Demo Armando
Oleh: Dahlan Iskan

Kamis 14-04-2022,04:00 WIB
https://disway.id/read/5122/Demo-Armando
 
Ade Armando dan Rocky Gerung-Realita TV-YouTube Channel


IA pendukung gigih Presiden Jokowi tapi juga tidak mau Jokowi tiga periode. Ia 
mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak keinginan tiga periode itu.

Ia Islam tapi begitu banyak mengkritik Islam. Sampai dibenci banyak kalangan 
Islam. 

Ia aktivis jaringan Islam liberal tapi juga tidak setuju usulan pendeta yang 
minta menteri agama menghapus 300 ayat Quran karena dianggap anti-toleransi.

Ia orang Minang tapi tidak mau ikut prinsip tungku tigo sajarangan. Tiga tungku 
untuk satu masakan itu adalah: ninik mamak, alim ulama, dan cendekiawan. 
Tiga-tiganya harus seimbang: agar hidup bisa rukun dan damai.

"Ade Armando itu orang yang mengatakan begitu saja apa yang ada di pikirannya," 
ujar seorang pengamat menilainya. "Untuk menjaga toleransi kadang orang harus 
tidak mengatakan semua yang ada di pikirannya. Tapi Ade tidak begitu," 
tambahnya.


Itulah sebabnya Ade menjadi sosok yang sangat kontroversial. Ia tidak takut 
menjadi sosok yang dibenci. Bahkan tidak takut ancaman. Pun setelah dikeroyok, 
digebuki, diinjak-injak, dan dilucuti pakaiannya hingga tinggal celana dalam. 
Ia masih tidak akan mundur.

Akibat berada di tengah-tengah demo besar anti tiga periode di Jakarta Senin 
kemarin wajah Ade bonyok. Kulitnya ada yang sobek. Ia harus dilarikan ke rumah 
sakit.

Keberadaan Ade di tengah massa itu tersiar cepat di kalangan pendemo. Lengkap 
di mana posisi Ade saat itu. Ada fotonya lagi di bagian depan dekat gedung 
DPR/MPR.

Sebagian orang mencarinya. Ada yang berteriak, ''itu Ade Armando''. Lalu 
terjadilah apa yang banyak beredar di medsos sepanjang sore dan malam kemarin.

Nama Ade Armando memang populer di jagad medsos. Juga wajahnya. Ia punya corong 
yang disebut Tjokro TV –yang dicantolkan ke YouTube.

Ia selalu masuk di topik apa saja yang lagi viral. Ia tampil di situ. Dengan 
gaya bicaranya yang tenang, runtut, dan sistematis.

Isi Tjokro TV pada umumnya mendukung pemerintahan Jokowi. Apalagi ketika 
menghadapi FPI (Front Pembela Islam) dan HTI (Hisbut Tahrir Indonesia).

Di matanya tidak ada sisi baik sama sekali di dua aliran Islam yang dianggap 
bertentangan dengan Pancasila itu.


Adakah itu karena Ade melihat pemerintah sekarang ini sejalan dengan pemikiran 
Jaringan Islam Liberal (JIL)? Yang berusaha membuat ajaran Islam lebih 
kontekstual dan rasional –tidak hanya terkungkung secara tekstual.

Maka sikap Ade yang sangat pro-pemerintah itu menimbulkan tanda tanya besar:

1. Apakah itu karena pemerintah dianggap sejalan dengan misi Islam liberal?

2. Apakah karena ia menjadi bagian dari buzzer –yang di dalamnya ada versi 
buzzeRp?

Saya tidak kenal dekat dengannya. Tapi dari penampilan sehari-harinya Ade tidak 
terlihat seperti OKB yang mendadak punya banyak uang. Tidak terlihat pula sosok 
yang hedonis. Pakaiannya, mobilnya, rumahnya, biasa-biasa saja.

Banyak orang Minang yang menganggap Ade kebablasan –sampai mengguncangkan tigo 
tungku adat sukunya.

Tapi di Minang sebenarnya memang biasa orang berpikir kritis. Iklim intelektual 
di sana memungkinkan. Sejak dulu. Sampai pun lahir tokoh legendaris seperti Tan 
Malaka yang sangat kiri.

