Berjuang tentu saja TIDAK BISA bersandar pada hoki, ... sekalipun tidak terhindar ada saja faktor KEBTULAN yang sangat menguntungkan dan menangkan perjuangan itu sendiri. Mengatakan demikian, tentu juga bisa terjadi faktor kebetulan yang merugikan bahkan mencelakakan perjuangan dan mengakibatkan KEKALAHAN, ...!
Tapi, disamping faktor kebetulan yang terjadi diluar perhitungan kita, yang UTAMA TETAP harus perhitungkan baik-baik kekuatan kita dan kekuatan lawan/musuh yang dihadapi! Dan berdasarkan perhjitungan kekuatan itulah secara objektif menentukan strategi-taktik perjuanganl, BUKAN menunggu faktor kebetulan yang hoki akan terjadi. Kalau saja Zelensky sudah perhitungkan kekuatannya kecil dan sadar betul tidak mungkin kalahkan Rusia yang jauh lebih besar, adalah BODOH kalau hendak menangkan perjuangan dengan bersandar pada BANTUAN, menjadi lebih BODOH setelah kenyataan hanya bantuan senjata tanpa pasukan tentara yang datang membantu Ukraina, masih juga TIDAK BERUSAHA menemukan jalan DAMAI lebih dahulu selamatkan rakyat UKRAINA, ...!!! Biarkan rakyat Ukraina mati semua, lalu dia sendiri kabur selamatkan diri, ... Bisakah begitu??? Berjuang yang pandai bukan asal mati-matian begitu, ... Semua juga harus perhitungkan baik-baik kekuatan sendiri dan kekuatan musuh dan, ... temukan jalan terbaik apa yang bisa dan mungkin dicapai saat itu! Jangan asal seruduk, ... dan nyeruduk terus begitu AS bilang segera kucurkan lagi 10 milyar dollar! Saya perhatikan diawal invasi Rusia, banyak berita menyatakan Rusia melancarkan serangan cepat melumpuhkan kekuatan militer Ukraina, ... hendak menaklukkan Ukraina secara kilat. Begitu juga cara serangan AS ke Irak, Syria dll., jadi mereka memperkirakan Rusia juga menggunakan taktik serangan kilat begitu, ... tapi tidak siap melancarkan perang-tahan lama. Dan oleh karenanya, kitapun kemudian melihat AS dan Inggris yang paling GETOL mendesak Zelensky bisa bertahan melawan Rusia lebih lama, ... TIDAK sepatah kata pun keluar mendorong penyelesaian perang Rusia-Ukraina ini lebih cepat selesai, berakhir, ...! Mengapa? Karena kenyataan, AS-Inggris yang tidak atau kurang kena dampak perang Rusia-Ukraina itu! Berbeda dengan negara-negara Eropa, khususnya Jerman, Perancis, yang kena dampak langsung. Baik masalah minyak-gas maupun pengungsi Ukraina yang sudah lebih 6 juta itu, ... menjadi beban berat mereka! Bagaimana mungkin Jerman, Perancis, Italia bisa tahan lebih lama menyangga Ukraina melancarkan perang menghadapi Rusia??? Lha, ternyata Rusia setelah lebih 4 bulan ini menghadapi perang Ukraina dengan segala sanksi yang dijatuhkan, bukan melemah apalagi keok, sebaliknya tetap TEGAR dan KUAT! Kalau saja diawal mula, Rusia menggunakan persenjataan kuno, menghabiskan senjata lama digudang saja, hanya sekali-kali saja gunakan senjata modernnya yang jitu, ... seperti kemarin diberitakan Rusia berhasil menembak ledakkan gedung dimana 50-an perwira Ukraina termasuk kakap jenderal Kanada yang sedang rapat menentukan serangan balik ke Ukraina-timur/selatan. Entah sampai dimana kebenaran berita ini, kalau saja benar, tentu merupakan pukulan berat bagi Ukraina! Bagaiman mungkin melancarkan serangan balik di bulan Juni, ...??? Jadi, yang salah perhitungan bukan Rusia, tapi Ukraina dan dalam hal ini tentu AS sendiri, ...! Dikira Rusia bisa dengan mudah ditaklukkan seperti Irak, Syria, Libanon, ... Satu persatu sanksi BERAT yang