Xi Jinping dan Ayahnya
2022-05-24 10:53:09 
https://indonesian.cri.cn/2022/05/24/ARTIp2LTVsao4XQGfJsjZpLW220524.shtml?spm=C77783.PmN9xF4e5AAS.EGdOvrGeKwm1.12

         

Ada kisahnya, ada kehangatan dan kekuatan.

“Anda bagaikan seekor sapi selalu rajin bekerja demi rakyat Tiongkok. Ini juga 
menggairahkan saya mencurahkan tenaga seumur hidup ke dalam usaha mengabdi 
kepada rakyat.” Demikian kata Xi Jinping dalam surat ucapan selamat tahun baru 
kepada ayahnya, Xi Zhongxun.





Xi Jinping mengatakan, dirinya berharap mewarisi dan menarik banyak watak luhur 
ayahnya, salahsatu di antaranya ialah loyalitas kepada tanahair.

“Saya adalah anak tani.”





Xi Zhongxun adalah seorang pemimpin yang berasal dari massa rakyat. Ia selalu 
menyebutkan dirinya sebagai anak tani dan selalu memandang dirinya sebagai 
salah seorang dari rakyat bekerja.





Pada zaman revoluasi tanah, Xi Zhongxun yang berumur di bawah 20 tahun mulai 
membentuk pangkalan perbatasan Shaanxi dan Gansu. Ia selalu meninjau kembali 
hubungan erat antara partai dan massa rakyat dalam perjuangan pembentukan 
pangkalan. Ia mengatakan, tanpa dukungan massa rakyat, tiada segala hal yang 
diperoleh.

Orang yang selalu memiliki perasaan mendalam kepada rakyat dan berupaya 
menyejahterakan rakyat akan dianggap orang yang paling dekat oleh massa rakyat. 
Di tempat kerja Xi Zhongxun di pangkalan selalu penuh dengan para warga tiap 
hari dan mereka selalu menganggap kawan Xi Zhongxun sebagai sahabat yang paling 
dekat.





Pada tahun 1969, Xi Jinping yang berumur belum sampai 16 tahun datang di 
Brigade Liangjiahe dari Beijing. Ia sebagai seorang pemuda yang turun ke bawah 
dan bekerja sebagai seorang petani makan, bekerja dan tinggal bersama dengan 
para warga Dataran Tinggi Tanah Kuning selama 2.400 hari. 

Ia menjalin hubungan erat dengan warga setempat dan juga sangat memahami 
keadaan pedesaan Tiongkok, suka dan duka rakyat jelata serta keadaan pokok 
negara Tiongkok.





Setiap detail kehidupan di Liangjiahe selalu menyentuh dan menghangatkan hati 
Xi Jinping.

Berasal dari rakyat dan berakar dalam rakyat merupakan cita-cita awal anggota 
Partai Komunis Tiongkok dua generasi Xi Jinping dan ayahnya.   





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6829F8EF22DF4F2DA1FC750551F06AC3%40A10Live.

Reply via email to