"Tapi umumnya orang Minang tetap menjaga keseimbangan tiga tungku itu," kata 
pengamat tadi. "Yang paling berani pun, mungkin hanya sampai tingkat 60," 
tambahnya. "Tingkat Ade ini sudah 90 atau 100," katanya.


Artinya: apa yang ada di pikiran Ade 100 persen ia ucapkan. Tidak ada yang 
disembunyikan. Tidak ada yang dicadangkan untuk tenggang rasa. Pun kalau itu 
menyangkut agama dan alim ulama.

Tapi dalam hal Saifuddin, Ade mengecam pendeta Kristen lulusan pesantren asal 
Bima itu. "Saifuddin itu dungu dan bodoh," kira-kira begitu pendapatnya. 
"Seharusnya Saifuddin hanya mengusulkan perbaikan tafsir Quran. Bukan menghapus 
300 ayat Quran-nya," ujarnya di suatu acaranya.

Ade juga tidak setuju penilaian Saifuddin bahwa pesantren sarang terorisme. 
"Mayoritas pesantren itu NU. Dan NU sangat moderat," katanya. "Kalau toh ada 
yang ekstrem itu minoritas," tambahnya.

Aneh, kata Ade, Saifuddin mengelu-elukan menteri agama sebagai orang yang 
moderat, tapi menilai pesantren sarang ekstremis. "Padahal menteri agama 
lulusan pesantren," ujar Ade.

"Di mana logika pendeta Saifuddin," katanya.

Ade memang selalu mengibarkan bendera logika. Kalau pun sering kontroversial 
itu demi menegakkan hukum logika. Bahkan di channel-nya ia sudah melakukan 
disclaimer: yang tidak punya logika tidak usah menontonnya.

Maka di zaman medsos ini, di antara aktivis Islam Liberal, Ade lah yang kini 
paling menonjol. Ia gigih terus memperjuangkan jalan itu –atas nama intelektual 
dan bukan atas nama JIL. 

Denny J.A., tokoh jajak pendapat dan sastrawan puisi esai terkenal itu, juga 
masih sering menulis dengan misi yang sama. Tapi tidak sefrontal Ade Armando. 

Ulil Abshar Abdalla yang pernah jadi Ketua JIL, kini lebih sibuk jadi kiai 
mengajarkan Ihya Ulumuddin-nya filsuf Imam Al Ghazali.

Jadi, siapa yang mengeroyok Ade Armando sampai bonyok?


Dari yang ditangkap polisi tidak satu pun yang mahasiswa. Dari enam orang yang 
jadi tersangka, lima di antaranya pedagang kecil. Satu lagi masih dikejar.

Yang jelas Ade kini menjadi pusat pemberitaan dan opini di jagat medsos. Kasus 
Ade telah menenggelamkan isu utama yang diperjuangkan mahasiswa: anti tiga 
periode dan turunkan harga-harga. Tidak ada lagi orang bicara dua isu itu. 

Ade telah membuat situasi politik lebih stabil –lewat pengorbanannya, termasuk 
foto ketelanjangan bentuk tubuhnya yang berumur 60 tahun. 

Ade Armando telah menjelma menjadi tokoh utama peristiwa besar 11 April kemarin.

Justru tidak satu pun nama tokoh mahasiswa yang mengorbit. Peristiwa besar 
melahirkan tokoh besar –dan itu Ade Armando. Bukan perangcang dan penggagas 
gerakan itu.

Di zaman medsos siapa pun mudah dibuat tidak satu kata dan satu kegiatan. 
Kelompok mahasiswa pun sudah terpecah-pecah. Mahasiswa Universitas Indonesia, 
misalnya, tidak berada di kelompok yang bergerak ini.

Tingginya popularitas Ade Armando sekarang ini tidak mustahil membuatnya 
sebagai tokoh politik tidak lama lagi. Apalagi ia sudah punya bendera sendiri 
–yang baru saya ketahui dari tulisan di kausnya kemarin: PIS (Pergerakan 
Indonesia untuk Semua).

Siapa tahu kelak PIS –baca peace– jadi partai politik. Setidaknya bisa jadi 
ormas untuk mendukung satu partai politik.

Spirit untuk ke sana mestinya besar. Agar Ade bisa melakukan perubahan bangsa 
lewat kekuasaan. 

