Kemenlu Tiongkok: 
Kunci Penyelesaian Krisis Ukraina Berada di Tangan AS dan NATO
2022-03-18 12:53:28    
https://indonesian.cri.cn/2022/03/18/ARTI2YaR9pj9tYMy4pBU8bNl220318.shtml?spm=C77783.PmN9xF4e5AAS.EGdOvrGeKwm1.13

Menanggapi tudingan Menteri Luar Negeri AS Blinken terhadap Tiongkok yang tidak 
mengecam aksi militer Rusia belakangan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri 
Tiongkok Zhao Lijian pada hari Kamis kemarin (17/03) menyatakan, opini terkait 
pihak AS adalah fitnahan terhadap Tiongkok, sepenuhnya mengungkapkan pikiran 
Perang Dingin dan konfrontasi kelompok AS, opini serupa sama sekali tidak 
bermanfaat bagi penyelesaian masalah, maka Tiongkok menentang tegas hal 
tersebut. Ditunjukkannya bahwa kunci penyelesaian krisis Ukraina kini berada di 
tangan AS dan NATO.




Zhao Lijian menyatakan, kebijakan pemerintah AS mengenai ekspansi NATO ke timur 
mempunyai hubungan langsung dengan terjadinya krisis Ukraina saat ini.

Zhao Lijian menyatakan, Tiongkok berharap agar AS dapat sungguh-sungguh bersama 
dengan mayoritas negera berkembang di dunia, berpihak di sisi perdamaian dan 
keadilan dan mendorong peredaan situasi Ukraina sedini mungkin.


Wang Yi: SCO Hendaknya Mainkan Peranan yang Lebih Aktif
2022-03-18 12:50:07  



Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam 
pertemuannya dengan Sekjen Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) Zhang Ming di 
Beijing hari Kamis kemarin (17/03) menyatakan, menghadapi sejumlah dampak dari 
krisis Ukraina, sebagai organisasi internasional dengan wilayah terluas dan 
populasi terbanyak, SCO hendaknya memainkan peranan yang lebih aktif di bidang 
pemeliharaan keamanan dan kestabilan regional bahkan dunia.

Wang Yi mengucapkan selamat kepada Zhang Ming yang baru memangku jabatannya dan 
menyatakan bahwa sebagai negara tuan rumah, Tiongkok akan selalu mendukung 
pekerjaan Sekjen dan Sekretariat SCO seperti waktu yang sudah-sudah.




Wang Yi menunjukkan, kini dunia memasuki periode perubahan yang bergejolak, 
lingkungan keamanan dan perkembangan yang dihadapi manusia kompleks dan serius. 
SCO hendaknya mengembangkan “Semangat Shanghai”, memperdalam solidaritas dan 
koordiansi antar   anggotanya, meningkatkan saling dukungan, dengan aktif 
mempraktikkan pandangan keamanan yang bersama, komprehensif, bekerja sama dan 
berkelanjutan untuk memelihara kestabilan dan keamanan regional, dengan tegas 
menentang munculnya kembali pikiran Perang Dingin dan menciptakan konfrontasi 
kelompok, dengan tegas menentang sanksi unilateral yang ilegal, menghormati 
asas tujuan dan prinsip piagam PBB demi membela keadilan internasional.



 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F441E322DF0F4BFA81B33D5A6C274F57%40A10Live.

Reply via email to