Kemenlu Perkenalkan Pertemuan Wang Yi dengan Menlu Tiga Negara Afrika
2022-03-22 10:46:49  
https://indonesian.cri.cn/2022/03/22/ARTInMhFVbaRvAiKuEh36CTM220322.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.9



Jubir Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin kemarin (21/3) 
memperkenalkan isi pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi 
dengan Menlu Zambia, Menlu Aljazair dan Menlu Tanzania. 

Dinyatakan, Menlu Tiongkok dan ketiga menlu tersebut semua berpendapat bahwa 
dampak krisis Ukraina kepada situasi Eropa sedang meluas ke seluruh dunia, tapi 
dunia ini sangat besar, masalah yang ada juga sangat banyak, apalagi Benua 
Afrika tidak seharusnya dilupakan, tidak seharusnya disisihkan, juga tidak 
seharusnya menjadi korban.



Wang Wenbin mengatakan, Tiongkok dan ketiga negara ini telah mencapai banyak 
kesepakatan mengenai peningkatan penanggulangan wabah virus Corona dan kerja 
sama pengobatan, pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan, bantuan terhadap 
revitalisasi Afrika, pendorongan proses demokrasi hubungan internasional, serta 
peningkatan koordinasi dan kerja sama dalam menangani urusan internasional dan 
regional, kedua pihak telah memperdalam persahabatan tradisional dan kerja sama 
pragmatis.




Wang Wenbin juga memperkenalkan pendirian Menlu Wang Yi dalam jumpa pers dengan 
Menlu Aljazair mengenai situasi Ukraina, ia menunjukkan bahwa berkembangnya 
masalah Ukraina menjadi seperti situasi seperti saat ini diakibatkan oleh 
berbagai faktor dan ledakan konflik yang telah tertimbun selama bertahun-tahun, 
sumbernya adalah masalah keamanan Eropa, tindakan ekspansi tanpa batas yang 
diambil NATO perlu diintrospeksi kembali. 

Dilihat dari jangka panjang, berdasarkan prinsip keamanan tak terpisahkan, 
saling menghormati keprihatinan rasional satu sama lain, serta melalui dialog 
dan negosiasi, berbagai pihak Eropa harus membangun kerangka keamanan regional 
yang seimbang, efektif dan berkelanjutan.






Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin memberikan tanggapan 
atas perkataan Perdana Menteri Inggris yang mendesak Tiongkok untuk bersama 
negara lainnya mengecam aksi militer Rusia terhadap Ukraina. 

Di depan jumpa pers rutin hari Senin kemarin (21/3), Wang Wenbin menekankan, 
Tiongkok selalu berpendirian objektif dan adil dalam masalah Ukraina. Tiongkok 
selalu berupaya demi perdamaian, dan akan terus memainkan peranan yang 
konstruktif. 


Wang Wenbin mengatakan, ketika mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden 
Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Tiongkok Xi Jinping menunjukkan, Tiongkok 
tidak ingin melihat situasi Ukraina berkembang sampai tahap ini. Tiongkok 
senantiasa mendukung perdamaian dan menentang peperangan. Tiongkok senantiasa 
bertolak dari fakta dan kenyataan, mengeluarkan keputusan secara mandiri, 
menganjurkan untuk memelihara hukum internasional dan prinsip hubungan 
internasional yang diakui secara umum, bertindak berdasarkan Piagam PBB, 
menjunjung konsep keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan 
berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut merupakan dasar bagi Tiongkok menangani 
krisis Ukraina. 

“Presiden Xi menekankan, semakin situasi rumit, semakin kita perlu tetap tenang 
dan bijaksana. Dalam keadaan apapun, kita harus menunjukkan keberanian politik, 
menciptakan ruangan bagi perdamaian dan memberikan kesempatan bagi penyelesaian 
masalah secara politik. Kuncinya ialah, pihak terkait harus menunjukkan 
keinginan politik, berdasarkan situasi sekarang, berorientasi pada masa depan, 
mencari cara penyelesaian yang baik, pihak lainnya juga dapat dan wajib 
menciptakan kondisi untuk hal ini. 

Hal paling urgen dewasa ini ialah, meneruskan dialog dan perundingan, 
menghindari korban sipil, mencegah terjadinya krisis kemanusiaan, dan 
selekasnya mewujudkan gencatan senjata. Hubungan jangka panjang antar berbagai 
negara dapat terwujud jika negara-negara besar saling menghormati, 
mengesampingkan mentalitas perang dingin, tidak melakukan konfrontasi antar 
kubu yang berbeda, serta membentuk kerangka keamanan global dan kawasan yang 
seimbang, efektif dan berkelanjutan secara bertahap. ”


Wang Wenbin menyatakan, Tiongkok sudah mengajukan 6 butir usulan terkait 
situasi kemanusiaan Ukraina, dan menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina 
dan negara lain yang terdampak. Berbagai pihak hendaknya bersama-sama mendukung 
dialog dan perundingan Rusia-Ukraina agar mencapai hasil dan mewujudkan 
perundingan. AS dan NATO juga harus berdialog dengan Rusia, menyelesaikan 
masalah krusial krisis Ukraina serta menyelesaikan masalah keamanan Rusia dan 
Ukraina. 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2095EA458D2244D29D11662E41F7A3E9%40A10Live.

Reply via email to