bagi
> percepatan proyek pembangunan ibu kota negara baru dan menjadi Koordinator
> PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali menjadi tanggung jawab yang diemban
> Luhut saat ini.
>
> Bukan tanpa alasan, dua tugas Luhut tersebut menjadi fokus utama yang
> digiatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini di tengah pandemi
> COVID-19.
>
> Dilansir dari situs Menpan RB, terdapat 5 prioritas kerja Presiden di masa
> kedua kepemimpinannya. Dua di antaranya adalah percepatan pembangunan
> infrastruktur dan membuka keran investasi seluas-luasnya guna menambah
> lapangan kerja.
>
> Sejalan dengan itu, banyak proyek pemerintahan era Jokowi yang menjadi
> prioritas utama diamanatkan kepada Luhut. Sang Menko Marves seakan menjadi
> menteri dalam kabinet yang paling dipercaya oleh Jokowi.
>
> Menurut berbagai pihak, Luhut menjadi orang terdekat Jokowi yang memainkan
> peranan sentral dalam mengurusi berbagai program kerja, serta kebijakan
> strategis yang dicanangkan pemerintahan Jokowi.
>
> Tentu menjadi perhatian terkait kedekatan Jokowi dengan Luhut. Untuk itu,
> terdapat pertanyaan yang dapat diajukan, bagaimana asal-usul serta pengaruh
> kedekatan Luhut-Jokowi dalam konteks kekuasaan?
> [image: Luhut The Matrix]
> <https://sp-ao.shortpixel.ai/client/to_webp,q_lossless,ret_img,w_851,h_1024/https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/Luhut-The-Matrix-1-851x1024.jpg>
>  *Luhut
> dalam Relasi-Kekuasaan*
>
> Sosok Luhut Binsar Pandjaitan tentu bukanlah nama baru dalam catur
> perpolitikan nasional. Tokoh politik yang berlatarbelakang militer dengan
> lulusan terbaik akmil angkatan 1970 ini tidak hanya berkecimpung dalam
> dunia politik-pemerintahan, namun juga dalam bidang bisnis.
>
> Pasca non-aktif dari militer serta lengsernya Soeharto, Luhut ditarik ke
> dalam dunia pemerintahan. Awal karier Luhut dalam pemerintahan ditandai
> dengan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura selama setahun pada era
> Habibie. Setelah itu, Luhut diangkat menjadi Menteri Perindustrian dan
> Perdagangan di era Gus Dur.
>
> Setelah tidak menjabat sebagai menteri, Luhut mulai merintis bisnis dengan
> mendirikan PT Toba Sejahtera Group, yang bergerak di sektor pertambangan
> batu bara. Ia juga terjun ke dunia politik dan tercatat pernah bergabung
> dengan Partai Golkar – era kepemimpinan Akbar Tanjung – dan menjabat
> sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan.
> *Baca juga :  Jokowi: Persiapan Pemilu Harus Matang*
>
> <https://www.pinterpolitik.com/infografis/jokowi-persiapan-pemilu-harus-matang/>
>
> Menurut Aaron L Connelly dalam tulisannya *Indonesian Foreign Policy
> Under President Jokowi*, pertemuan Luhut dengan Jokowi terjadi pada tahun
> 2008. Saat itu, Luhut tengah mencari pihak yang dapat mengubah kayu mentah
> dari konsesi hutannya di Kalimantan menjadi produk jadi. Seorang kenalan
> kemudian memperkenalkannya dengan Jokowi, pengekspor furnitur yang baru
> terpilih sebagai Wali Kota Solo.
>
> Menurut Connelly, itu lah awal hubungan dekat keduanya. Sejak itu, Luhut
> disebut banyak membantu karier politik Jokowi.
>
> Hubungan Luhut-Jokowi terlihat intens setelah Jokowi maju bersama Jusuf
> Kalla (JK) pada Pilpres 2014. Menariknya, Luhut yang saat itu berposisi
> sebagai “orang Golkar” yang seharusnya mendukung pasangan Prabowo-Hatta,
> justru menaruh dukungan kepada Jokowi. Luhut juga masuk ke dalam daftar tim
> pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.
>
> Jokowi yang akhirnya keluar sebagai pemenang kala itu mengajak Luhut masuk
> ke dalam susunan pemerintahannya dan memberikan jabatan Kepala Staf
> Kepresidenan pada Desember 2014. Tidak lama berselang, ketika pengumuman
> *reshuffle* kabinet I kala itu, Luhut dipercayakan sebagai Menteri
> Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada
> 2015-2016.
>
> Pada *reshuffle* tahun 2016, Jokowi kembali mempercayakan posisi penting
> kepada Luhut, yaitu sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko
> Maritim) hingga 2019.
>
> Pada periode kedua, Jokowi semakin terlihat memberikan posisi penitng
> kepada Luhut. Mulai dari Menko Marves (2019-sekarang), jabatan *ad
> interim* sebagai Menteri Perhubungan dan juga Menteri Kelautan dan
> Perikanan, hingga berperan sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19
> dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
>
> Di tengah proyek pembangunan IKN, Luhut juga disebut menjadi orang
> kepercayaan Jokowi dalam mencari investasi asing, mulai dari Arab Saudi,
> UEA, hingga Tiongkok. Posisi-posisi strategis yang diisi oleh Luhut
> sekiranya menjadikan beliau sebagai seorang aktor politik-pemerintahan yang
> memiliki kekuasaan yang besar.