Ia tentu punya ''dendam'' untuk membuat bangsanya tidak seperti masa kecilnya: 
miskin dan terkucilkan.

Miskin karena orang tuanya harus kehilangan pekerjaan sebagai tentara. 
Sebenarnya pangkat bapaknya lumayan: mayor. Jabatannya juga lumayan: atase 
militer di dua negara ASEAN. 


Tapi Sang Ayah harus diberhentikan setelah terjadi G-30-S/PKI di tahun 1965. 
Mungkin dianggap terlalu Sukarnois –yang harus dibersihkan oleh Orde Baru.

Keluarga ini sampai harus merantau ke Malaysia untuk mencari penghidupan. 

Di Malaysia Ade-kecil merasa dihina-hina.

Ia tidak bisa bahasa Inggris. Itu yang membuatnya dendam sehingga akhirnya 
gigih belajar bahasa itu.

Bahkan setelah lulus UI, Ade kuliah S-2 di Amerika, di University of Florida 
–yang kampusnya antara Orlando dan Atlanta. Lalu kembali ke UI meraih gelar 
doktornya. 

Sang ayah sebenarnya ingin Ade jadi diplomat. Ade pilih jadi dosen komunikasi 
di UI –antara lain pernah mengajarkan mata kuliah global communication.

Sebagai dosen, Ade disenangi mahasiswa. Cara mengajarnya pun sangat baik. Ilmu 
yang diajarkan juga sangat up-to-date.

Berapa nilai Ade sebagai dosen –skala 1 sampai 10?

"Bisa di skala 9," kata dosen di sana. "Mungkin ia hanya kalah oleh Rocky 
Gerung," tambahnya. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Kembali S & N

thamrindahlan
Perdana Menteri dari golongan orang kaya berpeluang membangun ekonomi negara 
untuk kesejahteraan rakyat. Ringkih tubuh banyak bergadang / Bagaimana hidup 
tidak susah / Azan subuh telah berkumandang / Mari tegakkan shalat berjamaah / 
Salamsalaman

Yulianto Anfa
Saya cm mau berkomentar, yg mau aktif berhiruk pikuk di dunia politik monggo, 
yg masih terus semangat peras keringat banting tulang mencari sesuap nasi untuk 
keluarga monggo. Asal jgn sampai ada yg peras keringat dan banting tulang hanya 
untuk berkuasa, kemudian menyengsarakan rakyatnya. Semua adalah pilihan dan 
kelak pasti akan dimintai pertanggung jawabannya. Sekian

Suharno Maridi
Sebenarnya negara2 Uni Eropa lebih dulu terpengaruh oleh perang Rusia - 
Ukraina. Tetapi oposisi dan masyarakat disana lebih sehat. Perang berakibat 
beban Imran tambah berat mestinya semua komponen bahu-membahu. Dan itu Syarif & 
Kel mesti ambil pelajaran dari naik turun nya Nawaz. Perebutan kekuasaan secara 
paksa selalu menyimpan bara untuk kemudian hari. Akibatnya sulit stabil. Hari2 
urus politik nhga sempat urus makan. Apalagi dgn adanya kasus korupsi yg masih 
proses tentu akan jd senjata bagi Bhuto cs.

Agus Suryono
PENGUASA - PENGUSAHA Pengusaha kemudian menjadi penguasa.. Menurut saya masih 
OK Karena sebagai pengusaha, pasti dia memiliki kelebihan dalam pengambilan 
keputusan yang terkait ekonomi.. Jadi saya masih iyes.. PENGUASA - POLITISI 
Pilihan ini saya masih iyes Asal saat penyusunan Kabinet, sang Perdana, bisa 
bijak memilih para Menteri profesional yang bisa menutup kelemahan sang 
Perdana.. PENGUASA - PENGUSAHA - TERSANGKA Kalau ini, saya belum bisa bilang 
iyes Karena itu, kalau ini, biarlah mas Anang, BCL, Ari Laso, Maya Estianti dan 
Yudika yang memutuskan.. Saya absten..

