OPINI & WAWANCARAOPINILempar Batu Sembunyi 
Tanganhttps://bergelora.com/lempar-batu-sembunyi-tangan/
 
ByTim Redaksi8 April 20220

Presiden RI, Joko Widodo. (Ist)
Oleh: Adian Napitupulu*

YANG bicara Perpanjangan masa jabatan Presiden bukanlah Jokowi tapi ada tiga 
Menteri lalu kenapa yang di demo Jokowi bukan para Menteri itu? Ada tiga Ketua 
Partai yang bicara perpanjangan masa jabatan Presiden tapi sekali lagi kenapa 
yang di Demo Jokowi bukan tiga partai itu? Yang bicara Presiden 3 Periode itu 
salah satu lembaga Survey dan salah satu kader Partai tapi kenapa yang di demo 
Jokowi bukan lembaga Survey atau Kantor partai ?

Untuk merealisasikan Perpanjangan atau pun merubah dari 2 Periode menjadi 3 
Periode kewenangannya ada di Senayan bukan di Istana tapi kenapa yang di Demo 
justru Istana bukan Senayan?

Yang mengatakan tidak berminat 3 periode adalah Jokowi. Yang mengatakan bahwa 
mereka yang menginginkan 3 Periode adalah orang yang cari muka juga Jokowi. 
Yang mengatakan bahwa mengenai masa Jabatan ia akan tunduk pada Konstitusi 
adalah Jokowi, yang mengatakan bahwa menteri tidak boleh lagi bicara tentang 
perpanjangan masa Jabatan juga Jokowi. Tapi aneh kenapa yang di Demo justeru 
Jokowi?

Membingungkan ya?

Kalau kita tanya kenapa yang di Demo Jokowi maka kita akan masuk pada ruang 
perdebatan dengan argumentasi yang tidak jauh dari asumsi terhadap perasaan 
Jokowi, terhadap dugaan bahwa semua pernyataan para Menteri dan Ketua Umum 
Partai tersebut berasal dari keinginan Jokowi. Para insan Terpelajar dan 
Intelektual itu kemudian tidak lagi mengkaji apa yang di katakan tapi 
menganalisa perasaan, mendiskusikan keinginan dalam hati Jokowi bukan 
pernyataan yang di sampaikan.

Wacana perpanjangan maupun tiga periode tersebut membuat banyak orang menjadi 
gelisah lalu sibuk menganalisa perasaan dan keinginan Jokowi, karena 
menganalisa rasa tidak punya alat ukur maka sebagian Mahasiswa konon berencana 
Demo besar besaran ke Istana tanggal 11 April nanti. Nah kalau situasi sudah 
seperti ini kemana para Menteri dan Ketua Partai yang melemparkan wacana itu? 
Kenapa semua tiba tiba menjadi diam dan seolah membiarkan semua dampak dari ide 
dan wacana yang mereka lemparkan di tanggung akibatnya sendirian oleh Jokowi. 
Tidak ada satupun dari pemilik wacana yang berteriak lantang pasang badan 
berkata : *”Demo kami, jangan Jokowi…. demo ke tempat saya, jangan ke Istana 
!!!”*

Cerita belum berakhir, di sosial media baik Whatsapp, Tiktok dll muncul beragam 
narasi tuntutan yang berkembang, tidak lagi soal wacana perpanjangan maupun 3 
periode belaka, sekarang bahkan ada poster atas nama Mahasiswa yang isinya 
menuntut agar Jokowi mundur dari jabatan Presiden.

Untunglah Mahasiswa segera membantah bahwa tuntutan Jokowi Mundur bukanlah 
tuntutan Mahasiswa dan Poster itu Hoax belaka. Nah lho…. lalu tuntutan Jokowi 
mundur itu tuntutan siapa dong? Lalu yang membuat poster Hoax itu siapa dong?

Di pemerintah ada yang lempar wacana lalu sembunyi, di rencana Demo juga ada 
yang lempar poster lalu sembunyi…. ternyata pepatah lempar batu sembunyi tangan 
tidak cuma terjadi di lingkaran kekuasaan tapi juga dalam aksi di jalanan. Mau 
di manapun itu, istana maupun jalanan, sepertinya para “pelempar batu sembunyi 
tangan” itu mungkin selalu ada walau dilakukan orang yang berbeda namun 
berangkat dari motif yang sama yaitu, duduk di lingkaran kekuasaan. Ada yang 
ingin kekuasaan melalui perpanjangan masa jabatan ada juga yang melalui 
penggulingan kekuasaan.

Kalo berangkat dari cerita lempar batu sembunyi tangan maka tidak Presiden 
tidak juga Mahasiswa saat ini jangan jangan sama sama sedang menjadi “korban 
klaim”. Kalau benar begitu, mungkin ada baiknya Presiden Jokowi dan Mahasiswa 
duduk ngopi bareng di tepi Danau Lebak Wangi sambil bakar ikan dan main gitar 
di bawah rembulan. Kopi mungkin tidak menjanjikan apa apa, tapi semoga bisa 
membuat kita duduk bersama, gitar juga tak bisa menyelesaikan masalah tapi 
setidaknya bisa membuat kita bernyanyi bersama tentang Cinta kita pada 
Indonesia.

* Penulis Adian Napitupulu, Sekjen PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/67CC5379FD4349E6B5D7E2EAED6229BA%40A10Live.

Reply via email to