dijatuhkan bukan mematikan Rusia, sebaliknya begitu Rusia membalas pukulan menimpa lebih berat pada diri mereka sendiri, ...! From: nesare hotmail Sent: Thursday, June 23, 2022 3:20 AM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Saya persepsi dr perkataan bung. Bung bilang indonesia merdeka krn hoki, makanya saya bilang kalau ada hoki, ngapain Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 17 agustus itu dgn konsekwensi dserang terus2an oleh belanda dan temen2nya? Koq kemerdekaan suatu negara pake’ hoki2an? Kalau ada proses politik, militer, keamanan, cultural dll itu bener ttp bukan HOKI. Aduhhh bung kurang baca dr perspektifnya ukraina. Jgn fokus sama zelenskyy yg sdh kena kooptasi diotak bung. Coba ikutin beritanya dgn objektif. Bung biasanya jeli ttp koq skrg agak menceng, kurang bisa objektif. Sejak awal ukraina itu sdh tahu gak bisa menang lawan rusia. La kalau bkn minta tolong sama AS nato, minta tolong siapa lagi? Koq negara2 lain yg simpatik spt singapura, jepang, indonesia (yg nonblok saja bilang stop serangan), RRT juga gak berani2 terang2an mendukung rusia. Koq bisa zelenskyy dianggap bodoh krn minta tolong? Aduh dimana bodohnya? Kalau gak minta tolong, baru dianggap pinter? Buat apa pinter, kalau rakyatnya sdh mati semua? Saya tambahain krn bung bawa2 paus fransiskan. Bung tahu tdk apa yg dikatakan paus? Paus bilang rusia miskalkulasi yg tadinya mrk berpikir serangan akan selesai dlm waktu 1 minggu. Mrk melawan orang2 ukraina yg berani, org ukraina yg sdg struggle dan org2 ukraina yg punya sejarah Panjang dlm struggle. The pope said he was not “pro-Putin” and that it would be “simplistic and wrong to say such a thing”. He also said Russia had “miscalculated” the war. “It is also true that the Russians thought it would all be over in a week. They encountered a brave people, a people who are struggling to survive and who have a history of struggle.” Ada yg nambah lagi serangan rusia itu bukan invasi menurut UN charter 51….aduuuhhhh….tambah gak ngerti aja. Baca dulu, pikirin baek2 apa itu artinya. Coba mulai dgn arti forcé vs self defense dulu. Ini saya cut and paste berita lain spy mau mikir: The U.N. approves a resolution demanding that Russia end the invasion of Ukraine Updated March 2, 202212:46 PM ET Nesare From: Chan CT <[email protected]> Sent: Tuesday, June 21, 2022 7:59 PM To: nesare hotmail <[email protected]>; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Darimana bung bisa berkesimpulan saya berpendapat tidak menunggu Belanda bisa kasih “kemerdekaan”, ...??? Lha, ... kenyataan sudah 300an tahun tidak juga kasih kemerdekaan, bahkan setelah proklamasikan kemerdekaan bersama sekutu nyerang balik Indonesia, kok! Bagaimana Belanda bisa kasih kemerdekaan??? Yang jelas, Soekarno dan Pemuda beda pendapat, dan akhirnya Soekarno harus diculik dan dipaksakan proklamasi kemerdekaan RI! Itu yang terjadi dan sudah menjadi kenyataan. Tidak ada perlunya berandai-andai yang tidak akan mungkin terjadi, seperti hendak memutar balik perputaran roda sejarah. Tentu saya TETAP menyalahkan Putin melancarkan invasi ke Ukraina! Melawan dan menentang Ukraina tergabung NATO masih bisa dilakukan dengan jalan lain, apalagi kenyataan NATO belum ada kejelasan bisa menerima Ukraina tergabung! Sedang genosida yang terjadi di Ukraina terhadap suku Slavia juga tidak mesti harus invasi, ... Zelensky sungguh bodoh, kalau saja tahu Rusia begitu