Written byI76Wednesday, June 15, 2022 11:00

https://www.pinterpolitik.com/celoteh/semut-merah-koalisi-malu-malu/
Semut Merah, Koalisi Malu-malu?
Setelah muncul Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), kali ini muncul koalisi yang 
digagas oleh dua partai berbasis massa Islam, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa 
(PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang oleh mereka dijuluki Koalisi 
Semut Merah. Lantas, apakah Koalisi Semut Merah adalah lawan tanding KIB?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Koalisi Semut Merah yang digagas oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan 
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menarik perhatian karena mempunyai nama yang 
unik. Nama ini disinyalir muncul dengan makna filosofis yang mendalam.

Seperti yang dikatakan oleh Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB, gabungan PKB 
dan PKS dapat menjadi magnet baru. Bahkan koalisi ini diumpamakan sebagai semut 
merah yang melawan gajah yang besar. 

Wah, mungkin Jazilul terinspirasi suit yang dulu dikenal di masa kanak-kanak. 
Suit di masa itu memperkenalkan telunjuk berarti manusia, jempol berarti gajah, 
dan kelingking sebagai representasi semut.

Jempol alias gajah jika diadu dengan telunjuk atau manusia berarti menang si 
gajah. Sebabnya gajah secara fisik sangat kuat. Sebaliknya gajah bakal kalah 
jika ketemu semut atau kelingking karena si gajah bakal kelimpungan jika semut 
menyerang mata atau belalai si gajah.

Penggambaran Jazilul tentang semut melawan gajah mungkin wajar, mengingat 
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang tentunya berseberangan dengan Koalisi 
Semut Merah merupakan koalisi yang dari jumlah kursi lebih kuat.

Seperti diketahui, tiga partai yang tergabung dalam KIB adalah Golkar yang 
punya 85 kursi, PAN miliki 44 kursi, dan PPP 19 kursi. Sedangkan Koalisi Semut 
Merah, PKB miliki 58 kursi dan PKS peroleh 50 kursi. Jika ditotal maka KIB 
punya 148 kursi dengan 23,57 persen, tentunya bisa mencalonkan presiden. 
Sedangkan Koalisi Semut Merah hanya 108 kursi atau 17,9 persen, belum dapat 
mengusung capres.


Koalisi Semut Merah 
Tapi ini hanya perhitungan di atas kertas, karena dari sisi kandidat capres, 
dua koalisi ini terbilang seimbang karena keduanya tak memiliki kandidat yang 
betul-betul kuat secara elektabilitas. Tentu ini merupakan peluang bagi Koalisi 
Semut Merah.

Jika Koalisi Semut Merah dapat menggaet calon yang punya elektabilitas tinggi, 
maka kemungkinan koalisi ini akan bertambah partai pendukung yang ingin juga 
kecipratan berkah elektabilitas kandidat yang diusung koalisi.

Lantas, kenapa Koalisi Semut Merah tidak langsung saja bertindak lebih cepat 
untuk mendeklarasi calon yang diusung dari nama-nama kandidat yang punya 
elektabilitas tinggi? Sejauh ini ada kandidat dengan elektabilitas tinggi namun 
tanpa partai, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat 
Ridwan Kamil.

Hmm, jadi Koalisi Semut Merah masih malu-malu dan menunggu ya? Jadi ingat lirik 
lagu Kisah Kasih di Sekolah yang dipopulerkan oleh Chrisye dan diciptakan oleh 
Obbie Messakh.

Dalam syairnya terdengar:

Malu aku malu

Pada semut merah

Yang berbaris di dinding

Menatapku curiga

Seakan penuh tanya

“Sedang apa di sini?”

“Menanti pacar, ” jawabku

Kalau koalisi mungkin menanti kandidat kali ya. Hehe (I76)


--------------------------------------------------------------------------------


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BA02C1F9A39D4AD1BA090EF2CFEBAB41%40A10Live.

Reply via email to