https://mediaindonesia.com/megapolitan/490887/diapresiasi-wfh-usai-lebaran-bisa-diterapkan-tiap-tahun



Sabtu 07 Mei 2022, 16:05 WIB 

Diapresiasi, WFH Usai Lebaran Bisa Diterapkan Tiap Tahun

 Mediaindonesia | Megapolitan 

  Diapresiasi, WFH Usai Lebaran Bisa Diterapkan Tiap Tahun ANTARA 
FOTO/Aprillio Akbar Kendaraan pemudik melintas saat pemberlakuan "one way" arus 
balik di Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat. KETUA Bidang Advokasi dan 
Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno 
menilai, keputusan pemerintah mengizinkan ASN bekerja secara daring dan menunda 
jadwal masuk sekolah di beberapa provinsi sebagai upaya mengurai arus balik 
mudik layak diapresiasi. "Itu namanya manajemen waktu, di mana waktu untuk 
bergerak itu dikelola dan saya kira itu akan membantu (mengurai kemacetan). 
Nanti (puncak) arus balik tidak akan menjadi ekstrem dan akan terurai," 
tuturnya kepada Media Indonesia, Sabtu (7/6). Hal yang perlu diperhatikan 
terkait manajemen waktu tersebut ialah kondisi fisik para pemudik. Menurut 
Djoko, itu akan membuat pemudik lebih lelah. Terlebih pemudik dengan kendaraan 
pribadi tergolong besar. Karenanya dia mendorong perbaikan tata kelola angkutan 
umum, tidak saja di kota besar, melainkan di tiap daerah. Itu bertujuan agar 
masyarakat di daerah maupun pemudik bisa melakukan mobilitas dengan leluasa. 
"Dua tahun ini memang ada perbaikan tapi belum masif, karena memang tidak 
mudah. Menambah kapasitas jalan tidak begitu menyelesaikan masalah," terang 
Djoko. Baca juga: Volume Arus balik di Nagreg Mulai Sama dengan Puncak Arus 
Mudik Lebih lanjut, dia meyakini manajemen waktu mudik yang dilakukan saat ini 
dapat diaplikasikan kembali di tahun-tahun berikutnya. Para pekerja swasta, 
ASN, maupun BUMN dapat leluasa mudik dan kembali tanpa khawatir terjebak dengan 
kemacetan. Djoko juga memberikan catatan positif pada momen mudik tahun ini. 
Sebab, berdasarkan data Jasa Raharja, hingga H+3 lebaran tingkat kecelakaan 
lalu lintas turun hingga 28% dari 5.713 laka lantas di 2019 menjadi 4.107 laka 
lantas di 2022. Demikian halnya dengan jumlah meninggal dunia akibat laka 
lantas. Hingga H+3 lebaran 2022 terjadi penurunan hingga 49% menjadi 568 korban 
meninggal dunia dari 2019 yang tercatat sebanyak 1.123 korban meninggal dunia. 
(OL-4)   TAGS: # Mudik # Rekayasa Lalin # Ar

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/megapolitan/490887/diapresiasi-wfh-usai-lebaran-bisa-diterapkan-tiap-tahun







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220507180811.ba2c396e71fcd9b5c3f8304e%40upcmail.nl.

Reply via email to