Usulan Jenderal Andika, Anak Eks Petinggi PKI MH Lukman, Tatiana Lukman: 
Penuntasan Masalah HAM Berat Lebih Penting
Galih Prasetyo Senin, 04 April 2022 | 09:01 WIB

Ilustrasi aturan seleksi TNI terbaru, Jenderal Andika Perkasa 
(Ig/jenderaltniandikaperkasa)
SuaraBekaci.id - Publik tengah dihebohkan dengan pernyataan dari Panglima TNI, 
Jenderal TNI Andika Perkasa terkait keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) 
diperbolehkan mendaftar menjadi Prajurit TNI.
Salah satu anak dari petinggi PKI, MH Lukman, Tatiana Lukman mengatakan bahwa 
pernyataan dari Jenderal Andika Perkasa sebenarnya tidak memiliki dampak untuk 
keluarga korban 1965-66.
"Saya tidak melihat arti penting dari pernyataan Jenderal Andika itu," kata 
Tatiana Lukman saat dihubungi oleh Suara.com, Senin (4/4/2022).
"Saya pikir, Jenderal Andika sendiri juga sadar bahwa keputusan itu sebenarnya 
tidak punya dampak yang berarti bagi keluarga para korban 65 dan masyarakat 
pada umumnya. Oleh karena itu berani ia menampilkannya," jelas Tatiana.
Baca Juga:Keturunan PKI Diizinkan Jadi Prajurit TNI, Mahfud MD: Normatifnya 
Memang Tidak Ada
Lebih jauh, Tatiana kemudian menjelaskan bahwa pernyataan dari Jenderal Andika 
itu justru menimbulkan efek negatif untuk keluarga korban 65-66.
Pernyataan itu malah menurut Tatiana malah membuat keluarga korban 65-66 
menjadi sasaran fitnah dari kelompok yang kontra dengan pernyataan Jenderal 
Andika.
"Kalau dalam prakteknya, pernyataan Jenderal Andika itu justru menimbulkan 
kembalinya segala macam fitnah terhadap keluarga korban 65, maka orang jadi 
tahu apa sebetulnya tujuan dari dikeluarkannya keputusan itu," papar Tatiana.
Dikatakan oleh Tatiana, bahwa yang terpenting saat ini bukan keturunan PKI bisa 
menjadi prajurit TNI atau tidak tetapi bagaimana pemerintah bisa menyelesaikan 
masalah pelanggaran HAM berat.
"Justru masalah besar dan pokok yang sampai sekarang terus dihindari 
penyelesaiannya adalah pelanggaran HAM berat, kejahatan terhadap kemanusiaan 
sejak 1965 sampai kejahatan-kejahatan yang terjadi di tahun-tahun berikutnya, 
seperti misalnya pembunuhan terhadap Munir, tragedi Semanggi, penembakan 
Petrus," paparnya.
Baca Juga:Sorotan Berita Kemarin, Survei Simulasi Duet Capres Sampai Isu 
Keturunan PKI Boleh Daftar TNI
Tatiana Lukman juga melihat bahwa saat ini yang dibutuhkan masyarakat ialah 
pemerintah bisa pro kepada kaum tani dan tidak mengeluarkan kebijakan yang 
bertolak dengan kepentingan rakyat.
"Di samping itu, kejahatan dan ketidak adilan terus terjadi terhadap kaum tani 
yang membela tanahnya dari perampasan korporasi swasta atau Negara, Omnibus Law 
dengan dampaknya yang sangat serius terhadap kaum buruh dan kelas pekerja 
lainnya, pembangunan yang sama sekali tidak bertolak dari kepentingan rakyat 
dan masyarakat, dan tak memperdulikan masalah lingkungan,"
Tatiana juga menyebut bahwa keputusan Jenderal Andika soal keturunan PKI bisa 
menjadi prajurit TNI tidak berarti jika melihat kondisi demokratis di Indonesia.
"Begitu besarnya masalah pelanggaran HAM , pembungkaman dan pengebirian hak-hak 
demokratis rakyat yang terus berjalan sampai sekarang, sehingga keputusan itu 
semakin tidak ada artinya," tutupnya.



Sent from Mail for Windows

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1935749975.80692.1651311068784%40yahoo.com.

Reply via email to