Kemenhan Rusia: Tentara Rusia Selamatkan 80 Penduduk Sipil dari Pabrik Baja 
Azovstal
2022-05-02 10:35:35  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/02/ARTIESESW6BqgoNdOAoFSCKn220502.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.12

Kementerian Pertahanan Nasional Rusia hari Minggu (01/05) kemarin menyatakan 
bahwa tentara Rusia telah mengevakuasi 80 warga sipil dari Pabrik Baja 
Azovstal, Mariupol, Ukraina, termasuk wanita dan anak-anak.


Dikabarkan oleh situs web Kementerian Pertahanan Nasional Rusia, tentara Rusia 
mengevakuasi warga sipil dengan jalan kemanusiaan di bawah mode diam.

Dikabarkan, semua warga sipil yang diselamatkan telah dievakuasi ke tempat 
permukiman di Donetsk, dan diberikan pertolongan akomodasi, makanan dan medis 
yang diperlukan. Bagi warga sipil yang ingin pergi ke daerah yang dikontrol 
pihak Ukraina, tentara Rusia telah menyerahkan mereka ke wakil dari PBB da ICRC 
(Komite Internasional Palang Merah).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengunjungi Rusia pada 26 April lalu, 
dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Seusai 
pembicaraan tersebut, Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric 
menyatakan bahwa Putin secara principal menyetujui PBB dan ICRC mengevakuasi 
warga sipil dari Pabrik Baja Azovstal.






Menlu Rusia: Tidak Berencana Selesaikan Aksi Militer Khusus Menjelang 9 Mei
2022-05-02 10:03:13  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/02/ARTIkOfR768z4PGW4AvzbyoN220502.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13Dikabarkan
 dari situs web Kementerian Pertahanan Rusia hari Minggu kemarin (1/5), Menteri 
Luar Negeri Rusia Sergai Lavrov menyatakan bahwa Rusia tidak berencana untuk 
menyelesaikan aksi militer khusus di Ukraina menjelang Hari Peringatan 
Kemenangan Pembelaan Nasional yang jatuh pada 9 Mei mendatang.

Lavrov dalam wawancaranya dengan media mengatakan bahwa Rusia tidak berencana 
untuk sengaja menyelesaikan aksi militer spesialnya di Ukraina pada hari 
tertentu termasuk Hari Peringatan Kemenangan pada 9 Mei. Rusia akan merayakan 
hari kemenangan dengan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Lavrov mengatakan bahwa perkembangan aksi militer spesial di Ukraina harus 
“meminimalkan risiko terhadap warga sipil dan pasukan Rusia”.

Selain itu Lavrov menyatakan bahwa Rusia tidak menuntut Zelensky menyerah, tapi 
menuntut dia segera membebaskan semua warga sipil dan menghentikan perlawanan. 
Rusia “tidak menargetkan  penggulingan otoritas Ukraina”.





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/126E885F47DB4445A52E1F8DD9A3844E%40A10Live.

Reply via email to