Presiden Xi Jinping dan Presiden Vanuatu Saling Ucapkan Selamat Atas 
Genap 40 Tahun Penggalangan Hubungan Diplomatik Tiongkok-Vanuatu
2022-03-27 10:47:31  
https://indonesian.cri.cn/2022/03/27/ARTId09dWI4D5mOcFK9hpcbU220327.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.4

 Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Vanuatu Tallis Obed Moses saling 
mengucapkan selamat atas genap 40 tahun penggalangan hubungan diplomatik antara 
Tiongkok dan Vanuatu pada hari Sabtu kemarin(26/3).

Xi Jinping menunjukkan, sejak Tiongkok dan Vanuatu menjalin hubungan diplomatik 
pada 40 tahun lalu, hubungan kedua negara mengalami perubahan dan ujian 
internasional, saling percaya politik antara kedua negara terus diperdalam, 
kerja sama dan pertukaran di berbagai bidang berhasil limpah, dan mendatangkan 
kepentingan riil kepada rakyat kedua negara. 

Kedua negara saling membantu dalam melawan wabah virus corona, dan telah 
memperdalam persahabatan antara kedua negara. Hubungan Tiongkok-Vanuatu telah 
menjadi teladan yang saling menghormati, bersolidaritas dan bekerja sama di 
antar negara-negara berkembang.

Xi Jinping menekankan, dirinya sangat mementingkan perkembangan hubungan 
Tiongkok-Vanuatu, bersedia berupaya bersama Vanuatu untuk memperdalam dialog, 
pertukaran dan kerja sama dari titik tolak baru genap 40 tahun penggalangan 
hubungan diplomatik antara kedua negara, mendorong hubungan kemitraan strategis 
komprehensif antara kedua negara naik ke level baru, menyejahterakan kedua 
negara dan rakyat kedua negara.

Moses menyatakan, selama 40 tahun lalu, Tiongkok adalah mitra perkembangan dan 
teman senantisa Vanuatu, Vanuatu berpegang teguh pada kebijakan Satu Tiongkok, 
menantikan dengan peluang genap 40 tahun penggalangan hubungan diplomatik 
mendorong hubungan antara kedua terus berkembang. Sementara itu dirinya 
mengucapkan selamat atas prestasi raksasa dicapai Partai Komunis Tiongkok sejak 
berdirinya pada 100 tahun lalu, semoga Kongres Nasional ke-20 PKT mencapai 
sukses.


Wang Yi Temui Penasihat Keamanan Nasional India
2022-03-27 10:02:37   Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri 
Tiongkok Wang Yi mengadakan pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional India 
Ajit Doval, di New Delhi selama kunjungan kerjanya di India pada 25 Maret yang 
lalu.











Wang Yi mengatakan, sebagai dua negara berkembang yang besar dan wakil ekonomi 
baru, Tiongkok dan India hendaknya berpegang teguh pada jalan perkembangan yang 
dipilihnya sendiri, tepat mengendalikan arah perkembangan hubungan kedua 
negara, memandang jauh dan bekerja sama, memberikan kontribusi masing-masing 
demi mendorong perdamaian dan kestabilan kawasan ini bahkan seluruh dunia.


Wang Yi mengajukan tiga butir usulan sebagai berikut.

Pertama, hendaknya menangani hubungan bilateral dengan pandangan jauh. 
Berpegang teguh pada keputusan strategis pemimpin kedua negara yakni 
“Tiongkok-India bukan ancaman melainkan peluang untuk satu sama lain”, 
menempatkan perselisihan masalah perbatasan di posisi sewajarnya dalam hubungan 
bilateral.

Kedua, memandang perkembangan satu sama lain dengan prinsip menang bersama, 
membentuk pola interaktif yang positif, mewujudkan saling menguntungkan dan 
menang bersama pada level yang lebih tinggi.

Ketiga, dengan sikap bekerja sama mengikuti proses multilateral, meningkatkan 
konsultasi dan koordinasi, saling mendukung, dan mengeluarkan sinyal positif 
untuk ketahanan multilateralisme, serta menambah lebih banyak energi positif 
demi pembenahan global.









Ajit Doval mengapresiasi pandangan mendalam dan pendapat konstruktif Tiongkok 
terhadap hubungan India-Tiongkok, dan menyatakan India berpendapat yang sama 
bahwa India dan Tiongkok adalah mitra bukan lawan, hubungan bilateral tidak 
boleh terdampak oleh masalah perbatasan. Persahabatan India-Tiongkok adalah 
kesepahaman penting yang dicapai pemimpin kedua negara, juga adalah keinginan 
bersama rakyat kedua negara. India bersedia berupaya bersama Tiongkok untuk 
mengembangkan hubungan bilateral yang sehat dan stabil. Justru seperti terumbu 
karang yang tidak bisa menghalangi gelombang laut, perselisihan antara kedua 
pihak juga tidak akan mengubah situasi hubungan kedua negara yang membaik. 
Kedua pihak hendaknya mengesampingkan hambatan dan intervensi, berupaya agar 
hubungan bilateral selekasnya kembali ke rel yang tepat. 


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/FC12B66733CA46D2907E7F123F1B9969%40A10Live.

Reply via email to