sengit menentang NATO makin menjamah ketimur yang dianggap mengancam kemananan Rusia, kenapa pula begitu ngotot mendekat dan gamblok NATO-AS, dan akhirnya juga diKECEWAKAN, karena kenyataan setelah diagresi Rusia, NATO/AS hanya kirim bantuan senjata membiarkan Ukraina bertempur sendirian, dan TIDAK satu negara NATO-pun yang kirim bantuan militer melawan Rusia. Lebih BODOH lagi, setelah sebulan tidak bisa bertahan melawan serangan Rusia, tidak konsekwenkan hasil perundingan terakhir yang sudah tercapai, ... dikira Rusia tetap bisa digempur mundur meninggalkan Ukraina dengan bantuan senjata AS yang melimpah itu! Eeeiiih, bahkan setelah pabrik baja Mariopol berhasil diduduki Rusia dan jenderal-jenderal disitu ditangkap Rusia, tidak juga tegas hendak jalankan gencatan senjata menghentiikan perang begitu AS kucurkan bantuan senjata lagi, ... Masih saja bermimpi bisa kalahkan Rusia dengan senjata-senjata dari AS! TANPA mengutamakan KESELAMATAN RAKYAT Ukraina yang makin hari makin menderita dan banyak korban, ... From: nesare hotmail Sent: Tuesday, June 21, 2022 11:21 PM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Kalau indonesia begitu hokinya saat itu, kenapa ya proklamasi hrs dilakukan? Kenapa tdk menunggu belanda yg akan kasih kemerdekaan itu krn belanda kan baek hati? Itu pendapat bung loh. Ada yg berpendapat laen: belanda tdk akan kasih kemerdekaan, oleh karena itu indonesia hrs mendesaknya. Belum tentu juga kalau bung Karno gagal mendapatkan kemerdekaan, bung Karno akan disalahkan. Bung berpendapat bung karno akan disalahkan. Belum tentu juga kalau belanda menyerang, nusantara akan kalah. Kenapa? Dari sejarah indonesia sejak perlawanan thd belanda diseluruh nusantara, mereka2 yg meninggal dianggap pahlawan itu tdk disalahkan kan? Moso’ kalau salah dijadikan pahlawan? Balik lagi bung nulis: zelenskyy yg salah krn jadi bidak AS Nato lalu diserang putin. Tempo hari invasinya bung salahkan, skrng zelenskyy yg salah? Yg bener yg mana? Zelenskyy goblok atau AS Nato yg pinter? Tetapi kedua2nya, bung tdk apa2in putin ya? Nesare From: Chan CT <[email protected]> Sent: Thursday, June 16, 2022 10:27 AM To: nesare hotmail <[email protected]>; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Iyaaa,. ... kalau ketika itu Belanda ngotot dan berangasan tidak tunduk pada PBB, meneruskan agresi di Nusantara, saya yakin RI pasti kalah dan Soekarno disalahkan, menjadi pemimpin terkutuk yang kurang perhitungan, ... Jadi, kemenangan RI ketika itu dan bisa bertahan sampai sekarang juga ada unsur kebetulan, merebut kesempatan kekosongan kekuasaan setelah Jepang menyerah saja! Tentu tuntutan Ukraina gabung NATO boleh-boleh saja, tidak dbisa disalahkan! Dan dalam kenyataan NATO sebetulnya juga tidak hendak segera menerima Ukraina masuk, kok! Itukan hanya digunakan untuk bikin tambah panas situasi, memancing Putin terjebak masuk invasi ke Ukraina saja, ... Begitu maunya Biden! Jadi, Putin terjebak? Kalau saja Zelensky cerdas dan mengutamakan kepentingan Ukraina dan rakyatnya, yaa jangan mau dijadikan bidak AS-NATO, membiarkan Ukaraina diserang Rusia! Memang kenapa harus berkeras nuntut masuk NATO kalau jelas Rusia begitu keras menenetang! Apa salahnya dan kerugian membiarkan Ukraina tetap sebagai negara netral? Kan tetap bisa hidup tentram, ... aman! Daripada seperti sekarang Ukraina hancur digempur dan jutaan rakyat hidup menderita jadi pengungsi dinegara