Pakdhe joyo Kertomas
Saya sangat terinspirasi buku pak dahlan. Judulnya "kentut ekonomi". Bukunya 
tipis tapi sangat bernas dan bergizi. Dari buku itu aku jadi mudheng bisnis 
abal2 ala ponzi. Kalo di solo dulu ada bisnis ginseng. Di jakarta langit biru. 
Di papua juga ada. Dan semuanya akhirnya nangis bareng

Bill Tenda
Abah senang sekali dengan Pakistan. Sepertinya kenangan waktu berkunjung kesana 
masih membekas. Entah karena suasananya, hiruk pikuk jalan, alamnya, ataukah 
gadis Pashtun bermata hijau yang "i" nya 5. Sekedar informasi, Pakistan sudah 
membuka border sejak lama tanpa karantina dan syarat2 lainnya. Nyebrang 
Afghanistan via Peshawar, atau mengunjungi Murree dan Kashmir yang seperti 
Swiss bisa dicoba.

dabaik kuy
kasus aa hiruk pikuk sampai 14 tuntutan mahasiswa menghilang ditelan berita 
AA... emang jago strategi si oom

arif lein
Memilih pemimpin sebaiknya krn kualitas, bukan sekedar popularitas ataupun 
keturunan darah biru.. Krn pada akhirnya yg dilihat adalah kemampuannya 
memimpin, menyelesaikn berbagai masalah dan membawa kemajuan

Rizky Dwinanto
Pilpres di Indonesia bulan madunya sampai bertahun-tahun. Gak puas dengan 
kenikmatan kekuasaan, mereka ingin memperpanjang lagi bulan madunya. Pokoknya 
semua harus dipuaskan dan klimaks.

Otong Sutisna
Bulan madu....hmmmm...jadi teringat humor gusdur...cerita nya ada suami dapat 
isteri santri yang usia beda 30 tahunan. Waktu malam pertama sang isteri ogah 
melakukan kewajiban nya dengan berbagai alasan. Maka sang suami pun membujuknya 
dan berkata; yuk dek kita melakukan nya malam ini karena pahalanya sama dengan 
ibadah membunuh 100 kafir, coba bayangkan kalau 3x aja sudah 300 kafir yang 
mati. Akhirnya sang istri menyetujui nya, begitu ronde pertama selesai, 
langsung tancap gas lagi ; mas yuk... lagi biar tambah pahalanya 100 
lagi,....suami bilang; ok..., dan ronde 2 selesai berlanjut ke ronde 3. Ronde 
ke 3 selesai sang istri masih on the fire sementara sang suami sudah kelelahan 
dan lemas dengan lutut yoroncod. Istri bilang; yuk....mas lagi...biar nambah 
pahala nya. Suami; sebentar istirahat dulu dek...nunggu musuhnya berkumpul 
dulu...wkwkwk #masih promo tcap kadal....%%

Macca Madinah
Warbiasah permainan para politikus ya. Pantesan, nun tahun 2007, tiga tahun 
setelah Pilpres pertama Indonesia, saya dengan bangga cerita tentang "kemajuan" 
demokrasi Indonesia di suatu kelas diskusi di Suzuka. Tanggapan orang-orang 
Jepang di kelas itu: Dingin. Mungkin karena mereka sudah pengalaman sering 
dikadalin. Apa pun itu, tetap optimis, demokrasi akan membawa kita ke arah yang 
lebih baik, minimal karena ada "saluran" yang jelas, walaupun itu berharga 
sangat fantastis kalau dijalani dengan cara umum. 

Gito Gati
Sebagai wong Bojonegoro, ketidak rukunan antara bupati dan wakilnya ternyata 
ada sisi menguntungkanya. Dimana wabup ternyata juga bertindak sebagai 
"oposisi". APBD Bojonegoro yang lebih dari 5T "memaksa" Bupati melaksanakan 
pembangunan yang luar biasa. Jalan poros kecamatan sudah NGLENYER. Namun sangat 
disayangkan ternyata pemenang lelang kebanyakan orang luar Bojonegoro. Hal ini 
dikarenakan pengusaha kontraktor Bojonegoro tergolong "lemah" secara modal. 
Disinilah wabup beraksi sebagai "supervisor" proyek2 tersebut. Sehingga ada 
beberapa proyek yang harus dibongkar utk dikerjakan ulang karena tdk sesuai 
spektek. Saya berharap, dg APBD sebesar itu Bupati punya pemikiran, sdh berapa 
banyak pengusaha asli Bojonegoro yang lahir sebagai efek positif dg besaran 
APBD. Kalau tdk, jangan salahkan kalau warga Bojonegoro berfikir Bupatinya 
orang dari Tuban ngapain memikirkan orang Bojonegoro.

