Written byA43Monday, March 21, 2022 16:00
Luhut Butuh Sosok “Steve 
Jobs”?https://www.pinterpolitik.com/celoteh/luhut-butuh-sosok-steve-jobs/
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut 
Binsar Pandjaitan mengeluhkan rumitnya sistem One Single Submission (OSS) yang 
digunakan untuk mengajukan permohonan izin usaha dan bisnis. Saking rumitnya, 
Luhut yakin Bill Gates dan Steve Jobs (bila dibangitkan) tidak akan bisa 
menyelesaikannya.


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

“Ini saya sudah mendaftarkan pengajuan izin untuk bisnis, tapi kok sampai 
sekarang masih belum selesai-selesai ya prosesnya?” dengar Lihit memasuki 
ruangan operator sebuah sistem yang dikenal sebagai One Single Submission 
(OSS). Tentu saja, bagi Lihit yang mengurusi persoalan investasi di negeri 
Nusantara dalam alternate universe Bumi-45, ini merupakan persoalan serius.

Lihit akhirnya melakukan berbagai cara yang memungkinkan agar bisa 
menyelesaikan persoalan OSS ini. Namun, ia tidak juga berhasil memperbaiki 
persoalan OSS yang sangat rumit ini.

Dengan pilihan yang sulit, Lihit pun mendatangi Orochimaru yang terkenal 
sebagai sannin yang mampu menjalankan jurus edo tensei – membangkitkan mereka 
yang telah mati. Bagi Lihit, menemui orang-orang yang jenius di bidang 
teknologi merupakan salah satu solusi yang pasti. 

Siapa tahu, dari situ, bisa terjadi transfer teknologi ke masyarakat negeri 
Nusantara? Bukan begitu?

Singkat cerita, Orochimaru pun setuju untuk membantu Lihit. Sambil ditemani 
oleh Bill Gerbang, Lihit pun menyaksikan kebangkitan sejumlah pakar teknologi 
yang sudah meninggal, seperti Steve Pekerjaan dan Alan Touring.

Steve: Hah? Di mana aku? 

Alan: Iya. Di mana ini? 

Orochimaru: Kalian ada di gua markasku. Di sini, ada pria yang ingin meminta 
bantuan kalian.

Lihit: Halo, bapak-bapak sekalian. Boleh minta waktunya sebentar untuk saya 
jelaskan?

 
Steve: Oh, tidak usah, Pak. Saya udah punya…

Bill: Hush! Ini bukan mbak-mbak yang mau jelasin produk kartu bank.

Steve: Bill? Apakah itu kau?
Alan: Oh, bukan ya? Tapi, saya bisa merasakan ada persoalan yang mendalam di 
balik bapak ini.

Lihit: Benar, Pak Alan. Saya butuh bantuan bapak-bapak sekalian untuk 
memecahkan persoalan OSS. 

Steve: Pakai MacOS saja, Pak. Lebih simple dan user–focused.

Bill: Yeeh, bagusan Windows lah. Lagipula, bukan OS yang itu yang dimaksud.

Alan: Mungkin, persoalannya harus dipecahkan dulu teka-tekinya. Saya butuh 
komputer Enigma saya. Dengan mesin itu, saya bisa membantu Inggris buat menang 
Perang Dunia II lho.

Steve: Hmm, tua juga ya bapak ini.

Alan: Itu logo Apple terinspirasi dari apel yang saya makan, kan? Jangan sok 
gitu lah.

Lihit: Sudah, sudah. Saya sudah bisa merasakan kalau kalian juga nggak bakal 
bisa menyelesaikan persoalan OSS ini. Lagipula, kami sudah punya solusi lain, 
yakni Ciptaker.

Bill, Steve, & Alan: Hah? Apa itu Ciptaker? Apakah teknologi itu lebih mutakhir 
dibandingkan Enigma, Mac, atau Windows PC?

Lihit: Wah, canggih itu. Sampai-sampai itu dibilang sapu jagat. Apapun bisa 
disapu.

The End.

(A43)


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BD664B1F36204407814151EA5C8FBE94%40A10Live.

Reply via email to