Kalau Pater Beek turut berkecimpun, dia ini hanya seorang dari grup minoritas, lantas bagaimana dengan tokoh-tokoh agama lain dan organisasi-organisasi seperti Ansor dan perwira-perwira TNI?
On Wed, May 25, 2022 at 4:10 AM Chan CT <[email protected]> wrote: > > > > https://www.nahimunkar.org/matinya-loyalis-jokowi-ajianto-dwi-nugroho-terkuak-contoh-soal-yang-ngaku-islam-tapi-benci/ > > Matinya Loyalis Jokowi Ajianto Dwi Nugroho Terkuak Contoh soal yang Ngaku > Islam tapi Benci > <https://www.nahimunkar.org/matinya-loyalis-jokowi-ajianto-dwi-nugroho-terkuak-contoh-soal-yang-ngaku-islam-tapi-benci/> > Posted on 19 Mei 2022 > by *Nahimunkar.org <https://www.nahimunkar.org/author/ibnuahmad/>* > > - *ALIRAN SESAT LAIN* > <https://www.nahimunkar.org/seputar/aliran-sesat/aliran-sesat-lain/> > - *NASIONAL* <https://www.nahimunkar.org/seputar/berita/nasional/> > - *SEPILIS* <https://www.nahimunkar.org/seputar/aliran-sesat/sepilis/> > > > - Ada Tulisan, Ajianto disebut sebagai kader Peter Beek yang beralih > agama ke Islam > > Cuplikan tulisan silakan simak. > > *** > > *Orang-Orang Fundamentalis Katolik, Kristen, dan Kiri di Lingkaran Jokowi* > <https://www.nahimunkar.org/orang-orang-fundamentalis-katolik-kristen-dan-kiri-di-lingkaran-jokowi/> > > Posted on 25 April 2014 > > by *Nahimunkar.org* <https://www.nahimunkar.org/author/nahimunkar/> > > . > > *(Membongkar Peranan Jacob Soetoyo)* > > Oleh: M. Sembodo > > - Pater Beek, seorang rohoniawan Jesuit kelahiran Belanda, melihat > bahwa setelah komunis tumpas ada lesser evil [setan kecil], yaitu: Islam. > Untuk menghancurkan setan kecil tersebut, Pater Beek menganjurkan kaum > fundamentalis Katolik dalam Kasebul (organisasi fundamentalis Katolik > bernama Kasebul [kaderisasi sebulan] ) bekerjasama dengan Angkatan Darat. > - Selain itu, guna menghadapi ancaman Islam perlu dibentuk lembaga > pemikir yang bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah. Maka kemudian > dibentuklah CSIS. > - Silahkan mengobrak-abrik semua analisa politik, tetap saja penyokong > utama Jokowi ada tiga itu: fundamentalis Katolik [CSIS/Kasebul], > fundamentalis Kristen [James Riyadi dkk], dan faksi PSI [Goenawan Mohamad > dkk]. Nah, mengapa mereka turun bersama-sama mendukung Jokowi? > - Bangkitnya Islam politik tentu saja dianggap sebagai ancaman. > Sepanjang Pemilu Orde Baru, perolehan suara partai Islam dalam Pemilu 2014 > adalah yang terbesar. > - Agar tak menyatu, partai yang berideologi Islam dibuat bimbang. Para > pengamat sudah mulai bekerja dengan berbagai argumentasi bahwa poros > partai-partai Islam sulit untuk diwujudkan. Terutama PKS yang akan > dijadikan target kebimbangan ini. Mereka tak begitu khawatir dengan PKB, > misalnya. Sosok Muhaimin Iskandar sudah dikenal sebagai orang pragmatis. > Gus Dur saja ia khianati, apalagi umat Islam. > - Maka diarahkan PKS untuk mendukung Jokowi. Dukungan ini penting > untuk memperlihatkan bahwa Jokowi yang didukung Amerika lewat tiga > tangannya tadi mendapatkan legitimasi dari partai Islam yang ideologis, > yaitu PKS. Maka oponi pun diarahkan dengan berbagai argumentasi