https://www.eramuslim.com/berita/opini/fpi-reborn-atau-pki-reborn.htm   FPI
REBORN ATAU PKI REBORN ?

Redaksi – Rabu, 7 Zulqa'dah 1443 H / 8 Juni 2022 06:57 WIB

[image:
https://i0.wp.com/www.eramuslim.com/media/2021/09/rizal-fadillah.jpeg?resize=640%2C570&ssl=1]

Eramuslim.com

by M Rizal Fadillah

Deklarasi palsu oleh FPI palsu untuk dukungan palsu telah terjadi di Monas
yang awalnya di Patung Kuda. Peserta yang konon dibagi uang 150 ribu per
orang banyak yang merasa tertipu atau terjebak. Bendera FPI dibagikan dan
dikibarkan secara demonstratif. Pidato “penggerak” berisi dukungan kepada
Anies Baswedan untuk Presiden 2024. Terbongkar nyata bahwa itu adalah massa
FPI buatan atau jadi-jadian.

Fitnah keji dimainkan Eddy sang koordinator, siapa dan bagaimana harus
diusut mulai dari sini. Atau mulai dari yang minta maaf viral di video.
Mudah sekali untuk melacak aksi ini apalagi bagi institusi setingkat
Kepolisian yang sudah sangat profesional. Problem klasiknya adalah adakah
kemauan politik untuk itu ?

Kasar sekali permainan politik di negeri ini, tidak menampilkan wajah
negara berkemanusiaan yang adil dan beradab. Lebih berwarna machiavelisme.
Menggambarkan betapa rendahnya moral dan peradaban bangsa. Memfinah dan
merekayasa sepertinya menjadi hal yang biasa. Diketahui oleh masyarakat pun
tidak membuat bersalah, malu apalagi berdosa.

Buzzer bersorak serasa mendapat batu loncatan untuk memframing bahwa Anies
didukung “organisasi terlarang” FPI padahal tidak ada putusan hukum yang
menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang, tapi ya itulah suka suka saja.
Setelah kedok terbongkar buzzer kini menjadi terbujur. Mau ngoceh apa lagi.
Buzzer tuh memang tak pernah berfikir pakai otak tapi pake “bujur”.

Berpolitik fitnah adalah kriminal. FPI yang tak bersalah terus dihabisi
dengan segala cara. Tokohnya di penjara dengan tuduhan sumier dan
mengada-ada, anggota laskar dibunuh keji, kegiatan dihalangi, organisasinya
pun akhirnya dibubarkan. Semua itu dipastikan akan tergores sebagai catatan
hitam dari kezaliman rezim saat ini.

Hayo usut biang keladi aksi dukungan palsu tersebut. Buktikan ini bukan
rekayasa institusi resmi. Tapi kerja kelompok yang ingin mengacaukan negara
dengan jalan fitnah dan adu domba. Buzzer yang berteriak serempak apakah
ikut terkecoh atau memang menjadi bagian dari disain jahat untuk
memdedkreditkan FPI dan Anies Baswedan ?

FPI itu awalnya Front Pembela Islam yang berubah menjadi Front Persaudaraan
Islam. Hal ini untuk menjaga semangat da’wah dan persaudaraan umat dan
sesama anak bangsa.
Kini tangan-tangan tidak bertanggungjawab mencoba meminjam FPI dan
menjadikan langkahnya sebagai Front Pemfitnah Islam, atau Front Penipu
Indonesia.

Patung Kuda dan Monas dikotori oleh para pendemo tipu-tipu.
FPI reborn atau PKI reborn ?

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 8 Juni 2022



Lucu juga komentar netizen katanya jika FPI asli pasti akan dilarang untuk
melakukan aksi, dibubarkan, bahkan mungkin ditangkap. Akan tetapi untuk
aksi FPI yang bebas mengibarkan bendera dan dikawal oleh aparat, maka
dipastikan itu adalah FPI palsu. Jadi ternyata bukan hanya ada tukang gigi
palsu, tukang perhiasan palsu, atau tukang rambut palsu tetapi juga ada
tukang demo palsu dan tukang bikin organisasi palsu.

FPI dibenci dan ditakuti tapi kadang juga dibutuhkan. Peristiwa sandiwara
patung kuda dan monas kemarin adalah bukti bahwa FPI memang dibutuhkan.
Sekurangnya untuk melakukan gerilya politik bernuansa fitnah.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DvBqa%3D9_9vQU-bac5cHSpXWsiPc83MLO4o9bBMX_o6QA%40mail.gmail.com.

Reply via email to