orang, ... From: nesare hotmail Sent: Tuesday, June 14, 2022 10:05 PM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Lah kalau dulu bung Karno kalah dan rakyat Indonesia dibantai, bung Karno dkk salah donk? Sbg perbandingan ya, hindia belanda dulu itu blm negara berdaulat loh dan ukraina itu skrg sdh negara berdaulat. \ Koq aneh ya kenapa ukraina mau masuk nato gak boleh? Lebih lucunya lagi pasti dianggap kalah kalau msk nato? Nesare From: Chan CT <[email protected]> Sent: Tuesday, June 14, 2022 4:37 AM To: nesare hotmail <[email protected]>; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Iyaalaah, ... Soekarno ketika itu juga yang masih juga ragu-ragu kan akhirnya diculik pemuda dan setengah dipaksa untuk tetap proklamasikan RI, dan, bikin marah Belanda bersama sekutu Inggris menyerang dan menjajah RI kembali, ...! Masih untunglah, ketika itu PBB bisa tutun tangan langsungkan KMB dan menemukan jalan membentuk RIS, yang akhirnya Soekarno berhasil mengembalikan jadi NKRI, ... Jadi, saat kekuatan masih sangat lemah, yaa harus pandai-pandai gunakan jalan damai, gunakan diplomasi untuk menangkan perjuangan, capailah apa yang bisa dicapai lebih dahulu! Harus bisa menghindari digempur hancur kekuatan yang kecil itu, ...! Pelajaran pahit Zelensky yang bukan saja terjepit harus menerima KEKALAHAN, keutuhan wilayah bukan saja tidak bisa dipertahankan, rakyat nya lebih 6 juta harus menderita jadi pengungsi, ... Entah bagaimana dan berapa–puluh tahun bisa membangun kembali Ukraina! From: nesare hotmail Sent: Monday, June 13, 2022 10:51 PM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Hehehe kalau logikanya begitu ya jelas hindia belanda tdk bakalan jadi NKRI krn rakyat indonesia yg dimotori oleh bung Karno harus bijaksana jangan sampai belanda marah. Nesare From: Chan CT <[email protected]> Sent: Friday, June 10, 2022 8:08 PM To: nesare hotmail <[email protected]>; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Disini ada perbedaan prinsip demokrasi dan kebebasan yang utamakan kepentingan pribadi seseorang/negara atau utamakan kepentingan umum/rakyat banyak/negara didunia! Bahwa Ukraina hendak gabung NATO tentu boleh-boleh saja, tapi kalau kenyataan ada negara tetangga yang merasa terancam dengan NATO, ... Begitulah Jerman dibawah Nyonya Merkel menentang keras, berhasil mempertahankan kedamain Eropa. Dan perang Rusia-Ukraina terjadi setelah Merkel diganti, ... yang membuat kehidupan rakyat Eropa juga sangat dirugikan akibat inflasi yang terjadi. Kalau tahu begitu, Zelensky kan harusnya bijaksana jangan sampai Rusia marah dan beralasan untuk invasi Ukraina, mencegah perang itu meletup, ... Jangan membuat pertengkaran sejak tahun 2008 atau bahkan sebelumnya antara Rusia-Ukraina itu, jadi makin tegang! Nampak jelas, Zelensky tidak waspada digunakan AS bikin pertengkaran jadi lebih tegang, ... sampai-sampai Biden bisa memastikan Rusia akan menyerang 16 Februari! Salam, ChanCT From: nesare hotmail Sent: Friday, June 10, 2022 11:44 PM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Zelenskyy sgt sadar koq. Dia mau negaranya join nato dan EU. Itu demokrasinya suatu negara berdaulat. Kan gak bisa ujug2 zelenskyy sendirian mau join nato dan EU kan? Jelas ada pendukung2nya dan juga yg contra. Ini sgt normal dlm suatu negara demokrasi. Apa salahnya zelenskyy ini? Begitu juga apa salahnya presiden terdahulu ukraina yg pro Rusia mendukung