JANGAN MAU DIHASUT…! 
Negara-negara BRICS, Venezuela, dan Thailand Tolak Bergabung dengan Koalisi AS 
Melawan Rusia 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/jangan-mau-dihasut-negara-negara-brics-venezuela-dan-thailand-tolak-bergabung-dengan-koalisi-as-melawan-rusia/

JAKARTA- Di tengah deraan sanksi dan kutukan dari penjuru dunia, masih banyak 
negara yang mempertahankan hubungannya dengan Rusia. Mereka tidak tergoyahkan 
dengan seruan AS untuk bergabung dengan koalisi melawan Moskow.

“Presiden AS Joe Biden terus berupaya membujuk negara-negara netral, termasuk 
India, Brasil, Israel, dan negara-negara Teluk Persia, untuk menjatuhkan sanksi 
kepada Rusia, Menerapkan tekanan diplomatik ke pihak Rusia, dan memberikan 
bantuan militer ke Ukraina,” tulis kolumnis Lara Jakes dan Edward Wong dalam 
sebuah artikel untuk New York Times, baru-baru ini.

India dan Israel memiliki kerjasama dengan AS di bidang keamanan, tetapi sampai 
sejauh ini tidak ada dari mereka yang menyatakan keinginan untuk mengikuti 
seruan AS tersebut.

Washington kemudian memperluas koalisinya ke Kanada, Jepang, Korea Selatan, 
Australia, dan Selandia Baru. Langkah itu mendapat kecaman dari Beijing.

“Para pejabat AS menyadari tantangan dalam mencoba membujuk negara-negara lain 
untuk menyelaraskan kepentingan mereka dengan upaya AS dan Eropa untuk 
mengisolasi Rusia,” kata Jakes dan Wong dalam artikelnya.

Uganda, Pakistan dan Vietnam menuduh koalisi pimpinan AS berusaha melawan Rusia 
dengan meniadakan kemungkinan pembicaraan damai lewat bantuan militer ke 
Ukraina.

Barat juga meningkatkan tekanan pada Moskow untuk menjatuhkan sanksi, dengan 
beberapa negara mengumumkan pembekuan aset Rusia. Berbagai perusahaan pun 
meninggalkan negara itu.

Tidak berhenti sampai di situ deraan yang diterima Rusia, Uni Eropa bahkan 
telah menyetujui enam paket sanksi yang mempertimbangkan embargo bertahap pada 
impor batu bara dan minyak pada khususnya.

Namun, hingga saat ini Rusia berhasil memulihkan rubel. Itu karena Kremlin 
menjaga hubungan baiknya dengan negara-negara BRICS, juga dengan Venezuela dan 
Thailand.

Kepada Bergelora.com.di Jakarta dilaporkan BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, 
India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Ini adalah kelompok lima negara yang 
pertumbuhan ekonominya pesat. Akronim ini pertama dicetuskan oleh Goldman Sachs 
pada tahun 2001.

Apa yang dilakukan Barat adalah perang ekonomi yang tiada duanya, yang belum 
pernah terjadi sebelumnya.

Kremlin mengatakan, kebijakan penahanan dan pelemahan Rusia adalah strategi 
jangka panjang Barat. Sanksi itu sendiri akan berdampak luas bukan saja untuk 
Rusia, tetapi juga berimbas dan memberikan pukulan serius bagi seluruh ekonomi 
dunia.

Presiden Vladimir Putin pernah mengatakan, tujuan utama Amerika Serikat dan 
Eropa adalah membuat kehidupan jutaan orang menjadi lebih buruk. (Calvin G. 
Eben-Haezer)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C125C0902A3F44C1BD11A7F537F1E79D%40A10Live.

Reply via email to