Apakah kaleng-kaleng itu artinya sama dengan "tong kosong"?

On Sun, Mar 27, 2022 at 4:10 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

> DIPLOMAT KALENG-KALENG…!
> Dr. Connie Rahakundini: Soal Rusia, Mengapa Tidak Abstain Di PBB? Siapa
> Pembisiknya?
> <https://bergelora.com/author/redaksi/>
> By*Tim Redaksi* <https://bergelora.com/author/redaksi/>
>
> https://bergelora.com/diplomat-kaleng-kaleng-dr-connie-rahakundini-soal-rusia-mengapa-tidak-abstain-di-pbb-siapa-pembisiknya/
> 26 Maret 2022
> 0
> <https://bergelora.com/diplomat-kaleng-kaleng-dr-connie-rahakundini-soal-rusia-mengapa-tidak-abstain-di-pbb-siapa-pembisiknya/#respond>
>
> <https://bergelora.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220301_180231.jpg>Connie
> Rahakundini Bakrie. (Ist)
>
> JAKARTA – Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie
> mengingatkan supaya Indonesia harus lebih berhati-hati dalam melihat
> konflik Rusia Vs Ukraina, agar tidak terjebak dan terjerumus pusaran
> konflik yang diciptakan Amerika Serikat (AS) dan NATO.
>
> “Di mata saya, Rusia tidak melakukan aneksasi atau invasi, juga tidak
> merancang untuk menduduki atau merebut Ukraina. Ini hanya hegemoni Amerika
> Serikat (AS) dan NATO saja,” kata Connie Rahakundini dihubungi, Kamis
> (10/3/2022).
>
> Berbagai macam sanksi yang tidak masuk akal kepada Rusia, menurut dia,
> justru akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin semakin berani dan gila.
> Karena Putin mengetahui kelemahan kekuatan AS, Uni Eropa dan NATO, termasuk
> dalam berdiplomasi.
>
> “Harusnya kita abstain, siapa sih yang ngomongin kita tidak mesti abstain.
> Siapa pembisiknya harus diungkap, karena saya terlibat di Kemenlu soal
> pembicaraan perjanjian strategis dengan Rusia,” ungkapnya.
>
> Connie menilai jika Indonesia belum dimasukkan oleh Putin sebagai negara
> yang tidak bersahabat dengan Rusia, tinggal menunggu waktu saja.
>
> “Harusnya kita abstain, bukan mendukung resolusi Majelis Umum PBB. Kalau
> sekarang kita belum masuk negara listnya Rusia, itu karena belum saja
> menurut saya,” katanya.
>
> Sebagai negara yang menggagas berdirinya Gerakan Non Blok, Indonesia
> seharusnya harusnya meniru politik diplomasi yang dilakukan oleh Presiden
> RI pertama Soekarno, yang menggabungkan negara-negara di PBB untuk
> mengimbangi politik besar blok.
>
> “Indonesia harusnya tampil secara diplomatik, bukan ikut-ikutan seperti
> sekarang. Bung Karno jadi besar, karena kemampuan diplomasinya. Bung Karno
> sudah mengingatkan, PBB harus adil. Ketika PBB tidak adil, semua ide besar,
> ide mulia hilang. Makanya saya setuju PBB harus direformasi,” ujarnya.
>
> Indonesia Tidak Netral
>
> Kepada Bergelora.com dilaporkan sementara itu, di tengah desakan Rusia dan
> China agar Indonesia bersikap netral terkait perang di Ukraina, pemerintah
> justru mengambil sikap berseberangan.
>
> Pada Kamis (24/3) waktu New York, Amerika Serikat, Indonesia menjadi salah
> satu negara yang mendukung resolusi Majelis Umum PBB mengenai situasi
> kemanusiaan di Ukraina.
>
> “Resolusi dengan judul ‘Humanitarian Consequences of the Aggression
> against Ukraine’ diadopsi melalui pemungutan suara dan memperoleh dukungan
> dari 140 negara, termasuk Indonesia,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New
> York Duta Besar Arrmanatha Nasir seperti dilansir Antara, Jumat (25/3).
>
> “Melalui resolusi ini, anggota PBB menyatakan keprihatinannya dan
> mendorong agar segera diambil aksi untuk atasi masalah kemanusiaan di
> Ukraina dan sekitarnya,” lanjutnya.
>
> Menurut dia, resolusi itu merupakan resolusi pertama mengenai situasi
> kemanusiaan di Ukraina yang berhasil diadopsi di PBB, yang bertujuan untuk
> menanggapi kondisi yang semakin memburuk di lapangan.
>
> “Situasi kemanusiaan di Ukraina dalam beberapa minggu terakhir terus
> memburuk. Jumlah pengungsi sudah melampaui tiga juta orang dalam satu bulan
> terakhir. Berbagai infrastruktur umum telah rusak,” ujar Arrmanatha.
>
> Dia menyebutkan bahwa resolusi tersebut dirumuskan bersama oleh Ukraina,
> Prancis, Meksiko dan sejumlah negara yang sepemikiran dari berbagai
> kawasan. Indonesia pun terlibat aktif dalam pembahasan resolusi itu.
>
> “Indonesia memberikan berbagai masukan substansi yang konstruktif, guna
> memastikan segera dilakukannya deeskalasi konflik, dijaminnya akses bantuan
> kemanusiaan, dijaminnya perjalanan yang aman dan evakuasi bagi warga sipil,
> mendorong negosiasi dan dialog untuk selesaikan konflik,” katanya.
>
> Pemerintah Indonesia akhirnya memilih mengabaikan desakan China dan Rusia
> terkait perang di Ukraina.
>
> Dubes Arrmanatha juga menekankan bahwa dalam hal ini tujuan Indonesia
> hanya satu, yakni memastikan masyarakat internasional dapat segera
> mengatasi situasi di Ukraina yang semakin memburuk.
>
> “Bagi Indonesia, mengedepankan pendekatan kemanusiaan di tengah perang
> adalah prinsip,” ucapnya.
>
> Dia menambahkan bahwa dalam setiap kesempatan dalam pembahasan isu Ukraina
> di Majelis Umum PBB, Indonesia konsisten menyerukan untuk segera
> menghentikan perang, segera mengatasi masalah kemanusiaan, dan mendorong
> adanya hasil dari kemajuan dialog dan negosiasi antara semua pihak di
> Ukraina.
>
> “Hal ini Indonesia lakukan karena, jika situasi di Ukraina berkepanjangan,
> dampak negatifnya tidak saja dirasakan di Eropa, namun juga di berbagai
> negara di seluruh dunia,” kata Dubes Arrmanatha.
>
> “Saat ini dampaknya bahkan sudah mulai kita lihat, dari kenaikan harga
> pangan hingga energi,” lanjutnya.
>
> Untuk itu, dia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus mendorong
> upaya di PBB untuk bisa menghentikan perang di Ukraina. (Web Warouw)
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/40F70200F1D24797876EA13E1CA05DD8%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/40F70200F1D24797876EA13E1CA05DD8%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Ai9K6vmW4LrMm5A-gHxgQ0eRcW7Yfdjvvmo5MqTwkh1w%40mail.gmail.com.

Reply via email to