agar PKS > merapat ke Jokowi. Bila jebakan ini berhasil menjerat PKS sehingga kemudian > mendukung Jokowi dan tak berhasil membangun poros sendiri, maka hanya satu > kata: wassalam. Satu benteng itu telah runtuh. > - …yang terhibur dengan boneka bunraku bernama Jokowi bila kelak > menjadi presiden adalah: fundamentalis Katolik [CSIS/Kasebul], > fundamentalis Kristen [James Riyadi dkk] dan PSI [Goenawan Mohamad > dkk]—yang ketiganya merupakan kaki tangan ndoro-ndoro di Amerika Serikat > sana. > > …. > > Tentu banyak yang terperangah ketika Jacob Soetoyo bisa mempertemukan > beberapa duta besar negara-negara ‘hiu’ dengan Jokowi dan Megawati. Siapa > sebenarnya Jacob Soetoyo? > > Jacob memang lebih dikenal sebagai pengusaha. Tapi, dalam konteks menjadi > fasilitator pertemuan Jokowi-Mega dengan para duta besar tersebut, tentu > kapasitasnya sebagai bagian dari CSIS [Centre for Strategic and > International Studies]. Sudah banyak yang tahu bahwa CSIS merupakan lembaga > pemikir Orde Baru yang memberikan masukan strategi ekonomi dan politik pada > Soeharto. Tapi, yang belum banyak diketahaui adalah hubungan CSIS dengan > organisasi fundamentalis Katolik bernama Kasebul [kaderisasi sebulan] yang > didirikan oleh Pater Beek, SJ. Tentang apa dan bagaimana Kasebul itu, > silakan baca tulisan saya di [[Tikus Merah <http://tikusmerah.com/?p=1056> > ]] > > Pada awalnya, Kasebul didirikan untuk memerangi komunisme. Setelah > komunisme [PKI] dihancurkan oleh Soeharto, tujuan Kasebul beralih melawan > dominasi Islam. Pater Beek, seorang rohoniawan Jesuit kelahiran Belanda, > melihat bahwa setelah komunis tumpas ada lesser evil [setan kecil], yaitu: > Islam. Untuk menghancurkan setan kecil tersebut, Pater Beek menganjurkan > kaum fundamentalis Katolik dalam Kasebul bekerjasama dengan Angkatan Darat. > > Selain itu, guna menghadapi ancaman Islam perlu dibentuk lembaga pemikir > yang bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah. Maka kemudian dibentuklah > CSIS. Pater Beek mempunyai pemikiran sebagaimana diungkapkan Ricard Tanter: > > “Visi [Pater] Beek pibadi atas peran Gereja, Gereja harus berperan dalam > mengatur negara kemudian mengalokasikan orang-orang yang tepat untuk > bekerja di dalam dan melalui negara.”[1] > > Atas visi tersebut maka tugas dibebankan pada CSIS. Lembaga ini menurut > Daniel Dhakidae merupakan penggabungan antara politisi dan cendekiawan > Katolik dengan Angkatan Darat. Lembaga inilah yang kemudian memasok dan > menjaga agar Orde Baru menerapkan negara organik versi gereja pra konsili > Vatikan II.[2] > > Siapa sosok yang berperan dalam pendirian CSIS? Sosok tersebut adalah Ali > Moertopo. Selama ini dikenal sebagai kepercayaan Soeharto, tapi > kedekatannya dengan Pater Beek belum banyak terungkap Ali pertamakali > bekerjasama dengan Pater Beek dalam operasi pembebasan Irian Barat. > Berdasarkan catatan Ken Comboy, saat itu tugas Ali sebagai perwira > intelijen.