Xi Jinping: Genggam Erat Nasib di Tangan Sendiri 2022-04-21 16:03:50 https://indonesian.cri.cn/2022/04/21/ARTI8NbQPe3GW0LPHznd7RqX220421.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.2
Presiden Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan konferensi tahunan Forum Asia Bo’ao 2022 secara virtual pada Kamis pagi ini (21/4) dan menyampaikan pidato pentingnya. Xi Jinping menekankan bahwa perdamaian dan kestabilan regional bukan berkat dari Tuhan dan bukan pemberian dari negara mana pun, melainkan hasil upaya bersama negara-negara regional. Saat ini, Lima Prinsip Hidup Berdampingan secara Damai dan Semangat Bandung yang diprakarsai oleh negara-negara Asia semakin menunjukkan makna nyatanya. Semua pihak hendaknya berpegang pada prinsip-prinsip saling menghormati, sama derajat dan saling menguntungkan, hidup berdampingan secara damai, menerapkan kebijakan bersahabat rukun tetangga, menggenggam erat nasib dalam tangan sendiri. Xi Jinping menekankan, menggantikan zero sum game dengan dialog dan kerja sama, menggantikan ketertutupan dan pengasingan dengan keterbukaan dan sikap inklusif, menggantikan hegemoni dengan pertukaran dan saling belajar, adalah pikiran dan pandangan Asia yang selayaknya. Baik negara besar maupun kecil, baik di dalam maupun di luar kawasan, seharusnya memperindah Asia dan bukannya mengacaukannya, hendaknya bersama menempuh jalan pembangunan yang damai, bersama-sama menyusun rencana kerja sama dan menang bersama, membangun keluarga Asia yang bersolidaritas dan maju bersama. Xi Jinping menekankan bahwa setiap unilateralisme dan egoisme ekstrem pada dasarnya tidak dapat dijalankan di dunia masa kini, semua tindakan pelepasan keterkaitan, pemutusan pasokan, dan penekanan ekstrem pada dasarnya tidak benar, sedangkan berbagai tindakan yang membuat lingkaran kecil dan memprovokasi konfrontasi dengan garis ideologis juga tidak benar. Semua pihak harus melaksanakan pandangan tata kelola global yang berdiskusi bersama, membangun bersama dan menikmati bersama, mengembangkan nilai bersama umat manusia, memprakarsai pertukaran dan pembelajaran bersama peradaban yang berbeda. Hendaknya menjunjung multilateralisme sejati, dengan teguh memelihara sistem internasional dengan PBB sebagai intinya, dan ketertiban internasional yang berdasarkan pada hukum internasional. Khususnya negara besar, harus memberi contoh, memprakarsai kesetaraan, kerja sama, kredibilitas dan aturan hukum, menunjukkan citra sebagai sebuah negara besar. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/37C1CBB3D8024B47BC1564741BC929A8%40A10Live.
