Presiden Nepal Adakan Pertemuan dengan Wang Yi 2022-03-28 10:25:38 https://indonesian.cri.cn/2022/03/28/ARTIUY1IAdaMObI4PdnkaoCd220328.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.7
Presiden Nepal Bidhya Devi Bhandari mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Kantor Presiden di Kathmandu pada hari Minggu kemarin (28/3). Bidhya Devi Bhandari meminta Wang Yi menyampaikan salam tulusnya kepada Presiden Xi Jinping, dia menyatakan bahwa kunjungan Xi Jinping ke Nepal pada tahun 2019 masih segar dalam ingatannya. Dia mengatakan bahwa persahabatan Nepal dan Tiongkok mempunyai sejarah yang panjang, Tiongkok merupakan tetangga dan sahabat terbaik Nepal. Nepal gembira atas prestasi yang dicapai Tiongkok, juga telah mendapat banyak keuntungan dari pembangunan Tiongkok, Nepal akan selalu berusaha mengembangkan hubungan bersahabat dengan Tiongkok dan terus menjunjung kebijakan Satu Tiongkok. Nepal berterima kasih atas bantuan Tiongkok terhadap perkembangan ekonomi dan sosial Nepal, terutama rekonstruksi pasca gempa dan pengentasan wabah COVID-19, setiap mengalami kesulitan, Tiongkok selalu memberikan bantuan secara tepat waktu. Pihak Nepal bersedia bersama dengan Tiongkok melaksanakan hasil kunjungan Presiden Xi Jinping ke Nepal, mendorong pembangunan bersama “Sabuk dan Jalan”, menyulap gunung dan sungai di antara kedua negara menjadi jembatan yang menghubungkan kedua negara, dan bukannya menjadi penghalang bagi kedua pihak. Wang Yi menyampaikan salam hangat dan doa Presiden Xi Jinping. Wang Yi mengatakan bahwa Tiongkok dan Nepal adalah kerabat, teman dan mitra yang baik, memiliki persahabatan yang telah bersejarah ribuan tahun. Kedua pihak selalu saling mendukung, saling membantu, menjadi teladan negara besar dan kecil yang setara, saling menghormati, bekerja sama dan saling menguntungkan. Setelah Nepal mengalami gempa bumi di tahun 2015, tim SAR Tiongkok segera menuju ke Nepal untuk memberikan pertolongan. Saat pertemuan internasional rekonstruksi pasca gempa Nepal, dirinya pernah berkunjung ke tenda pertolongan Tiongkok untuk para korban bencana Nepal. Ia memberi tahu anak-anak Nepal bahwa Tiongkok akan dengan sekuat tenaga membantu mereka membangun kembali kampung halaman mereka. Tiongkok menghargai persahabatan tradisional Tiongkok dan Nepal, serta akan terus mendukung pihak Nepal mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsanya, mencari jalur pembangunan yang sesuai untuk kepentingan negaranya sendiri, melaksanakan kebijakan dalam dan luar negerinya yang mandiri. Tiongkok bersedia bersama dengan Nepal memperdalam persahabatan antar kedua negara, serta terus mendukung kedua pihak memelihara kepentingan inti masing-masing. Tiongkok dan UNHCR Berikan Bantuan Material Kemanusiaan kepada Afghanistan 2022-03-28 16:05:24 https://indonesian.cri.cn/2022/03/28/ARTIR4x6QmUpLEKyMydiafNx220328.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.3 Upacara serah terima bantuan material kemanusiaan kepada Afghanistan yang diberikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) digelar di Kabul, Afghanistan. Duta Besar Tiongkok untuk Afghanistan Wang Yu dan Wakil UNHCR untuk Afghanistan Yumiko Takashima menghadiri upacara tersebut. Wang Yu menyatakan, sejak wabah virus corona merebak, pemerintah Tiongkok sangat memperhatikan kehidupan sulit rakyat Afghanistan yang terdampak oleh wabah, kekacauan dan bencana kekeringan. Yayasan Selatan-Selatan tahun lalu secara tepat waktu mengesahkan permohonan yang diajukan UNHCR terkait dengan program bantuan darurat dan dukungan pendidikan kepada kelompok lemah Afghanistan, memberikan dana bantuan untuk mendukung rakyat Afghanistan yang mengalami kesulitan. Melalui upaya para staf UNHCR, semua material telah selesai dibelanjakan dan sedang dikirim ke Kabul, Kandahar, Baghlan, Nangarhar. Dia yakin bahwa material-material tersebut akan memberikan bantuan yang nyata bagi rakyat Afghanistan. Wang Yu menyatakan, saat ini Afghanistan sedang menghadapi kesulitan yang serius di bidang kemanusiaan dan ekonomi, berbagai pihak hendaknya segera memberikan bantuan. Di satu sisi, Tiongkok mendukung PBB memainkan peranan yang lebih besar, menyambut imbauan PBB mengenai pemberian bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan, untuk itu, Tiongkok telah memberikan sumbangan kepada UNHCR dan program pangan dunia (WFP). Di sisi lain, Tiongkok aktif membantu rakyat Afghanistan melalui jalur bilateral, memberikan bahan pangan, obat-obatan dan material musim dingin, serta mengimpor kacang pinus Afghanistan sebanyak 36 buah pesawat, hal ini telah mendatangkan pendapatan sebesar 22 juta dolar AS kepada Afghanistan, tindakan ini juga telah membuka lembaran baru persahabatan antara rakyat Tiongkok-Afghanistan. Yumiko Takashima menyatakan terima kasih kepada Yayasan Bantuan Selatan-Selatan Tiongkok atas dukungannya kepada UNHCR dan bantuan kemanusiaannya kepada Afghanistan. Dia menyatakan, bantuan Tiongkok kali ini tepat waktu, dan akan mendatangkan bantuan yang riil kepada 90 ribu orang pengungsi tuna wisma dan anak-anak sekolah. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/899CCCC7BE1D4589B46333CBD44224C9%40A10Live.
