AWAS GAEEEZ…! Begini Vaksin Pfizer Berefek Hepatitis 
ByTim Redaksi
https://bergelora.com/awas-gaeeez-begini-vaksin-pfizer-berefek-hepatitis/7 Mei 
20220
Ilustrasi Pfizer. (Ist)
JAKARTA- Vaksin Pfizer alias BNT162b2 dikenal sebagai salah satu vaksin dengan 
efikasi (tingkat kemanjuran) terbaik dalam menangkal infeksi virus corona.

Menurut studi yang dimuat The New England Journal of Medicine, 2 dosis vaksin 
Pfizer terbukti 95 persen efektif mencegah infeksi COVID-19 pada orang berusia 
16 tahun atau lebih.

Namun, siapa sangka, sebuah penelitian terbaru menemukan efek samping vaksin 
Pfizer dapat menimbulkan hepatitis alias peradangan hati (liver).

Vaksin Pfizer Picu Hepatitis

Dikutip dari Klikdokter.com Sabtu (7/5), Bergelora.com di Jakarta melaporkan
Riset soal efek samping vaksin Pfizer picu hepatitis dipublikasikan melalui 
Journal of Hepatology pada 21 April 2022 lalu. Hasil penelitiannya diterbitkan 
selang beberapa hari setelah WHO mengumumkan kemunculan kasus hepatitis akut 
misterius pada anak di Inggris.

Studi dilakukan setelah seorang pria berusia 52 tahun mengeluhkan gejala 
hepatitis akut. Gejala tersebut muncul sekitar 2-3 pekan usai pria itu disuntik 
vaksin Pfizer.

Hepatitis akut adalah peradangan hati yang terjadi tiba-tiba. Kondisi ini 
menyebabkan penderitanya mengalami gejala, di antaranya:

  a.. Urine berwarna gelap 
  b.. Tinja berwarna abu-abu dan pucat 
  c.. Kulit gatal 
  d.. Mata dan kulit menguning (jaundice) 
  e.. Nyeri otot dan sendi 
  f.. Demam 
  g.. Mudah lelah 
  h.. Sakit perut 
  i.. Nafsu makan menurun
Para peneliti kemudian menyelidiki lebih jauh penyebab vaksin Pfizer memicu 
hepatitis. Salah satu dugaannya adalah kondisi autoimun yang menyebabkan sistem 
kekebalan tubuh (imun) menyerang sel-sel sehat di hati.

Penyakit hepatitis autoimun bisa dipicu oleh vaksinasi dan reaksi berlebih imun 
ketika terinfeksi COVID-19. Peneliti menduga, pria itu terinfeksi virus corona 
setelah memperoleh vaksin Pfizer.

Untuk memastikan hal tersebut, pasien pria diobati menggunakan kortikosteroid, 
yaitu kelompok obat untuk meredakan peradangan di dalam tubuh.

Mulanya, pria itu diobati menggunakan kortikosteroid bernama Budesonide oral. 
Namun, ternyata gejala peradangan liver masih bisa kambuh.

Kemudian, pria itu diberikan terapi pengobatan steroid sistemik yang bekerja 
melalui aliran darah untuk mengobati peradangan pada beberapa bagian tubuh. 
Penggunaan steroid sistemik ternyata efektif mengurangi gejala hepatitis akut.

Berangkat dari temuan tersebut, peneliti semakin yakin bahwa penyebab hepatitis 
akut adalah kondisi autoimun akibat vaksinasi dan infeksi SARS-CoV-2.

Sejumlah pemeriksaan kemudian dilakukan guna mengetahui hubungan antara vaksin 
Pfizer, infeksi COVID-19, dan reaksi sistem kekebalan tubuh.

Peneliti menemukan, vaksin Pfizer dan infeksi COVID-19 memicu tubuh 
menghasilkan sel kekebalan yang secara keliru menyerang sel sehat di hati dan 
menyebabkan hepatitis.

Bagaimana Vaksin Pfizer Memengaruhi Sistem Imun Tubuh Saat Terinfeksi COVID-19?

Ketika disuntikkan, vaksin Pfizer bekerja dengan menginstruksikan sel-sel tubuh 
agar membuat protein spike.

Protein spike alias protein lonjakan digunakan coronavirus untuk memasuki sel 
tubuh manusia dan membuatnya lebih menular. Nah, potongan DNA protein yang 
terdapat pada bagian permukaan virus SARS-CoV-2 tersebut terkandung di dalam 
vaksin Pfizer.

Berdasarkan potongan DNA protein spike di dalam vaksin, sel tubuh membuat 
protein serupa. Lalu, sistem imun membangun respons kekebalan dan memproduksi 
antibodi. Protein kemudian dihancurkan.

Tubuh selanjutnya belajar membangun pertahanan, guna mencegah infeksi 
coronavirus di kemudian hari. Salah satunya yaitu dengan mengaktifkan sel T.

Sel T atau T-cell berperan menyerang antigen dengan spesifik. Antigen adalah 
zat dari luar tubuh, termasuk virus corona, yang memicu sistem imun 
menghasilkan antibodi.

Sel pelindung tersebut hanya diaktifkan ketika SARS-CoV-2 menginfeksi tubuh.

Ketika pasien pria terinfeksi COVID-19 usai memperoleh vaksin Pfizer, sistem 
kekebalannya menghasilkan sel T. Terdapat dua jenis sel T yang dihasilkan, 
yaitu sel T CD8 dan sel T reaktif.

Sel T CD8 adalah jenis sel kekebalan yang dapat melindungi tubuh dari infeksi 
virus corona. Sementara, sel T reaktif adalah jenis sel T CD8 yang bereaksi 
berlebihan ketika tubuh terinfeksi COVID-19.

Peneliti menemukan sel T reaktif menumpuk di organ hati pasien pria penderita 
hepatitis akut. Alih-alih melindungi tubuh, sel T reaktif ternyata justru 
menyerang sel-sel sehat di hati dan memicu hepatitis.

Karena itulah, peneliti menyimpulkan vaksin Pfizer dapat memicu sistem 
kekebalan memproduksi sel T yang dapat merusak hati. Hal ini terjadi ketika 
orang yang sudah divaksinasi terinfeksi virus corona.

Menanggapi temuan, dr. Devia Irine Putri mengatakan masih dibutuhkan penelitian 
lanjutan untuk mengonfirmasi cara kerja vaksin Pfizer memicu sel kekebalan 
penyebab hepatitis.

Efek samping vaksin Pfizer diduga dapat memicu hepatitis. Meski begitu, Anda 
tidak perlu khawatir, sebab manfaat yang diberikan vaksin ini dinilai lebih 
besar dibanding risiko yang ditimbulkannya.

Jika Anda punya gangguan kesehatan tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi 
kepada dokter. Jadi, dokter dapat merekomendasikan jenis vaksin COVID-19 yang 
sesuai kondisi Anda!

Konsultasi dengan dokter kini bisa lebih cepat dan praktis lewat LiveChat, 
bersama tim dokter umum dan spesialis tepercaya.

Mau tahu info paling update seputar virus corona? Download sekarang aplikasi 
KlikDokter, lengkap dan akurat! (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2D8AF7E8996543949E10B31891B725E8%40A10Live.

Reply via email to