Sungguh kasihan rakyat Ukraina yang SALAH pilih seorang badut macam Zelensky 
menjadi presidennya, ... entah berapa banyak rakyat tak berdosa jatuh korban, 
lebih 5 juta warga Ukraina merana dengan segala penderitaan hidup sebagai 
pengungsi, akibat KEBODOHAN Zelensky menjadikan Ukraina TUMBAL bagi AS-NATO 
untuk gebuk dan hancurkan Rusia, ...! Ukraina dijadikan AS-NATO menghamburkan 
senjata kedaluarsa digudang tanpa peduli negaranya hancur porak-poranda, berapa 
banyak rakyatnya jatuh, ...
Sanksi-berat yang dijatuhkan pada Rusia, dalam kenyataan juga bukan saja TIDAK 
BERHASIL gembosi Rusia, tapi juga tidak jalan! Bagaimana mungkin negara-negara 
Eropa hentikan gas dan minyak dari Rusia sebelum ada penggantinya??? Negara 
lain masih dibulan Maret dituntut embargo gas-minyak Rusia, AS sendiri sampai 
akhir April masih saja TETAP membeli minyak Rusia yang lebih murah itu, ...! 
Zelensky masih juga TIDAK MENGERTI atau begitu BODOH tidak bisa melihat mengapa 
Hongaria TIDAK BISA hentikan menerima gas Rusia, dan, ... tidak pula melihat 
gas ke Hongaria itu melalui pipa-gas lewat Ukraina yang setiap saat dia bisa 
perintah tutup krannya! Kenpa itu TIDAK dilakukan? Bukankah karena jumlah 
aliran gas dalam pipa-gas yang melewati Ukraina itu, Rusia harus kasih komisi 
yang menjadi pemasukan Ukraina, ...! Bagaimana mungkin diputuuuuus, ...! 
Hehehee, ....
Sudahlah, daripada hanya memaki-maki dan menyalahkan sana-sini yang makin 
menampakkan diri seperti baduuut, lebih baik perhitungkan kekuatan/kemampuan 
Ukraina sendiri dalam meenghadapi Rusia, TANPA bersandar bantuan AS-NATO 
menemukan jalan keluar DAMAI, secepat mungkin mencapai kesepakatan yang bisa 
diterima dengan Rusia untuk menyelamatkan negara dan RAKYAT Ukraina!

Zelenskiy cela UE karena gagal setujui larangan impor minyak Rusia
 Selasa, 31 Mei 2022 06:08 WIB
 
Foto Dokumen: Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Eropa, tempat 
pembicaraan Brexit berlangsung, di Brussels, Belgia, 24 Desember 2020. 
ANTARA/REUTERS/Yves Herman

Tidak ada kompromi untuk saat ini sama sekali,
Brussels (ANTARA) - Para pemimpin Uni Eropa pada Senin menjelaskan bahwa mereka 
akan gagal menyepakati larangan impor minyak Rusia pada pertemuan puncak di 
Brussels, yang memicu kritik cepat dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy 
yang mengecam mereka karena terlalu lunak terhadap Moskow.

Uni Eropa telah meluncurkan lima paket sanksi sejak Rusia menginvasi Ukraina 
lebih dari tiga bulan lalu, menunjukkan kecepatan dan persatuan yang tidak 
seperti biasanya mengingat rumitnya tindakan tersebut.

Tetapi kurangnya kesepakatan pada paket keenam - dan khususnya larangan minyak 
- memunculkan perjuangan untuk memperluas sanksi karena risiko ekonomi bagi 
Eropa meningkat, ketika begitu banyak negara bergantung pada minyak mentah 
Rusia.

Baca juga: Minyak naik di atas 121 dolar karena China longgarkan pembatasan

Para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa akan menyepakati pada pertemuan puncak 
dua hari tentang kemungkinan prinsip embargo minyak, draf kesimpulan KTT mereka 
menunjukkan. Tapi mereka akan meninggalkan keputusan sulit untuk nanti.

