Obituari
Tapak tilas seniman serba bisa Rima Melati
Oleh Livia Kristianti  Jumat, 24 Juni 2022 02:03 WIB
buat kami anak-anaknya, bahwa memang diwajibkan meniru ibu
Jakarta (ANTARA) - Rima Melati namanya, banyak orang mengenalnya sebagai salah 
satu sosok senior di industri hiburan terutama atas andilnya dalam 
mengembangkan sinema di Indonesia.

Bernama asli Maryolien Tambayong, Rima lahir dengan banyak pengaruh seniman 
termasuk dari ibunya yang merupakan seorang perancang busana Non Kawilarang.

Rima yang belia benar-benar merambah banyak kecakapan mulai dari mendalami 
peragawati, masuk ke dunia tarik suara, hingga berkarier cukup panjang di 
industri perfilman. Dalam dunia peragawati, Rima adalah pelopor yang 
mengenalkan banyak mode fesyen baru termasuk yang kebarat-baratan.

Membuat para wanita bisa mendobrak stigma dan bisa merasakan kebebasan 
berekspresi lewat fesyen pilihannya. Ia juga membuat grup bernama "The Prof" 
bersama dengan rekan sejawatnya Sumi Hakim dan Gaby Mambo.

Dalam wawancara langsung bersama Sumi Hakim, Rima dikenal sebagai sosok yang 
mengenalkan wajah peragawati Indonesia ke mata internasional.

"Dialah yang memulai fashion show pertama di Indonesia, membuat kita bisa jadi 
peragawati bisa fashion show ke Hawaii, Eropa, mempromosikan Indonesia, " ujar 
Sumi mengenang sang sahabat.

Beralih membahas andilnya di industri tarik suara, kala dirinya masih akrab 
disapa Lintje Tambayong, Rima dikenal sebagai salah satu anggota grup musik 
"Baby Doll" yang kemudian namanya diganti oleh Presiden Soekarno menjadi Boneka 
Dara.

Grup itu menjadi grup favorit pemimpin nomor satu di Indonesia kala itu dan 
berhasil mencuri perhatian masyarakat sebagai grup musik wanita populer di 
Indonesia.

Baca juga: Sumi Hakim kenang Rima Melati saat merintis karier peragawati
Baca juga: Kenangan terakhir keluarga bersama Rima Melati
Baca juga: Keluarga akan makamkan Rima Melati di TPU Tanah Kusir

Layar Lebar
 

JAKARTA, 24/11 - RIMA MELATI. Mantan model yang juga aktris senior Rima Melati 
mengenakan busana karya Ramli dalam peragaan busana tunggal Ramli yang bertajuk 
" Ramli, 36 Tahun Berkarya" di Shangri-La Hotel,Jakarta, Rabu (23/11).  FOTO 
ANTARA/Teresia May/Koz/Spt/11.

Untuk andil dan prestasinya di dunia perfilman, Rima tak perlu lagi diragukan. 
Ia memulai debut kariernya di industri perfilman melalui film "Djuara Sepatu 
Roda" pada 1958 dan terus mencetak karya- karya di layar lebar hingga 2016 
dengan penampilannya di film "Senjakala di Manado" (2016).

Berkat bakatnya mendalami peran dalam dunia lakon, Rima bahkan pernah menyabet 
predikat "Pemeran Utama Wanita Terbaik" dalam filmnya "Intan Berduri" pada 1973 
bersama lawan mainnya kala itu Benyamin Sueb yang memenangkan "Pemeran Utama 
Pria Terbaik" di ajang Festival Film Indonesia.

Dalam hal penghargaan internasional, sang aktris senior juga menorehkan karya 
yang membanggakan karena menyabet "Best Supporting Actress" di film "Ungu 
Violet" dalam ajang Festival Film Asia Pasifik ke- 50.

Meski sudah terkenal berkat penampilannya di layar-layar lebar, Rima Melati 
juga tetap aktif tampil di layar kaca.

Berbagai sinema elektronik (sinetron) pernah ia jajal mulai dari tahun 90-an 
hingga menuju akhir 2000-an, beberapa yang populer di antaranya seperti 
"Mentari di balik Awan", "Wulan", "Candy", hingga "Safira".

Total ada sekitar 100 judul film dan belasan sinetron yang melibatkan Rima 
Melati sebagai bintangnya, ia pun berhasil dikenal sebagai aktris Tanah Air di 
lintas generasi.

