Xi Jinping Ceritakan Peninggalan Budaya Tiongkok kepada Dunia
2022-05-18 12:28:07 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/18/ARTITNCHOnO25sBj516FbQnh220518.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.3

Tanggal 18 Mei adalah Hari Museum Internasional. Museum adalah istana penting 
untuk melindungi dan mewariskan peradaban manusia. Peninggalan budaya tak hanya 
mewariskan budaya indah suatu bangsa, tapi juga memainkan peranan yang istimewa 
dalam mendorong pertukaran dan saling belajar peradaban dunia. 

Presiden Xi Jinping menilai tinggi arkeologi dan perlindungan peninggalan 
budaya, serta menekankan bahwa pekerjaan peninggalan budaya di era baru 
hendaknya menunjukkan pesona peradaban Tionghoa dengan lebih baik dan 
meningkatkan kemampuan penyebaran internasional peradaban Tionghoa melalui 
berbagai jalur. 

Beberapa tahun ini, di berbagai okasi internasional, Xi Jinping memaparkan 
cerita Tiongkok kepada dunia melalui peninggalan-peninggalan budaya yang indah, 
dalam peradaban yang berbeda-beda, Xi menyarankan perlunya mendorong sikap 
saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis, menjadikan 
pertukaran peradaban sebagai jembatan untuk meningkatkan persahabatan rakyat 
berbagai negara, sebagai pendorong kemajuan masyarakat internasional, dan 
pengikat yang menjaga perdamaian dunia.




Terakota yang terkenal di seluruh dunia telah memainkan peranan penting dalam 
pertukaran antara peradaban Tiongkok dan luar negeri. 

Pada tanggal 27 Maret 2014, Xi Jinping dalam pidatonya di Markas Besar UNESCO 
PBB pernah mempromosikan harta budaya Tionghoa ini kepada dunia.




Selain itu, Xi juga memaparkan cerita tentang tembikar Dinasti Tang Tiongok 
yang bergaya eksotis di Museum Kuil Famen, Baoji, Provinsi Shaanxi.

Selama ribuan tahun, sejumlah besar peninggalan budaya yang indah tersebar di 
Jalur Sutra Maritim dan Jalan Sutra Darat, seperti mutiara yang dirangkai 
melalui pertukaran budaya dan perdagangan. 

Pada tanggal 14 Mei 2017, Presiden Xi dalam pidato utamanya di depan Upacara 
Pembukaan Forum Puncak Kerja Sama Internasional ‘Sabuk dan Jalan’ di Beijing, 
ia menyebutkan dua bukti benda sejarah, yaitu ‘Ulat Sutra Perunggu Emas’ dan 
bangkai kapal ‘Batu Hitam’ yang tenggelam selama ribuan tahun.









-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C28522C6DD084C78BAE8C4601C81CEF1%40A10Live.

Reply via email to