Unjuk Rasa Warga Jepang Menentang Pertemuan Pemimpin Jepang-AS
2022-05-24 15:47:33  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/24/ARTID9mMXIhhfMXkF7c6ohfD220524.shtml






Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio 
Kishida mengadakan pembicaraan di Tokyo pada hari Senin kemarin (23/5). 
Sejumlah warga Jepang mengadakan unjuk rasa di Tokyo untuk menentang pertemuan 
pemimpin Jepang-AS tersebut dan menentang pembicaraan perang.







Para pengunjuk rasa menyatakan, salah satu topik yang dibahas dalam pembicaraan 
kedua pemimpin negara itu adalah ‘Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik’ yang 
dicetuskan oleh AS, tapi semua itu sepenuhnya mempertimbangkan kepentingan AS 
yang penuh bahaya tersembunyi, maka harus diwaspadai.






Kawasan Asia Pasifik Hendaknya Waspadai Intrik Baru AS
2022-05-24 11:43:46  
https://indonesian.cri.cn/2022/05/24/ARTI0liicbaSCosHDzjX4ODt220524.shtml


Sebuah kartu baru “Strategi Indo Pasifik” AS muncul secara resmi. Pada hari 
Senin kemarin(23/5),  pemimpin AS yang tengah berkunjung di Jepang mengumumkan 
dihidupkan apa yang disebut Kerangka Ekonomi Indo Pasifik IPEF. 

Akan tetapi, kerangka ini selain mengkhotbahkan pelepasan kaitan dengan 
Tiongkok pada rantai pensuplaian dan dengan tegas menyatakan tidak menurunkan 
tarif produk yang masuk ke pasar AS, kebanyakan isinya samar-samar. Ada analisa 
yang mengatakan bahwa itu sama sekali suatu trik AS untuk menggaet keuntungan.

Motivasi kerangka tersebut tidak murni sejak dikemukakan dan nyaris ditujukan 
pada Tiongkok. Kerangka itu sama sekali tidak ingin berbisnis dengan 
negara-negara Asia, hanya mempertimbangkan bagaimana membentuk kelompok untuk 
memperoleh keunggulan teknologi , mengintensifkan hegemoni ekonomi serta 
membendung dan mencegat Tiongkok.

Ternyata intrik AS tersebut ditujukan kepada Tiongkok , tapi biar bagaimana 
upayanya, juga sulit menggoyahkan prospek pembangunan kawasan Asia Pasifik. 
Asia Pasifik merupakan kawasan yang tinggi globalisasi dan perdagangan bebas, 
dengan prestasi sangat menonjol. 

Sebagai ekonomi kedua terbesar di dunia, Tiongkok kini merupakan mitra dagang 
terbesar mayoritas negara di kawasan itu. Pasar yang berskala super besar 
dengan populasi 1,4 miliar jiwa terbuka secara menyeluruh kepada negara-negara 
kawasan, apakah AS dapat berbuat demikian juga?

Asia Pasifik adalah kancah kerja sama dan pembangunan, bukan percaturan 
geopolitik. Kerangka Ekonomi Indo Pasifik yang dibentuk AS dengan paksa itu 
sengaja menimbulkan pelepasan keterkaitan ekonomi, blokade teknologi dan 
memutus rantai idnustri, pasti akan merugikan kepentingan fundamental kawasan. 

Terhadap pengacau yang berniat jahat, negra-negara Asia hendaknya membuka mata 
dan memelihara kewaspadaan, dan dengan ketat menguasai nasib pembangunan di 
tangan sendiri. Kekuatan yang ingin mengisolasi Tiongkok akan menemukan 
kenyataan yang terisolasi terakhir justru adalah mereka sendiri.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/58A7979C91E8478CB57004F8F6A4CCA1%40A10Live.

Reply via email to