Putin? Tdk ada yg salah. Itulah jalan negaranya lebih tepatnya foreign policynya. Koq lezenslyy dituduh jadi bidaknya, budaknya, anjingnya Amerika? Wong dia sendiri marah2 gede sampai memaki2 amerika dan eropa barat sbg pengecut, tdk berani dll koq???!! Aneh sekali!!! Amerika dan sekutu2nya tdk membantu secara langsung itu adalah strategi. Begitu juga putin invasi ukraina itu adalah strategi. Ini sgt bisa dianalisa foreign policy ini. Analisa2 itu sdh bergulir dan secara nyata seluruh Dunia mengeritik dan mencelah invasi ini. Ada yg malu2, setengah hati, ada yg pro ttp jelas yg mengutuk invasi ini jauh lbh banyak. Kalau sdh perang (dan sdg tjd skrg stlh invasi) drama perangnya macem2. Perundingan damai, bantuan senjata, korban rakyat ukraina tambah banyak dll yg bung tulis itu semua adalah drama perangnya dan drama perang ini dimulai dgn invasi itu. Sdh saya ulang2in bahwa kalau suatu negara diperbolehkan menyerang negara lain, pasti didunia ini semua negara sdh menyerang negara2 lain dgn berbagai alasan. Ini yg bung katakan: ALASAN. Bagi saya sederhana kalau krn 1, 2 atau 100 alasan dipakai utk menyerang, setiap manusia akan menyerang orang lain termasuk suami menyerang isterinya, adik nonjok kakaknya, bapak nendang anjingnya, pak camat nguber pak lurah krn gak diksh upeti dst…….selalu ada alasan utk menyerang. Hanya saja saya tdk terpesona dgn alasan2 ini. Sederhana bagi saya penyerangan itu kekerasan apalagi dlm bentuk antar negara yg disebut: INVASI. Nesare From: Chan CT <[email protected]> Sent: Thursday, June 9, 2022 2:24 AM To: nesare hotmail <[email protected]>; GELORA45_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Tentu maksud saya bukan menghendaki Ukraina diam saja! Mengapa Rusia menyerang Ukraina itu ada sebabnya, ... Bukan ujug-ujug diserang. Kalau saja Zelensky sadar dan cerdas, tentu bisa mempertrahankan Ukraina sebagai negara-NETRAL, tidak menjadikan Ukraina bidak AS memanas-manasi Rusia dengan berkeras hendak gabung NATO dan melancarkan genosida terhadap suku Slavia di Ukraina timur, ...! Setelah digempur dan cukup babak-belur, kenapa pula tidak konskewenkan hasil perundingan damai yang telah dicapai di Turkiye, tapi mementahkan kembali setelah AS menentang dan meneruskan bantuan senjata, ... Kembali berteriak-teriak melawan Rusia dengan memanipulasi sepertinya Rusia melancarkan pembunuhan biadab masyarakat sipil saat terjepit mundur dari Kiev, ... Yaaa tentu saja makin hancur dan lebih banyak rakyat Ukraina jatuh korban. From: nesare hotmail Sent: Wednesday, June 8, 2022 11:17 PM To: GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Jadi maksud bung sebaiknya ukraina diam saja setelah diserang sama rusia krn jauh lebih kecil dan lebih lemah? Bung lupa didunia ini banyak negara mendapat kedaulatan dan harga diri dgn berjuang walaupun kecil dan lemah. Indonesia adalah salah satu contohnya bisa merdeka. Nesare From: [email protected] <[email protected]> On Behalf Of Chan CT Sent: Tuesday, June 7, 2022 9:26 PM To: GELORA45_In <[email protected]> Subject: [GELORA45] Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Ini Zelensky benar-benar hanyalah seorang komidi dipanggung yang BODOH dan tidak bisa memperhitungkan kekuatan nyata diri sendiri dan Rusia yang sedang dihadapi, ...! BUKAN “stalemate” atau biasa disebut juga remis dalam catur, ... dimana kekuatan kedua pihak berimbang dan pertempuran tidak mungkin bisa