achmat rijani
Ummi Hilal yang dulu itu liar, ganas, mainnya terbuka, membari muar tapi meolah 
karindangan, wan meolah karinyiman mat ai.

achmat rijani
Catatan Cinta Disway 31 Maret-13 April 2022. 31 Maret: Edisi Terawan, 
komentator rusuh seperti biasa, berlalu seperti biasa, tetap semangat sambil 
nunggu komen statistik ala Mbah Mars esok hari. 1 April: Jagad Disway 
gonjang-ganjing, marah, bingung, putus asa, curiga, bertanya2, kalut, jengkel, 
apalagi setelah liat Edisi Harus 400 T....cuma ada 1 kata yg pantas: MURKA. 2-9 
April: Fase di-GHOSTING, Disway hadir tapi serasa tiada, yang dicintai ada tapi 
serasa bukan ia, tanpa ucapan, tanpa penjelasan, yang ada hanyalah admin, 
tampilan dan login sialan. 10 April: Yang dirindu telah kembali, ia menyapa, ia 
menjelaskan, ia mencairkan es di hati komentator yang sudah membatu. 11-12 
April: Fase akhir perjuangan admin, menjadikan rasa itu kembali, menjadikan 
Disway seperti dulu lagi. 13 April: Cinta bersemi kembali. Selamat datang 
kembali, buat kamu2 yang memendam rindu dendam tiga belas hari.

achmat rijani
Ujar Ariel: "Menepilah sejenak kekasihku. Berikan ruang untuk rindu. Sehingga 
reda deru ragumu. Dan kupeluk, hatimu". 

Amat Kasela
Ujar Eka Kurniawan, "Seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas "

ari widodo
dan yang pasti tulisan Disway baru dari sang empunya pasti menjadi gong nya, 
pak dahlan seperti pepatah jawa nabok nyilih tangan, dengan maksud memberi 
masukan kritik secara tidak langsung

Yea Gogel
Kemiripan Pakistan dengan tetangga TENGGARAnya, sama-sama dikuasai duo 
pengusaha yang penguasa (P n P). Sedikit beda hanya di simbolisasinya saja. 
Jangan berpikir posisi P n P adalah orang yang sudah selesai dengan bisnisnya, 
sehingga hanya mengutamakan kepentingan rakyat. Simbolnya dibuat seakan 
merakyat, ternyata prilaku dibalik layar mengutamakan bisnisnya saja. Krisis 
Batu bara dan migor merupakan bukti nyata peran P n P. 

Marcell M
Alhamdulillah ya Allah.. Akhirnya bs komen lagi di Disway, setelah setengah 
purnama merasa hak komen dikebiri & dirampas. Lega bgt bisa nyinyir & berghibah 
lagi dengan khusuk.

Umi Hilal 2
Ehem....... Pasti ada konsekuensi yang akan diterima dalam setiap langkah, 
dalam setiap tindakan dan dalam setiap pilihan. Dalam segala aspek hidup, 
berlaku hukum itu. Apalagi dalam hal perpolitikan. Bahkan diampun ada 
konsekuensinya. Jika terlampau tinggi paragraf diatas, baiklah saya akan kasih 
contoh sederhana. * Langkah : saat langkah kita keliru dan menginjak kotoran 
sapi, ya sudah pasti kaki kita bau kotoran sapi. **Tindakan : Kalau kita 
selingkuh dan ketahuan istri. Ya kira2 sendirilah konsekuensinya apa . 
Wkwkek... ***Plihan : jangan pilih calon istri yang potensi lebih berani. 
Titik. ****Diam : Hmmmmm..... Kalau naksir cewek cantik , tapi diam melulu, gak 
berani bilang cinta. Ya....udah pasti cewek itu bakal dibawa lari orang lain. 
Kalau ada lagi, lalu diam lagi. Ya..... Pasti bakal Jomlo.forever. #Raga Umi 
_Otak Leong

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E3CA0826F56C4768A8906AB2CCD2E6FE%40A10Live.

Reply via email to