"Tidak ada kompromi untuk saat ini sama sekali," Perdana Menteri Hongaria 
Viktor Orban, yang negaranya telah menjadi penentang utama untuk sebuah 
kesepakatan, mengatakan saat ia tiba untuk KTT.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang mengusulkan paket sanksi 
terbaru pada awal Mei, setuju: "Kami belum sampai di sana."

Ada kesepakatan luas pada sisa paket, termasuk memutus bank terbesar Rusia, 
Sberbank, dari sistem pesan SWIFT, melarang penyiar Rusia dari Uni Eropa dan 
menambahkan orang ke daftar yang asetnya dibekukan.

Tapi Zelenskiy mencela kurangnya tekad Uni Eropa.

"Mengapa Anda bergantung pada Rusia, pada tekanan mereka, dan bukan sebaliknya? 
Rusia harus bergantung pada Anda. Mengapa Rusia masih dapat memperoleh hampir 
satu miliar euro per hari dengan menjual energi?" Zelenskiy bertanya kepada 
para pemimpin Uni Eropa.

"Mengapa bank teroris masih bekerja dengan Eropa dan sistem keuangan global? 
Pertanyaan serius," katanya.

Baca juga: Minyak naik ke tertinggi 2 bulan jelang pertemuan UE atas sanksi 
Rusia

Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas mengatakan lebih realistis untuk 
mengharapkan kesepakatan tentang embargo minyak dalam beberapa minggu, 
mudah-mudahan pada KTT Uni Eropa berikutnya pada 23-24 Juni.

Beberapa mengeluh keras atas kurangnya kesepakatan.

"Kita melupakan gambaran besarnya," kata Perdana Menteri Latvia Krisjanis 
Karins. "Ini hanya uang. Orang Ukraina membayar dengan nyawa mereka."

Draf teks yang dilihat oleh Reuters - yang mungkin masih direvisi lagi - akan 
mengkonfirmasi bahwa paket sanksi keenam akan mencakup larangan impor minyak 
melalui laut, dengan minyak pipa yang dipasok ke Hungaria, Slovakia, dan 
Republik Ceko yang terkurung daratan akan dikenai sanksi di beberapa waktu 
kemudian.

Namun, para pemimpin akan menugaskan diplomat dan menteri untuk menyetujui cara 
kerjanya, termasuk dengan memastikan persaingan yang adil antara mereka yang 
masih mendapatkan minyak Rusia dan mereka yang terputus.

Orban mengatakan Hongaria akan siap untuk mendukung kesepakatan "jika ada 
solusi untuk keamanan pasokan energi Hongaria, kita belum mendapatkannya 
sekarang".

Baca juga: Uni Eropa akan setujui embargo minyak Rusia "dalam beberapa hari" 
lagi

Hongaria menerima minyak Rusia melalui pipa yang mengalir melalui Ukraina. 
Setelah awalnya meminta pengecualian untuk jaringan pipa, Hongaria telah 
menambahkan tuntutan baru dan sekarang mencari jaminan pasokan.

"Setiap kali ada masalah dipertimbangkan dan solusi teknis untuk 
menyelesaikannya ditawarkan, tuntutan baru diajukan ... itu adalah target yang 
bergerak, tidak mungkin untuk mencapai kesepakatan seperti itu," kata seorang 
diplomat Uni Eropa.

Salah satu hasil nyata dari KTT tersebut adalah kesepakatan tentang paket 
pinjaman Uni Eropa senilai 9 miliar euro (9,7 miliar dolar AS), dengan komponen 
kecil hibah untuk menutupi sebagian bunga, agar Ukraina dapat mempertahankan 
pemerintahannya dan membayar upah sekitar dua bulan.

Para pemimpin juga akan mendukung pembentukan dana internasional untuk 
membangun kembali Ukraina setelah perang, dengan rincian yang akan diputuskan 
kemudian.

Para pemimpin juga akan berjanji untuk mempercepat pekerjaan untuk membantu 
Ukraina memindahkan biji-bijiannya ke luar negeri ke pembeli global melalui 
kereta api dan truk karena angkatan laut Rusia memblokir rute laut yang biasa. 
Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2A9BCF7E17BD4A9187A43F87F515DFCC%40A10Live.

Reply via email to