Wang Yi Adakan Kontak Telepon dengan Penasehat Urusan Diplomatik Presiden 
Prancis
2022-04-08 17:29:54  
https://indonesian.cri.cn/2022/04/08/ARTIqlVmaqWsHuN2NTVwuYoV220408.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.1

 Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi hari Kamis kemarin (7/4) atas undangan 
mengadakan kontak telepon dengan Penasehat Urusan Diplomatik Presiden Prancis 
Emmanuel Bonne. Kedua pihak bertukar pendapat mengenai masalah Ukraina.

Emmanuel Bonne menyatakan bahwa pihak Prancis secara konsisten menjunjung 
kebijakan diplomatik yang independen, tidak akan terjebak dalam logika politik 
kelompok. Pihak Prancis selalu berusaha menciptakan dan memelihara perdamaian, 
sedang mengadakan koordinasi dengan berbagai pihak yang termasuk Rusia tentang 
masalah Ukraina mewujudkan netralitas dan mendapat jaminan keamanan. Prancis 
sangat mementingkan pandangan Tiongkok terhadap keadaan masa kini, bersedia 
berusaha bersama dengan Tiongkok, mendorong perundingan damai, mewujudkan 
gencatan senjata dan meredakan krisis.

Wang Yi mengatakan bahwa Presiden Xi Jinping berkali-kali mengadakan kontak 
telepon dengan Presiden Emmanuel Macron serta pemimpin berbagai negara, secara 
komprehensif menjelaskan pendirian prinsip Tiongkok dalam masalah Ukraina. Kami 
juga mengharapkan secepat mungkin mencapai gencatan senjata, memulihkan 
perdamaian, serta terus berusaha untuk tujuan ini dengan cara sendiri. 
Sementara itu kami juga berpendapat bahwa berbagai pihak harus menciptakan 
lingkungan dan syarat yang perlu untuk mendorong perundingan damai, harus 
menjadi pendorong perundingan damai, tapi bukan pembakar api. Tidak bisa pada 
satu pihak menghimbau gencatan senjata, pada satu pihak lain terus mengirim 
banyak senjata canggih, memicu pertempuran lebih meningkat, tidak bisa pada 
satu pihak menyatakan mendukung dialog dan perundingan damai, pada satu pihak 
lain melaksanakan sanksi sepihak yang tidak ada garis bawah, merangsang 
kontradiksi lebih meningkat.

Wang Yi menyatakan bahwa masalah Ukraina pada dasarnya berasal dari 
ketidakseimbangan keamanan Eropa, harus mematuhi prinsip keamanan yang tidak 
dapat dibagikan, membangun kembali kerangka kerja keamanan Eropa yang seimbang, 
efektif dan berkelanjutan, dengan demikian baru bisa mewujudkan perdamaian 
jangka panjang Eropa.

Wang Yi mengatakan bahwa pihak Tiongkok mendukung pihak Prancis menjunjung 
otonomi strategis, memegang nasib Eropa di tangan orang Eropa. Memuji pihak 
Prancis tidak menyetujui logika politik kelompok, sementara itu kami juga 
berpendapat bahwa tidak bisa mengizinkan mentalitas Perang Dingin membangkit. 
Umat manusia telah memasuki abad ke-21, kepentingan berbagai negara saling 
bercampur, saling bergantung, Tiongkok bersedia meningkatkan kerja sama 
strategis dengan Prancis, bersama-sama membentuk komunitas senasib 
sepenanggungan umat manusia.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BAC09024D16A4ABDA0EF34FE1894C278%40A10Live.

Reply via email to