Sorotan Mahfud ke BPK Usai Ade Yasin Tersangkut Suap Demi WTP
Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2022 08:00 WIB
https://news.detik.com/berita/d-6058277/sorotan-mahfud-ke-bpk-usai-ade-yasin-tersangkut-suap-demi-wtp?single=1


Menko Polhukam Mahfud Md (Dok. Kemenko Polhukam)

Jakarta - Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam 
kasus dugaan suap ke pegawai BPK Perwakilan Jabar agar Pemkab Bogor meraih 
predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Sorotan mengarah ke lembaga pemeriksa 
keuangan negara itu karena mencuatnya isu 'WTP ada harganya'.

Dalam perkara ini, Ade Yasin disebut menyuap oknum BPK Perwakilan Jabar hingga 
Rp 1,9 miliar agar Kabupaten Bogor yang dipimpinnya bisa kembali mendapat 
predikat WTP.

KPK menetapkan delapan tersangka. Berikut ini rinciannya:


Pemberi Suap:
1. Ade Yasin, Bupati Kabupaten Bogor periode 2018-2023
2. Maulana Adam, Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor
3. Ihsan Ayatullah, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor
4. Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Penerima Suap:
1. Anthon Merdiansyah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar 
III/Pengendali Teknis
2. Arko Mulawan, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim 
Kabupaten Bogor
3. Hendra Nur Rahmatullah Karwita, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa
4. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa


Baca juga:
KPK Geledah 2 Lokasi di Bandung Terkait Kasus Bupati Bogor Ade Yasin

Menko Polhukam Mahfud Md kemudian bicara soal kasus suap Bupati Bogor Ade Yasin 
kepada pegawai BPK agar dapat WTP. Mahfud menyebut tidak selalu status WTP 
menandakan instansi bersih dari korupsi.

"Memang pemeriksaan di BPK itu memang lebih menekankan pada kebenaran 
administratif dan prosedur. Oleh sebab itu, kita banyak melihat 
instansi-instansi yang WTP itu banyak juga yang korupsi di dalamnya," kata 
Mahfud setelah meninjau command center PJR Korlantas Polri Km 29, Cikarang, 
Jumat (29/4).

Mahfud meminta adanya evaluasi dari pihak BPK agar tak ada kejadian serupa 
terulang. Pasalnya, isu predikat WTP bisa dibeli itu telah lama mencuat.

Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan KPK sebagai tersangka suap terkait pengurusan 
laporan keuangan Pemkab Bogor. Ia menjadi tersangka KPK bersama sejumlah pihak 
lainnya. (Grandyos Zafna/detikcom)

Baca juga:
Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Dokumen-Uang Asing di Kasus Bupati Bogor

"Kita berharap agar BPK juga membenahi diri agar tidak ada. Dulu kan ada isu 
WTP itu ada harganya. Jangan-jangan ini masih ada," jelas Mahfud.

Mahfud mengatakan isu harga bagi predikat WTP yang dikeluarkan BPK itu harus 
bisa dihilangkan oleh BPK sendiri. Dia menyebut hal itu terkait dengan 
kepercayaan dari masyarakat.

"Dulu saat saya (Ketua) MK itu saya sudah bicara ke BPK 'saya kok dapat WTP 
terus?'. Saya melihatnya memang peluang untuk tidak baik itu masih ada. Oleh 
sebab itu, di tahun 2012, saya bilang supaya di BPK itu mekanismenya 
diperketat. Jangan ada lagi isu WTP bisa dibeli," tutur Mahfud.

"Ini katanya sih yang di Bogor kalau saya baca kan kasarnya mau membeli WTP. 
Nah, itu akan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap BPK kalau itu masih 
terjadi," tambahnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Konstruksi Perkara

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan BPK Perwakilan Jawa Barat menugaskan Tim 
Pemeriksa untuk melakukan audit pemeriksaan interim (pendahuluan) atas Laporan 
Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2021 Pemkab Bogor. Tim pemeriksa terdiri 
dari Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Karwita, Gerri 
Ginajar Trie Rahmatullah dan Winda Rizmayani.

Kelimanya ditugaskan mengaudit berbagai pelaksanaan proyek di antaranya pada 
Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Lalu, sekitar Januari 2022, diduga ada kesepakatan 
pemberian sejumlah uang antara Hendra dengan Ihsan Ayatullah selaku Kasubid Kas 
Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, dan Maulana Adam selaku Sekdis Dinas PUPR 
Kabupaten Bogor.

