Dahlan Iskan Bongkar Masa Lalu Ade Armando, Tak Disangka Ternyata… 15 April 2022, 00:37 – Peristiwa
Jakarta – Penulis sekaligus Menteri BUMN 2011-2014, Dahlan Iskan, mengatakan, Ade Armando menjadi bintang pada aksi demonstrasi Senin, 11 April 2022. Tak ada pembicaraan lain selain nama Ade Armando. Pun tidak ada nama tokoh-tokoh mahasiswa yang muncul. Juga dengan isu yang mereka teriakkan. Semua tenggelam oleh nama Ade Armando. Itu setelah dosen UI tersebut menjadi bulan-bulanan orang tak dikenal, yang melakukan penganiayaan terhadap Ade. Menurut Dahlan, tingginya popularitas Ade Armando sekarang ini tidak mustahil membuatnya sebagai tokoh politik tidak lama lagi. Apalagi ia sudah punya bendera sendiri yakni, PIS (Pergerakan Indonesia untuk Semua). “Siapa tahu kelak PIS –baca peace– jadi partai politik. Setidaknya bisa jadi ormas untuk mendukung satu partai politik. Spirit untuk ke sana mestinya besar. Agar Ade bisa melakukan perubahan bangsa lewat kekuasaan,” tulis Dahlan. Baca juga: Polisi Keliru Tetapkan Tersangka Pengeroyok Ade Armando, Abdul Manaf Tak Ikut Aksi di Depan DPR Melalui tulisannya di Disway, Dahlan Iskan membongkar siapa sosok Ade Armando. Orang Minangkabau, yang kontroversial tapi selalu mendasarkan pemikirannya pada logika. Di mata Dahlan Iskan, Ade Armando adalah orang yang selalu mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. Meski sering dianggap menghujat Islam, namun, Ade tetap menganggap usulan Pendeta Saifuddin yang menyuruh menghapus 300 ayat, sebagai permintaan bodoh. Menurutnya, tafsirnyalah yang harus diperbaiki. Baca juga: Ancaman Serius GP Ansor ke Wasekjen PA 212 Gara-gara Sebut Yaqut: Tinggal Pilih Berapa Gigi yang Rontok Baca juga: Begini Kondisi Kelamin Ade Armando Usai Diinjak-injak Pengeroyok Namun, ada yang menarik dari sosok Ade Armando, yang sempat dibongkar Dahlan Iskan. Menurutnya, Ade sepertinya punya dendam untuk membuat bangsanya tidak seperti masa kecilnya: miskin dan terkucilkan. Miskin karena orang tua Ade harus kehilangan pekerjaan sebagai tentara. Sebenarnya kata Dahlan, pangkat bapak Ade Armando lumayan, yakni mayor. Jabatannya juga lumayan, atase militer di dua negara ASEAN. Namun sang ayah harus diberhentikan setelah G-30-S/PKI pada 1965. Mungkin dianggap terlalu Sukarnois –yang harus dibersihkan oleh Orde Baru. Keluarga ini kata Dahlan, sampai harus merantau ke Malaysia untuk mencari penghidupan. Di Malaysia, Ade Armando-kecil merasa dihina-hina. Ia tidak bisa bahasa Inggris. Diduga, itu yang membuatnya dendam, sehingga akhirnya gigih belajar bahasa itu, bahkan setelah lulus UI, Ade kuliah S-2 di Amerika, di University of Florida –yang kampusnya antara Orlando dan Atlanta. Lalu kembali ke UI meraih gelar doktornya. Sang ayah sebenarnya ingin Ade jadi diplomat. Ade pilih jadi dosen komunikasi di UI –antara lain pernah mengajarkan mata kuliah global communication. Sebagai dosen, Ade disenangi mahasiswa. Cara mengajarnya pun sangat baik. Ilmu yang diajarkan juga sangat up-to-date. Dahlan menyitir pernyataan dosen di UI, jika skala nilai 1-10, maka dosen memberi nilai Ade dalam mengajar, bisa di skala 9. Dahlan juga mengutip kata dosen UI, bahwa Ade Armando mungkin hanya kalah oleh Rocky Gerung. (*) Artikel ini telah tayang di Herald Sulsel dengan judul 'Dahlan Iskan Bongkar Masa Lalu Ade Armando, Tak Disangka Ternyata…' selengkapnya https://sulsel.herald.id/2022/04/15/dahlan-iskan-bongkar-masa-lalu-ade-armando-tak-disangka-ternyata/ -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9667341600524AA2B4F55C06BB45D6BB%40A10Live.