>
> Melihat konteks Luhut dalam pusaran pemerintahan Jokowi dapat dikaitkan
> dengan perspektif kekuasaan. Jika berkaca pada pemikir seperti Harold D.
> Laswell dan Abraham Kaplan, kekuasaan dapat berarti pola hubungan di mana
> seseorang dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah
> tujuan dari pihak pemberi kuasa.
>
> Akademisi politik lainnya, seperti Ramlan Surbakti juga melengkapi
> konsepsi terhadap kekuasaan. Surbakti dalam bukunya *Memahami Ilmu
> Politik* menyebutkan sumber kekuasaan pada umumnya dapat berupa ekonomi,
> jabatan, keahlian, status sosial, dan popularitas pribadi.
> [image: infografis klaim luhut soal tunda pemilu]
> <https://sp-ao.shortpixel.ai/client/to_webp,q_lossless,ret_img,w_922,h_1024/https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/infografis-Klaim-Luhut-Soal-Tunda-Pemilu-922x1024.jpg>
>
> Banyak akademisi politik yang mengatakan kekuasaan sejalan dengan
> pengaruh. Ketika seseorang berkuasa, ia secara tidak langsung dapat
> memberikan pengaruh kepada orang yang dituju. *Well*, apakah Luhut
> memiliki karakteristik minimal dari kekuasaan itu sendiri?
> *Baca juga :  Anwar Abbas: Jokowi Jangan Dijerumuskan!*
>
> <https://www.pinterpolitik.com/infografis/anwar-abbas-jokowi-jangan-dijerumuskan/>
>
> Berkaca pada rekam jejak seorang Luhut, ia dapat diklaim sebagai orang
> yang berkuasa. Kekuasaan yang ada pada Luhut tidak hanya bersifat formal –
> seperti jabatan menteri dan jabatan lain setingkat menteri – namun juga
> informal, yang berasal dari aspek sumber daya ekonomi dan kepemilikan
> bisnis.
>
> Muncul pertanyaan lanjutan, apakah terdapat maksud dan tujuan lain di
> balik kekuasaan yang diberikan Jokowi kepada Luhut?
> *Luhut is the Key?*
>
> Margaret Levi & Laura Stoker dalam tulisannya yang berjudul *Political
> Trust and Trustworthiness* menjelaskan bahwa suatu “kepercayaan” berada
> pada ikatan relasional. Ketika terdapat dorongan dari satu individu untuk
> memberikan atribut yang dapat dipercaya, ia berusaha meyakinkan calon
> pemberi kepercayaan bahwa ia tidak akan mengkhianati kepercayaan yang akan
> diberikan.
>
> Dengan demikian, dengan bertambahnya posisi yang diberikan Jokowi ke
> Luhut, mungkin dapat disimpulkan bahwa Luhut telah bekerja secara
> memuaskan. ini kemudian menjawab mengapa Luhut lagi yang diberikan
> kepercayaan pada proyek strategis yang akan menjadi *legacy* Jokowi.
>
> Jokowi dan Luhut juga terlihat memiliki persepsi yang mana, di mana ini
> terlihat pada *Omnibus Law* UU Ciptaker yang disahkan pada 2020 silam.
> Keduanya sepakat UU Ciptaker akan mendorong efisiensi regulasi, serta
> menyederhanakan aturan yang dinilai tumpang tindih. Luhut mengklaim, UU
> tersebut akan menjawab keraguan para investor ketika ingin menanamkan modal
> di Indonesia.
>
> Kemudian, pada pembangunan IKN di Kalimantan Timur, Luhut menjadi orang
> yang diutus oleh Jokowi untuk melobi investor asing guna berkontribusi di
> dalam proyek pembangunan tersebut. Disebutkan, Luhut turun tangan dalam
> melakukan hubungan kerja sama dan negosiasi ke Uni Emirat Arab hingga Arab
> Saudi guna mencari pendaaan bagi pembangunan IKN Baru.
>
> Dengan banyaknya posisi dan tugas yang dijalankan Luhut dinilai sebagai
> bentuk kepuasan Jokowi terhadapnya. Seperti yang dikatakan pakar komunikasi
> politik Universitas Paramadina Hendri Satrio (Hensat), Luhut memiliki
> kapabilitas lebih dalam konteks ide dan pemikiran ketimbang menteri yang
> lainnya. Hesat menilai, ketika Luhut diberikan tugas tambahan oleh Jokowi,
> hal itu merupakan salah satu bentuk kepercayaan Jokowi kepadanya.
>
> Dapat kita lihat bahwa posisi Luhut sampai saat ini vital dalam
> pemerintahan Jokowi. Masih tersisa dua tahun lagi bagi Jokowi dalam
> mengakhiri masa jabatannya. Apakah kepercayaan terhadap Luhut dalam pusaran
> kekuasaan Jokowi akan bertahan sampai akhir periode?
>
> *Well*, menarik untuk melihat kelanjutan fenomena hubungan “dua sekawan”
> tersebut. (Y79)
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D7E5994F332641FE952C8B414B708513%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D7E5994F332641FE952C8B414B708513%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ACSwcfvBHfRV9%3Dp5G51fxbxSGzWrt3R_sD1SM6-hBBAg%40mail.gmail.com.

Reply via email to