Tujuannya, 'mengkondisikan' susunan tim audit interim. Ade Yasin kemudian 
menerima laporan dari Ihsan soal laporan keuangan Pemkab Bogor yang ternyata 
jelek, dan akan berakibat opini disclaimer jika diaudit BPK Perwakilan Jawa 
Barat.

Baca juga:
Bupati Bogor Terjerat Rasuah, Lalu Tunjuk Hidung Anak Buah

"Selanjutnya AY (Ade Yasin) merespons dengan mengatakan 'diusahakan agar WTP'," 
ucap Firli.

Sebagai realisasi kesepakatan, Ihsan dan Maulana diduga memberikan uang 
sejumlah sekitar Rp 100 juta dalam bentuk tunai kepada Anthon selaku pegawai 
BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknisdi di 
salah satu tempat di Bandung. Anthon kemudian mengkondisikan susunan tim sesuai 
dengan permintaan Ihsan, di mana nantinya obyek audit hanya untuk satuan kerja 
perangkat daerah (SKPD) tertentu.

Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan KPK sebagai tersangka suap terkait pengurusan 
laporan keuangan Pemkab Bogor. Ia menjadi tersangka KPK bersama sejumlah pihak 
lainnya. (Grandyos Zafna/detikcom)

Baca juga:
Lebaran Tahun Ini Bupati Bogor Ade Yasin Menginap di Rutan

"Proses audit dilaksanakan mulai bulan Februari 2022 s/d April 2022, dengan 
hasil rekomendasi di antaranya bahwa tindak lanjut rekomendasi tahun 2020 sudah 
dilaksanakan, dan program audit laporan keuangan tidak menyentuh area yang 
mempengaruhi opini," ungkap Firli.

Adapun temuan fakta tim audit ada di Dinas PUPR, salah satunya pekerjaan proyek 
peningkatan Jalan Kandang Roda-Pakan Sari dengan nilai proyek Rp 94,6 miliar, 
yang pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan kontrak.

Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh Ade 
Yasin melalui Ihsan dan Maulana pada tim pemeriksa. Di antaranya, dalam bentuk 
uang mingguan dengan besaran minimal Rp 10 juta, hingga total selama 
pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Ade Yasin Tunjuk Hidung Anak Buah

Saat hendak meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Ade 
Yasin sempat bersuara terkait kasus yang menyandungnya. Sang Bupati yang telah 
berompi oranye itu menyebut kasus ini terjadi karena kesalahan anak buah.

"Ya saya dipaksa untuk bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buah saya, 
tapi sebagai pemimpin saya harus siap bertanggung jawab," kata Ade Yasin saat 
keluar dari gedung Merah Putih KPK usai diperiksa secara intensif dan 
dihadirkan dalam konferensi pers, Kamis (28/4).

"Itu ada inisiatif dari mereka, jadi ini namanya IMB inisiatif membawa 
bencana," imbuh Ade Yasin.

Baca juga:
KPK Duga Modus Suap demi WTP Seperti Bupati Bogor Terjadi di Kementerian

Ade Yasin dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya sekitar pukul 05.56 WIB. Dalam 
kesempatan itu, kepada wartawan, Ade menegaskan dirinya tidak terlibat suap 
terhadap oknum BPK Perwakilan Jabar.

"Tidak (terlibat, nggak ada (yang memerintah)," katanya.

Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan KPK sebagai tersangka suap terkait pengurusan 
laporan keuangan Pemkab Bogor. Ia menjadi tersangka KPK bersama sejumlah pihak 
lainnya. (Grandyos Zafna/detikcom)

Baca juga:
KPK Bawa 3 Koper Usai Geledah Rumah Dinas Bupati Bogor Ade Yasin

Pasal yang Disangkakan

Sebagai pemberi suap, yakni Ade Yasin, Maulana Adam, Ihsan Ayatullah, dan Rizki 
Taufik disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang 
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak 
Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai penerima suap yakni Anthon, Arko, Hendra, dan Gerri 
disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 
31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah 
diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas 
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 
Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(rfs/rfs)

Baca artikel detiknews, "Sorotan Mahfud ke BPK Usai Ade Yasin Tersangkut Suap 
Demi WTP" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6058277/sorotan-mahfud-ke-bpk-usai-ade-yasin-tersangkut-suap-demi-wtp.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6AE2D7D28FDE4BDBA74C70665805DF96%40A10Live.

Reply via email to