Baca juga: Infeksi punggung sebabkan Rima Melati harus dirawat intensif
Baca juga: Rima Melati sempat cuci darah saat dirawat intensif
Baca juga: Ucapan belasungkawa mengalir ikuti kepergian Rima Melati 

Petarung sejati
 

Aktris Rima Melati menghadiri konferensi pers jelang perhelatan Bali 
International Film Festival 2014 di Jakarta, Kamis (25/9). Rima Melati bersama 
Christine Hakim akan menghadiri festival film yang telah di gelar kedelapan 
kalinya dengan bertemakan Focus On Woman dan akan menampilkan pemutaran 52 film 
asing dan 7 film Indonesia di gelar pada 12-18 Oktober mendatang. FOTO 
ANTARA/Teresia May/ed/pd/13 (ANTARA FOTO/Teresia May)

Predikat petarung sejati nampaknya layak disematkan untuk Rima Melati karena ia 
tak hanya bertarung menaklukkan berbagai jenis bidang pekerjaan di industri 
hiburan.

Tapi juga dalam hal menaklukkan berbagai badai kehidupan lewat penyakit- 
penyakit ganas yang menyerangnya.

Banyak masyarakat sudah mengetahui bahwa Rima Melati aktif dalam hal 
mengedukasi wanita agar terhindar dari kanker payudara.

Hal itu dikarenakan ia merupakan seorang penyintas, hal itu pernah tercatat 
dalam dokumentasi Koran Tempo di 1989 yang menyebutkan bahwa sang aktris pernah 
mengidap Carcinoma Mammae kanker payudara Stadiun 3B.

Meski merupakan pukulan telak, namun rupanya Rima mampu melewatinya dan 
benar-benar pulih seratus persen melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya 
itu.

Sifat petarung sejatinya bahkan tetap dipegang teguh saat sebelum menghembuskan 
nafas terakhirnya ia masih rutin menjalani perawatan berharap bisa kembali 
sehat seperti sedia kala.

Anaknya Aditya Tumbuan mengungkap bahwa sang ibu mengalami komplikasi infeksi 
yang bermula dari punggung, merembet ke organ vital lainnya seperti paru- paru 
dan ginjal.

Bahkan dalam perawatan intensif di Rumah Sakit terakhirnya yaitu RSPAD Gatot 
Subroto, Rima masih mampu menjalani terapi cuci darah terhitung tujuh kali 
banyaknya dengan harapan bisa mencapai kesembuhan.

Dalam berbuat kebaikan pun, bisa dibilang Rima Melati merupakan petarung karena 
normalnya manusia akan membantu sesamanya yang ia kenal.

Namun sosok Rima Melati rupanya tak hanya gemar membantu orang yang dikenalnya 
tapi juga orang yang tidak dikenalnya. Kebaikan hatinya itu menyentuh banyak 
orang di sekitarnya tak cuma anak dan sanak saudaranya, tapi juga 
sahabat-sahabat serta koleganya yang lain.

"Semua yg datang ke rumah sakit, berbicara positif. Dia selalu membantu orang, 
selalu care sama orang. Jadi mungkin itu pesannya untuk kami. Orang yang tidak 
terlalu kenal pun dia bantu. Jadi ini pesannya ya buat kami anak-anaknya, bahwa 
memang diwajibkan meniru ibu," kata Aditya Tumbuan menyaksikan kebaikan sang 
bunda.

Dengan begitu gigih dan berkesannya sosok Rima Melati, maka cocoklah Rima 
disematkan gelar sebagai petarung sejati.

Kini sang seniman serba bisa itu pun telah berpulang ke pangkuan yang Kuasa, 
sosoknya akan tetap membekas di setiap hati penggemar dan orang- orang yang 
mengenalnya.

Kisah keuletan dan kerajinannya bisa menjadi nilai yang kita petik dan contoh 
bermanfaat sebagai salah satu pembaca kisah hidupnya.

Baca juga: Riasan hantu Kebaya Merah "Dreadout" bikin Rima Melati susah melihat
Baca juga: Rima Melati sedih usai jenguk Habibie
Baca juga: Aktris senior Rima Melati meninggal dunia dalam usia 84 tahun 
  a.. 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/667D3790782E400D8F4DCCA2F4514B1E%40A10Live.

Reply via email to