PBNU soal Konvoi Khilafatul Muslimim: Ide Khilafah Hanya Pecah Belah Bangsa
Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 01 Jun 2022 07:10 WIB

Foto: Konvoi motor bawa poster 'Khilafah Islamiyah' di Cawang, Jaktim, viral di 
media sosial (Foto: tangkapan layar video)

Jakarta - Rombongan pemotor yang konvoi membawa poster hingga bendera 
bertulisan 'Khilafatul Muslimin' menghebohkan publik. Ketua PBNU Ahmad Fahrur 
Rozi (Gus Fahrur) menilai aksi konvoi itu tak dibenarkan.
"Aksi itu tidak dapat dibenarkan, perlu dipanggil dan ditertibkan, diberi 
wawasan kebangsaan bahwa ideologi khilafah bertentangan dengan konsensus 
nasional NKRI," ujar Gus Fahrur ketika dihubungi, Selasa (31/5/2022).

Fahrur menekankan bentuk pemerintahan NKRI sudah final. Dia menyebut ideologi 
khilafah hanya buat kekacauan.


"Ide khilafah itu hanya akan memecah belah bangsa dan membuat kekacauan," tutur 
Fahrur.

Baca juga:
Tanggapi Konvoi Khilafatul Muslimin, MUI Brebes: Separatis!

Menurut Fahrur tidak ada negara di dunia yang mengizinkan ideologi khilafah 
dikembangkan.




"Memimpikan semua negara dalam satu khalifah adalah utopia, hal yang tidak 
masuk akal," lanjutnya.

Cerita Warga Terima Selebaran

Petugas keamanan toko baju, Sholeh, mengaku melihat rombongan pesepeda motor 
yang membawa poster dan bendera Khilafatul Muslimin itu melintas di Jalan Raya 
Bogor. Dia mengatakan rombongan tersebut juga membagikan selebaran.

Sholeh mengaku tidak mengetahui tujuan rombongan konvoi sepeda motor itu 
membagikan selebaran serta membawa berbagai atribut hingga poster bertulisan 
'Khilafatul Muslimin Wilayah Jakarta Raya, Sambut Kebangkitan Khilafah 
Islamiyah'.

Setelah membagikan selebaran, rombongan konvoi tersebut kemudian melanjutkan 
perjalanannya ke arah Bogor.

Baca juga:
Khilafatul Muslimin Tolak Dikaitkan Terorisme, Klaim Beda dengan HTI

"Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bogor, Jawa Barat," ujar 
Fachrizal, salah satu pedagang yang sempat melihat saat rombongan membagikan 
selebaran.

Menag: Khilafah Tak Boleh di RI

Video sejumlah pemotor konvoi 'kebangkitan khilafah' di Cawang, Jaktim, viral 
di medsos. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan khilafah jelas 
dilarang di Indonesia.

"Yang jelas khilafah tidak boleh di Indonesia," kata Yaqut kepada wartawan, 
Senin (30/5).

Dalam video yang dilihat detikcom, poster bertuliskan kata-kata 'khilafah' 
sengaja dipasang di bagian belakang motor. Pengendara sepeda motor mengenakan 
baju berwarna hijau.

Polisi Selidiki Konvoi Khilafah

Polisi bakal menyelidiki pengendara motor (pemotor) yang terlibat dalam konvoi 
tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan aturan hukum 
di Indonesia tidak menganut sistem khilafah dalam bernegara.

"Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan juga apa yang menjadi 
ketentuan di dalam perundang-undangan kita bahwa bangsa Indonesia ini bukan 
berdasarkan khilafah," kata Kombes Zulpan, Senin (30/5).

Menurutnya, setelah identitas para pemotor terlibat konvoi itu telah diketahui, 
pihaknya akan segera melakukan pemanggilan untuk meminta keterangan terkait 
maksud dan tujuan konvoi tersebut. Polisi akan mengedepankan edukasi kepada 
para pemotor yang terlibat konvoi khilafah itu ketimbang memberikan sanksi.

(isa/idn)

Baca artikel detiknews, "PBNU soal Konvoi Khilafatul Muslimim: Ide Khilafah 
Hanya Pecah Belah Bangsa" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6104835/pbnu-soal-konvoi-khilafatul-muslimim-ide-khilafah-hanya-pecah-belah-bangsa.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/39D64AACCB71450993FDD5A2F65830E0%40A10Live.

Reply via email to