Serangan Balik Putin ke Paman Sam yang Tak Kalah Kejam
Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Mar 2022 05:41 WIB

Ilustrasi: Presiden Rusia, Vladimir Putin (DW News)
Jakarta - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi ke Rusia karena serangan 
militer ke Ukraina. Putin kemudian balik menyerang AS, lewat aksi non-militer 
tentu saja. Namun, serangan balik Presiden Rusia Vladimir Putin tak kalah kejam 
dengan sanksi Paman Sam.
Dilansir Reuters, Sabtu (12/3) lalu, negara-negara Barat sekutu AS telah 
menjatuhkan sanksi ke sejumlah pejabat Rusia. Ini membuat Rusia tambah 'berat' 
saja bila tidak menghentikan serangan ke Ukraina.

Baca juga:
Penerbangan Jepang-London Terpaksa Melipir Kutub Utara untuk Hindari Rusia

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi ke Rusia pada Jumat (11/3) waktu 
setempat. Ada 10 orang dari Bank VTB, peminjam terbesar kedua di Rusia, juga 
sanksi ke 12 anggota Duma atau majelis rendah pada parlemen Rusia.



"Departemen Keuangan terus meminta pertanggungjawaban para pejabat Rusia karena 
mengizinkan perang (Presiden Rusia Vladimir) Putin yang tidak bisa dibenarkan 
dan tak beralasan," tegas Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam pernyataannya.

Baca juga:
Gempuran Rusia Kian Intens di Ibu Kota Ukraina, Warga Dilarang Keluar Rumah

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, telah dikenai sanksi AS sejak 3 Maret lalu. 
Dalam pengumumannya, AS menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap istri Peskov 
dan dua anaknya yang sudah dewasa.


Selanjutnya, orang-orang terkemuka Rusia kena sanksi:


Simak Video 'Biden Juluki Putin Penjahat Perang':





Empat anggota dewan Novikombank, termasuk Ketuanya Elena Georgieva, dan ABR 
Management dan empat anggota dewannya, termasuk Direktur Bank Rossiya Dmitri 
Lebedev dan Wakil Gubernur St Petersburg Vladimir Knyaginin juga dikenai sanksi.

Pada pertengahan Februari lalu, majelis rendah pada parlemen Rusia memvoting 
untuk meminta Putin mengakui dua wilayah separatis Ukraina sebagai negara 
merdeka.

Ketua majelis rendah parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin, dan 11 anggotanya 
ditambahkan ke dalam daftar sanksi pada Jumat (11/3) waktu setempat.

Baca juga:
Rusia Balas Sanksi Joe Biden dkk, Pejabat AS: Kita Tak Akan Pergi ke Rusia!

Inggris (sekutu AS) juga memberi sanksi ke pihak Rusia. Ada 386 anggota 
parlemen Rusia yang kena sanksi dilarang masuk Inggris, aset mereka juga 
dibekukan. Kamis (10/3), aset pemilik klub sepakboleh Chelsea, Roman 
Abramovich, sudah kena sanksi Barat.


Ilustrasi Rusia (AP Photo/Pavel Golovkin, File)

Selanjutnya, serangan balik Rusia:

Serangan balik Rusia
Tak mau kalah, Rusia menjatuhkan sanksi terhadap serangkaian pejabat tinggi 
Amerika Serikat (AS) menyusul sanksi terhadap para pejabat dan pengusaha mereka 
terkait invasi ke Ukraina. Di antara pejabat AS yang diberi sanksi Rusia, 
terdapat Presiden Joe Biden dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hillary 
Clinton.

Seperti dilansir CNN, Rabu (16/3/2022), Menurut pernyataan yang dirilis 
Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (15/3) waktu setempat, pemerintah 
Rusia menambahkan sejumlah individu ke dalam 'stop list' atau larangan masuk ke 
wilayah Rusia.

Baca juga:
Tak Seperti McDonald's, Restoran Pizza Papa John's di Rusia Tetap Beroperasi

Para individu itu terdiri atas Biden, kemudian Menlu Antony Blinken, Menteri 
Pertahanan Lloyd Austin, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley, 
penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, Direktur CIA William Burns, 
Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, wakil penasihat keamanan nasional AS 
Daleep Singh, Direktur USAID Samantha Power, Wakil Menteri Keuangan Adewale 
Adeyemo, dan Presiden Bank Ekspor-Impor AS Reta Jo Lewis.

Beberapa individu non-pejabat pemerintahan AS saat ini juga dimasukkan ke dalam 
daftar tersebut, antara lain putra Biden, Hunter Biden, dan mantan Menlu AS 
Hillary Clinton.

Baca juga:
Putin Membalas, Biden dan Jajaran Pejabat AS Kena Sanksi!

Langkah penjatuhan sanksi oleh Rusia ini sebagian besar dinilai simbolis, 
karena tampaknya sangat tidak mungkin bagi Biden dan jajaran pemerintahannya 
untuk bepergian ke Rusia dalam waktu dekat. Terlebih AS dan sekutu-sekutunya 
tengah mengambil langkah-langkah untuk menghukum Putin dan para elite 
pemerintahannya karena menginvasi Ukraina.

Biden dan pemerintahannya telah mengesampingkan kemungkinan pertemuan langsung 
dengan Putin. AS bahkan mempertanyakan apakah Putin sungguh-sungguh tertarik 
pada solusi diplomatik untuk perang di Ukraina.


Presiden AS Joe Biden (AP Photo)

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut sanksi-sanksi itu merupakan 
'konsekuensi yang tidak terhindarkan untuk langkah sangat Russofobia yang 
diambil pemerintahan AS saat ini, yang merupakan upaya putus asa mempertahankan 
hegemoni Amerika, yang mengandalkan, menghilangkan semua kesopanan, pada 
pembatasan frontal Rusia'.

Pemerintah Rusia menyatakan lebih banyak sanksi akan diumumkan, dengan daftar 
hitam itu diperkirakan semakin panjang dengan menyertakan 'para pejabat tinggi 
AS, pejabat militer, anggota parlemen, pengusaha, pakar dan orang-orang media 
yang Russofobia atau berkontribusi dalam menghasut kebencian pada Rusia.

Ditambahkan juga Kementerian Luar Negeri Rusia bahwa pemerintah Rusia 'tidak 
menolak untuk mempertahankan hubungan resmi jika memenuhi kepentingan nasional 
kami, dan jika diperlukan, akan menyelesaikan masalah yang timbul dari status 
orang-orang yang masuk dalam daftar hitam demi mengatur kontak tingkat tinggi'.

(dnu/dnu)

Baca artikel detiknews, "Serangan Balik Putin ke Paman Sam yang Tak Kalah 
Kejam" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-5986928/serangan-balik-putin-ke-paman-sam-yang-tak-kalah-kejam.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BB714CF622FA4526881C6C3E718DB077%40A10Live.

Reply via email to