[3] Pada saat yang bersamaan, Pater Beek juga berada di Irian > Barat. Ia menyamar sebagai guru. Tugas sebenarnya dari Pater Beek adalah > menjaga agar proses pembebasan Irian Barat tetap menguntungkan kepentingan > Amerika. Tugas ini berhasil. Sebagaimana kita ketahui, sampai saat ini > Freeport masih menguasai tambang emas di Papua. > > Setelah CSIS berhasil dibentuk oleh Ali Moertopo, tugas pelaksa harian > diserahkan pada 3 kader Kasebul: Jusuf dan Sofian Wanandi serta Harry Tjan > Silalahi. Menurut Mujiburrahman, Jusuf dan Sofian Wanandi merupakan kader > utama Kasebul yang dididik Pater Beek. Sewaktu mahasiswa dan pergolakan > politik tahun 1965, keduanya menjadi bagian penting dari PMKRI [Pergerakan > Mahasiswa Katolik Indonesia]. Sedangkan Harry Tjan Silalahi kader Kasebul > yang ditempatkan di Partai Katolik sebagai sekretaris jenderal.[4] Tiga > orang inilah yang hingga sekarang menahkodai CSIS. Lewat lembaga inilah > kebijakan anti Islam dijalankan. > > Pater Beek memang piawai dalam usaha menghancurkan Islam. Ia tidak hanya > memakai orang Katolik seperti Jusuf Wanandi dan Harry Tjan untuk > melakukannya, tapi juga memakai orang Islam sendiri. Ali Moertopo, > misalnya, ia tumbuh dari keluarga santri, tetapi lewat CSIS dan Operasi > Khususnya justru mengobok-obok Islam. Sebut nama lain seperti Daoed > Joesoef. Ia seorang muslim asal Sumatera Timur, tapi berhasil digunakan > oleh Pater Beek untuk membuat kebijakan yang merugikan umat Islam. Sewaktu > menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ia melarang sekolah > libur pada hari Ramadhan dan siswi yang beragama Islam dilarang menggunakan > jilbab. > > Bahkan tidak hanya itu. Kader Pater Beek dalam Kasebul juga dilatih > menyusup dengan pindah agama menjadi Islam. Sebut saja Ajianto Dwi Nugroho. > Sewaktu masih mahasiswa di Fisipol UGM ia berpacaran dengan mahasiswa IKIP > Yogyakarta [sekarang UNY] yang berjilbab. Sekarang ia menikah dengan janda > beranak satu yang beragama Islam. Dan, Ajianto saat ini mempunyai KTP yang > mencantumkan agamanya adalah Islam. Ajianto merupakan kader Kasebul > generasi baru yang masuk dalam lingkaran jasmev pada era Pilkada DKI untuk > memenangkan Jokowi. Sekarang ia bergabung dalam lingkaran PartaiSocmed > dengan target menjadikan Jokowi sebagai presiden. Itulah kehebatan > kader-kader Kasebul dalam menjalankan misinya. > > Selengkapnya silakan simak di sini: > > > https://www.nahimunkar.org/orang-orang-fundamentalis-katolik-kristen-dan-kiri-di-lingkaran-jokowi/ > > *** > > Matinya Ajianto terkuak betapa bencinya pada tokoh-tokoh Islam, hingga dia > kumpulkan foto tokoh2 Islam yang ia benci dengan komentar yang berisi > alupan (dia senang kalau tokoh2 Islam itu tiada alias mati). Ternyata > Ajianto justru lebih dulu mati. > > Silakan simak. > > *** > Loyalis Jokowi Ajianto Dwi Nugroho Meninggal, Netizen Ungkap Jejak Digital > Pembenci HRS > > > > > <https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjusAd-YM7muyBpJf9bPs1U_8qnv3Ngq_cIABQd7KQulRqcPuiIsjTexSZ8Qzn8xao5673cU8BQyGEadLT_2fKGll8TwN_unIlwF0irk8ZyU1nnW9DsAfTxXctxvxX53xdwcICaauK8HWDcoKGzg7E8VNdPM3LvHR6t5Z8g_PBfZ_ePKSLPk74IzHSSsQ/s1600/aji3.jpg> > > > <https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrr6OM_ZC-Y0nqCzINZUqc04hMZHfhYaOJzugt-hD6OB-FwLVhwJMu_3WvMdlCPBRJYKkxmGLxFbjNZ4am_lv6geicYqwyVXEFyD5RRq9xeiBZArjw5B8_Xy9r5mI8p2TccvYhsnK-UfPZWTGoD6xchwY2RtkmwFmlI2TKGv6ZfmDqH247jIHWTW9PUg/s1600/aji.jpg> > > *[PORTAL-ISLAM.ID <http://www.portal-islam.id/>]* Aktivis sekaligus > pendiri Seknas Muda Jokowi, Ajianto Dwi Nugroho, meninggal dunia pada Rabu > kemarin (18/5/2022). > > > > Seorang tokoh loyalis Jokowi itu adalah sahabat dekat Gubernur Jawa Tengah > Ganjar Pranowo. > > > > Ganjar datang ke rumah duka di Pondok Baru Permai k-9 Gentan, Baki, > Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk memberikan penghormatan terakhir. Ketika > Ganjar tiba, dia disambut tangis haru keluarga. > > > > “Mas Ajianto ini teman saya sekolah. Beliau ini aktivis yang kalau saya > bilang *ora duwe udel* (tidak punya lelah). Semangatnya luar biasa,” > ungkap Ganjar setelah melayat, seperti dilansir *fajar.co.id > <http://fajar.co.id>*. > > > > Bagi Ganjar, Ajianto adalah salah orang yang berjasa dalam hidupnya. > “Beberapa kali Mas Aji bersama saya dalam banyak perjuangan,” ucapnya. > > > > Politisi PDIP itu bahkan selalu menjaga komunikasi dengan Ajianto dan > setiap Ganjar ke Jakarta. Keduanya selalu menyempatkan waktu untuk bertemu. > > > > Pertemuan terakhir Ganjar dengan Ajianto terjadi pada Desember tahun lalu, > saat acara Nitilaku UGM. > > > > “Saya ketemu Desember kemarin, Mas Aji ini masih *mrenges* (tersenyum). > Saya tahu beliau menahan sakit, tetapi wajahnya menampilkan ketegaran yang > menurut saya luar biasa,” ujar Ganjar. > > > > Di media sosial, jejak digital tokoh loyalis Jokowi ini diungkap netizen. > > > > Diantaranya postingan di akun facebooknya (31 Jan), Ajianto Dwi Nugroho > memposting kumpulan foto dengan caption tulisan: > > > > *“Sy tdk membenci org, tetapi sy, merasa lebih baik bila org org ini Tidak > ada”* > > > > Dalam foto-foto itu diantaranya ada Habib Rizieq Shihab, Habib Bahar, > Munarman, Anies Baswedan, Hidayat Nur Wahid, Ustadz Adi Hidayat, UAS, Din > Syamsuddin, Aa Gym, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas dll, hingga Jusuf Kalla. > > > > Sekarang, Ajianto Dwi Nugroho yang malah “Tidak ada” lagi di alam dunia > ini, berpindah ke alam kubur/ awal alam akhirat. > > > > Dan semua manusia akan mempertanggungjawabkan sendiri-sendiri. > > > > > *pic.twitter.com/qVGJNH2g6s* <https://t.co/qVGJNH2g6s> > > > *— Pocut Sarina[image: ❤] (@CutSarina5) May 18, 2022 > <https://twitter.com/CutSarina5/status/1527055674022121474?ref_src=twsrc%5Etfw>* > > > *Sampai jumpa di pengadilan akhiratpic.twitter.com/fNp7CP7BgQ > <https://t.co/fNp7CP7BgQ>* > > > *— Inka Putri Lestari (@Inkaputri81) May 18, 2022 > <https://twitter.com/Inkaputri81/status/1527057524695760896?ref_src=twsrc%5Etfw>* > > [PORTAL-ISLAM.ID] Kamis, 19 Mei 2022 SOSIAL MEDIA > > (nahimunkar.org) > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0001A0DB9C024B4DAAF2C93F06B4C350%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0001A0DB9C024B4DAAF2C93F06B4C350%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ATf-sTt9VXRHcJr_ivA89sG%2BiJTsi4Qar241NE6cjU2g%40mail.gmail.com.
