KRIMINALISASI KEBEBASAN BERPENDAPAT NIH…! 
KontraS Ungkap 7 Penjahat Demokrasi Gara-gara Wacana Jokowi 3 Pariode 
ByTim Redaksi  
https://bergelora.com/kriminalisasi-kebebasan-berpendapat-nih-kontras-ungkap-7-penjahat-demokrasi-gara-gara-wacana-jokowi-3-pariode/17
 April 2022


JAKARTA – Demokratis banget nih! Atas nama demokrasi, kebebasan berpendapat 
wacana Jokowi 3 Periode dikriminalisasi sebagai penjahat demokrasi KontraS 
menyebutkan ada 7 pejabat yang menjadi penjahat demokrasi masa kini. Wacana 
penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan Presiden Jokowi (Joko Widodo) 
menjadi tiga periode terus mencuat di ruang publik.
  
Wacana tersebut menimbulkan pro kontra dan ramai dibahas oleh warganet di media 
sosial. Bagi yang pro menyatakan penundaan pemilu dibutuhkan karena pandemi 
COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini belum selesai.

Sehingga pemerintah membutuhkan waktu tambahan untuk memulihkan kondisi 
perekonomian, sebelum melangkah ke pemilihan umum. Sementara kelompok yang 
kontra menyatakan penundaan pemilu bertentangan dengan konstitusi dan sarat 
dengan kepentingan elit politik.

Dan baru-baru ini, LSM KontraS melalui akun twitternya, merilis tujuh nama 
petinggi politik Indonesia yang mengusung wacana penundaan pemilu. Tak 
tanggung-tanggung, dalam unggahannya, KontraS menyematkan tagar 
#PenjahatDemokrasi (Penjahat Demokrasi) bagi pengusung wacana tersebut.

“Mereka yang menyebut wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan/atau 
penundaan pemilu. #PenjahatDemokrasi,” begitu tulis akun twitter @KontraS pada 
Kamis, 14 April.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dalam unggahannya tersebut, Kontras menyebut 
ada tujuh nama pejabat publik yang secara terang-terangan mengusung wacana 
penundaan pemilu. Mereka terdiri dari kalangan menteri, anggota DPR RI dan 
petinggi partai politik.

Berikut 7 Pejabat Penjahat Demokrasi:

  a.. Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang 
Maritim dan Investasi. Dalam beberapa kesempatan, ia getol menyuarakan wacana 
penundaan pemilu, termasuk di channel YouTube Deddy Corbuzier, beberapa waktu 
lalu.

Luhut mengklaim memiliki data terkait jumlah rakyat Indonesia yang menginginkan 
penundaan pemilu. Ia bahkan menyebut angka, yakni sekitar 110 juta orang.

  a.. Tito Karnavian
Mantan Kapolri ini kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Ia pernah 
melontarkan pernyataan mendukung penundaan pemilu, dengan mengatakan bahwa 
wacana tersebut bisa saja dilakukan dengan mengamandemen UUD 1945.

  a.. Bahlil Lahadalia
Awal januari lalu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 
(BKPM) Bahlil Lahadalia pernah menyatakan dukungannya terhadap wacana penundaan 
pemilu. Ia beralasan hal tersebut merupakan keinginan kalangan usaha, yang 
menilai saat ini kondisi perekonomian Indonesia belum stabil, akibat pandemi 
COVID-19. Jadi Bahlil disebut juga penjahat demokrasi oleh KontraS.

  a.. Dea Tunggaesti
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyatakan 
persetujuannya terhadap wacana penambahan masa jabatan presiden Jokowi menjadi 
tiga periode. Menurut Dea, PSI akan mendukung hal tersebut jika dilakukan 
melalui mekanisme amandemen konstitusi.

  a.. Airlangga Hartarto
Penjahat demokrasi selanjutnya adalah Airlangga Hartarto. Ia menjabat sebagai 
Ketua Umum Partai Golkar. Ia juga tercatat sebagai Menteri Koordinator bidang 
Perekonomian di Kabinet yang disusun Presiden Joko Widodo. Ia mengklaim wacana 
penundaan pemilu merupakan aspirasi dari masyarakat dan hal tersebut harus 
diserap.

  a.. Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang masuk 
dalam koalisi pendukung Presiden Joko Widodo. Ia mengklaim banyak akun media 
sosial yang setuju dengan wacana penundaan pemilihan umum dalan satu atau dua 
tahun. Sama seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Muhaimin Iskandar juga mengklaim 
memiliki big data yang berjumlah 100 juta orang.

  a.. Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan disebut sebagai penjahat demorasi terakhir oleh KontraS. ia 
merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam beberapa kesempatan 
yang dan partainya menyatakan setuju apabila pemilu 2024 diundur, dengan 
sejumlah pertimbangan. (Web Warouw)


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1D961A61E7714AA88C324C7A5EA7089B%40A10Live.

Reply via email to