dilanjutkan. BUKAN! Sebaliknya justru menunjukkkan kekuatan yang TIDAK BERIMBANG, kekuatan Rusia jauh lebih besar dan kuat! Kalau diteruskan hancur luluh Ukraina dan lebih banyak rakyat Ukraina jatuh KORBAN! Lhaa,.... jelas-jelas Zelensky setiap hari berteriak minta BANTUAN persenjataan dari NATO/AS, tanpa senjata canggih bagaimana menangkan perang??? Bahkan memaki-maki PM. Jerman yang lambat kirimkan bantuan senjata, ...! Kenapa masih juga mau saja KORBANKAN Ukraina untuk kepentingan NATO/AS untuk gempur Rusia, tidak lebih utamakan keselamatan rakyat Ukraina menemukan jalan DAMAI yang dianggap masih bisa dicapai sekarang ini, ... Zelenskiyy: "stalemate" bukan pilihan bagi Ukraina Selasa, 7 Juni 2022 21:48 WIB Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan wawancara dengan perwakilan media Ukraina, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di Kiev, Ukraina, 4 April 2022. (ANTARA/Kepresidenan Ukraina via Reuters/as) Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy mengatakan bahwa Kiev tidak akan puas dengan stalemate---upaya penyelesaian perselisihan di mana kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang---dalam perang dengan Rusia. Ia menegaskan Ukraina bertujuan untuk mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya yang diduduki oleh Rusia. "Kami telah kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja," kata Zelenskiyy melalui tautan video di sebuah acara yang diselenggarakan oleh FT Live, Selasa. Kiev sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Rusia sekarang menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan. "Kami tidak akan mempermalukan siapa pun, kami akan menanggapi dengan cara yang sama," kata Zelenskiyy, ketika ditanya tentang seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk tidak "mempermalukan" Rusia agar pintu tetap terbuka bagi solusi diplomatik. Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia. Zelenskiyy juga mengatakan dia "sangat senang" bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, salah satu sekutu setia Ukraina, selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah pada Senin (6/6). Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya. Ukraina dan sekutu Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan. Moskow telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas, setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu. Sumber: Reuters Baca juga: Putin: Moskow akan ambil tindakan jika Washington pasok rudal ke Kiev Baca juga: Ingin akhiri perang, Presiden Ukraina siap bertemu Putin Baca juga: Zelenskiy: Ukraina siap berunding dengan Rusia asal tidak di Belarus Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani Editor: Atman Ahdiat -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0EC5E0F54AAB4040A3552FBEB594722F%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB5441C8B4279D09B247CA43B5F0A49%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB5441078A2C59FF1A85595FD5F0A69%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB5441AF965903C9762EF0B859F0AB9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB5441A2A02DE66566E1B6F899F0AA9%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB544181ED23E38D35BE55B781F0B39%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB54417D571DD65F5BD6215C73F0B29%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D1E98E700A3F4D5495B56416EDAFEEAA%40A10Live.
