https://mediaindonesia.com/humaniora/481063/studi-konsumsi-pemanis-buatan-terkait-dengan-risiko-kanker



Sabtu 26 Maret 2022, 21:38 WIB 

Studi: Konsumsi Pemanis Buatan terkait dengan Risiko Kanker 

Mediaindonesia.com | Humaniora

   Studi: Konsumsi Pemanis Buatan terkait dengan Risiko Kanker AFP/Mohd 
Rasfan. Pekerja sedang mendinginkan kopi hitam yang sudah dimaniskan sebelumnya 
di Pabrik Kopi Antong di Taiping di negara bagian Perak, Malaysia. MENGONSUMSI 
pemanis buatan dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Satu studi skala besar 
menyimpulkan hal itu pada Kamis (26/3). Namun para ahli yang tidak terlibat 
dalam penelitian itu mengatakan hal tersebut tidak cukup bukti untuk 
mempertimbangkan mengubah saran kesehatan saat ini. Pemanis dikonsumsi oleh 
jutaan orang setiap hari dalam produk seperti soda diet--sebagian cara untuk 
menghindari penambahan berat badan dari gula--tetapi seberapa sehat pengganti 
ini telah lama menjadi kontroversi. Untuk menilai risiko kanker dari pemanis, 
para peneliti menganalisis data lebih dari 100.000 orang di Prancis yang 
melaporkan sendiri pola makan, gaya hidup, dan riwayat medis mereka dalam 
interval antara 2009-2021 sebagai bagian dari studi NutriNet-Sante. Mereka 
kemudian membandingkan konsumsi dengan tingkat kanker, sambil menyesuaikan 
variabel lain seperti merokok, pola makan yang buruk, usia dan aktivitas fisik. 
Para peserta yang mengonsumsi pemanis dalam jumlah terbesar, "Di luar jumlah 
rata-rata, memiliki peningkatan risiko kanker 13% dibandingkan dengan 
nonkonsumen," ujar Mathilde Touvier, direktur penelitian di institut Inserm 
Prancis dan pengawas studi tersebut, mengatakan kepada AFP. Studi yang 
diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine mengatakan bahwa risiko kanker yang 
lebih tinggi terutama terlihat dengan pemanis aspartam dan acesulfame 
potassium. Keduanya digunakan dalam banyak minuman ringan termasuk Coke Zero. 
Dari 103.000 peserta, 79% ialah perempuan dan 37% mengonsumsi pemanis buatan. 
Minuman ringan menyumbang lebih dari setengah pemanis buatan yang dikonsumsi 
dan pemanis tabble-top mewakili 29%. Studi ini menemukan bahwa risiko yang 
lebih tinggi diamati untuk kanker payudara dan kanker terkait obesitas. Touvier 
mengatakan, "Kami tidak dapat sepenuhnya mengecualikan bias yang terkait dengan 
gaya hidup konsumen." Ia menyerukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi 
hasil penelitian. Institut Kanker Nasional AS dan Penelitian Kanker Inggris 
mengatakan bahwa pemanis tidak menyebabkan kanker. Pemanis telah diizinkan 
untuk digunakan oleh Otoritas Keamanan Makanan Eropa. Tidak terbukti "Hubungan 
antara konsumsi pemanis buatan dan risiko kanker masih kontroversial. Ini 
kembali ke 1970-an ketika siklamat (pemanis) dilarang karena terkait dengan 
kanker kandung kemih pada tikus, meskipun ini tidak pernah terbukti terjadi 
pada manusia," kata James Brown, seorang ilmuwan biomedis di Universitas Aston 
Inggris. Brown, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan 
kepada AFP bahwa itu, "Dirancang dengan cukup baik dan memiliki ukuran sampel 
yang mengesankan." Akan tetapi dia menambahkan dia tidak percaya penelitian 
saat ini memberikan bukti yang cukup kuat untuk Layanan Kesehatan Nasional 
Inggris mengubah izinnya dulu. Michael Jones dari The Institute of Cancer 
Research, London, mengatakan bahwa hubungan yang dilaporkan dalam penelitian 
itu tidak menyiratkan sebab-akibat dan bukan bukti bahwa pemanis buatan 
menyebabkan kanker. Dia mengatakan temuan itu dapat menunjukkan bahwa risiko 
kanker dapat meningkat pada tipe orang yang menggunakan pemanis buatan daripada 
pemanis itu sendiri. Temuan Kamis itu juga tidak berarti konsumen dapat kembali 
ke minuman manis. Studi NutriNet-Sante 2019 menemukan bahwa minuman manis juga 
terkait dengan risiko beberapa jenis kanker yang lebih tinggi. Baca juga: 
Vaksinasi Covid-19 Keempat Berikan Sedikit Manfaat terhadap Infeksi Omikron 
Brown mengatakan bahwa tidak semua pemanis sama. Beberapa seperti stevia 
menunjukkan manfaat kesehatan. Pemanis buatan, "Mungkin masih merupakan alat 
yang berguna untuk membantu mengurangi penambahan berat badan saat mengganti 
gula jika pemanis yang tepat digunakan," katanya. (OL-14)   TAGS: # Kesehatan 
# Kanker # Studi # penelitian # Peneliti # pemanis buatan

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/humaniora/481063/studi-konsumsi-pemanis-buatan-terkait-dengan-risiko-kanker







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220326225822.bbe1f7e33cdd60e91b82c949%40upcmail.nl.

Reply via email to