Kemenlu: Stabilitas Ekonomi Tiongkok Tingkatkan Kepercayaan Komunitas 
Internasional
2022-06-21 
13:56:07https://indonesian.cri.cn/2022/06/21/ARTICWN5MplPAtK5gCPqSxRl220621.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.1



Jubir Kemenlu Tiongkok Wang Weibin dalam jumpa pers hari Senin kemarin (20/6) 
menyatakan, seiring dengan terus membaiknya situasi penanggulangan pandemi 
COVID dan perkembangan ekonomi dan sosial, kinerja ekonomi yang stabil Tiongkok 
telah meningkatkan lebih lanjut kepercayaan komunitas internasional bagi 
prospek perkembangan ekonomi Tiongkok.




Dikabarkan, laporan yang dikeluarkan Pertemuan Puncak Qingdao Perusahaan 
Transnasional Ke-3 menunjukkan, Tiongkok tetap adalah tempat tujuan penting 
perusahaan transnasional untuk menanam modal di seluruh dunia.




Wang Wenbin menunjukkan, pada bulan Mei lalu, angka utama ekonomi Tiongkok 
membaik, operasi ekonomi menunjukkan tren rehabilitasi. Menurut data statistik 
Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, ekspor barang dagang Tiongkok pada bulan 
Mei lalu meningkat 15,3 persen dari tahun lalu. Laporan yang dikeluarkan Bursa 
Transaksi Pengangkutan Laut Shanghai menunjukkan, pasar ekspor pengangkutan 
peti kemas Tiongkok relatif stabil, berth utilization ratio kapal-kapal 
pengangkut yang melayar ke Eropa, pantai barat AS dan pantai timur AS hampir 
mencapai seratus persen.




Pada Hari Belanja 18 Juni yang baru berlalu, volume penjualan di beberapa 
platform e-bisnis mencetak rekor tertinggi, para pengirim atau kurir yang sibuk 
bekerja justru mencerminkan dinamika konsumsi Tiongkok. Buku Putih yang 
dikeluarkan Kamar Dagang AS Tiongkok menunjukkan, kebanyakan anggota kamar 
dagang AS berpendapat, jika ingin menjadi pemenang, pemeliharaan daya saing di 
pasar Tiongkok merupakan hal yang sangat penting, para anggota kamar dagang 
tetap berupaya merintis secara mendalam di pasar Tiongkok. Pada lima bulan 
pertama tahun ini, jumlah penanaman modal asing yang terealisasi di Tiongkok 
meningkat 17,3 persen, atau meningkat 22,6 persen jika dihitung dengan dolar AS.


Kemenlu Tiongkok: 
Masalah Pengungsi Dunia Makin Memburuk, AS dan Barat Adalah Biang Keroknya
2022-06-21 
13:49:44https://indonesian.cri.cn/2022/06/21/ARTIZx23BvQMVF5hUS5rVquC220621.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.2
Tanggal 20 Juni adalah Hari Pengungsi Dunia ke-22. Juru bicara Kementerian Luar 
Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin kemarin (20/6) 
menunjukkan bahwa sebagian negara Barat yang dikepalai Amerika Serikat (AS) 
sejak lama mengekspor perang dan kekacauan, mengintervensi urusan dalam negeri 
negara lain, membuat bencana kemanusiaan, merupakan biang keladi masalah 
pengungsi.




Wang Wenbin memperkenalkan bahwa laporan tahunan yang diumumkan Program PBB 
untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) belakangan ini menunjukkan jumlah total 
pengungsi yang melarikan diri dari negara mereka karena konflik atau kekerasan 
mencapai 100 juta orang untuk pertama kalinya. 

Data survei terbaru Yayasan Kanak-kanak PBB (UNICEF) menunjukkan sampai akhir 
tahun 2021, anak-anak yang terlantar karena konflik, kekerasan dan krisis lain 
mencapai 36,5 juta orang, merupakan rekor tertinggi sejak Perang Dunia II. Wang 
Wenbin menunjukkan bahwa data yang menyedihkan tersebut adalah akibat dari 
agresi dan intervensi yang dilakukan segelintir negara.

“AS melancarkan perang dengan bendera ‘demokrasi’ dan ‘HAM’, lalu hengkang dari 
porak-poranda yang ditimbulkannya, tapi rakyat di kawasannya terpaksa menjadi 
pengungsi, dan harus menghadapi kemiskinan dan masa depan yang tidak diketahui 
nasibnya. 

AS adalah biang kerok masalah pengungsi dunia, negeri inilah yang terus 
menginjak-injak HAM dunia. 

Negara-negara maju yang memiliki sumber daya paling banyak sedang sibuk 
membangun pagar pemisah, menutup perbatasan dan mengusir pengungsi, ini 
benar-benar adalah peremehan dan penginjakan biadab terhadap gagasan 
perlindungan pengungsi.” 

Wang Wenbin menekankan bahwa hari pengungsi dunia hanya satu hari, tapi 
kesulitan yang dialami pengungsi terjadi di setiap hari. Tiongkok mendesak 
negara-negara terkait merenungkan kembali kebiadabannya, dengan sungguh-sungguh 
menghapuskan akar penyebab pengungsi, bertanggung jawab atas masalah pengungsi. 

Tiongkok bersedia berusaha bersama dengan masyarakat internasional, mendukung 
multilateralisme, memainkan peran konstruktif untuk menyempurnakan sistem 
perlindungan pengungsi global dan mendorong penyelesaian masalah pengungsi.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EBC4CEEB9556436EACF8884ABD7DACA5%40A10Live.

Reply via email to