Kegiatan Yang Dihadiri Menteri Pertahanan Tiongkok dan AS Ini Patut Diperhatikan
2022-06-11 15:33:59  
https://indonesian.cri.cn/2022/06/11/ARTInCnDrubZQjqDa95g0vrx220611.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.17



Dialog Shangri-La dibuka di Singapura hari Jumat kemarin (10/06). Forum 
multilateral penting yang berfokus pada keamanan Asia Pasifik ini selalu 
dihadiri oleh Menteri Pertahanan Tiongkok dan AS.


Kini, hubungan Tiongkok dan AS sedang berada pada persimpangan yang penting. 
Pertentangan dan konfrontasi atau dialog dan kerja sama?

Permainan zero-sum atau saling menguntungkan dan menang bersama? Pendirian 
Tiongkok selalu jelas dan konsekwen, AS hendaknya memikirnya dengan baik dan 
mengambil pilihannya.

Hubungan tentara kedua negara adalah bagian penting dalam hubungan kedua 
negara, karena AS terus melakukan provokasi dan pencegahan agar hubungan 
tentara kedua negara menghadapi banyak kesulitan dan tantangan.

Pengendalian resiko oleh tentara kedua negara sangat penting bagi pendorongan 
hubungan Tiongkok dan AS kembali ke rel perkembangan yang sehat dan stabil.

Dialog yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Tiongkok dan AS mana yang patut 
diperhatikan?

Dialog ini diadakan setelah pemerintah Joe Biden pertama kali mengurai 
kebijakan terhadap Tiongkok secara sistematis. Perubahan yang terbesar 
dibandingkan pemerintah AS lalu adalah pembentukan lingkungan strategis di 
sekitar Tiongkok dengan melakukan persekuuan.

Dalam forum yang lalu, AS pernah mengembar-gemborkan topik yang dikontrolnya 
dengan keunggulan jumlah pengikutnya. Namun dalam dialog Shangri-La kali ini, 
semakin banyak negara mengajukan kritik terhadap opini dan perbuatan AS. 
Khususnya dalam situasi internasional yang kompleks tahun ini, AS hendaknya 
mempertimbangkan biayanya kalau ingin mengaduk yang benar dan salah di Asia 
Pasifik yang arus utama adalah perdamaian dan perkembangan.

Ketika bergaul dengan Tiongkok, sejumlah orang AS memperhatikan keunggulan yang 
disebut dan dapat dilihat sekarang, selalu ingin berbicara bertolak dari status 
kekuatannya.

Namun dilihat dari hubungan Tiongkok dan AS secara menyeluruh, aksi ini sangat 
tidak bijaksana, khususnya dalam aksi pelaksanaan kesepahaman kepala negara 
Tiongkok dan AS.

Seusai dialog tersebut, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin akan menuju Thailand 
dan bertemu dengan pejabat Kementerian Pertahanan Thailand. AS ingin menarik 
Thailand untuk berkoordinasi dengan strategi India Pasifiknya.

Namun belum lama berselang, Wakil Perdana Menteri selaku Menteri Luar Negeri 
Thailand dalam kunjungannya di Tiongkok mengimbau  harus menghargai perdamaian 
dan perkembangan Asia yang sulit diperoleh.

AS ingin membuat sesuatu dengan masalah keamanan Asia, tentu saja harus lebih 
dahulu bertanya setuju atau tidak negara Asia.

Bagi Tiongkok dan AS, bukanlah tiada kesepahaman mengenai banyak masalah 
termasuk pengendalian perselisihan.

Dilihat dari segi ini, kalau Menteri Pertahanan Tiongkok dan AS dapat berbicara 
tatap muka di dialog tersebut, dan itu pasti mempunyai arti positifnya.

Tiongkok berharap membentuk hubungan negara besar yang berkembang sehat dan 
stabil dengan AS, tapi Tiongkok pasti akan membela kepentingan dan kehormatan 
negara, AS seharusnya tidak meremehkan ketetapan hati dan kemampuan Tiongkok.  
Tiongkok  berbicara demikian dan pasti dapat melakukannya.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/13FAAFCE738C44E096C2837EE90191BE%40A10Live.

Reply via email to