Lalu, ... kapan diikuti warga di Nusantara ini??? Kembali melihat gadis-wanita 
Indonesia seperti ditahun-tahun sebelum ORBA, yang menampilkan wajah cantik 
dengan rambut beraneka-ragam potongan yang alamiah, ... TIDAK lagi 
dikrudung-krudung seperti menghadapi angin berpasir di gurun saja, ...


Tak Lagi Wajib Hijab, Wanita Arab Saudi Ramai-ramai Berambut Pendek
Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 09:57 WIB

Lebih banyak wanita Saudi dari kalangan pekerja yang memilih potongan rambut 
pendek (Fayez Nureldine/AFP)

Riyadh - Wanita Arab Saudi beramai-ramai memotong rambut panjang mereka menjadi 
sangat pendek. Tren rambut pendek ini mulai terlihat pada wanita-wanita di 
jalanan ibu kota Riyadh, terutama setelah wanita Saudi tidak lagi diwajibkan 
mengenakan hijab di tempat umum.
Salah satunya Safi yang seperti dilansir AFP, Jumat (24/6/2022), berprofesi 
sebagai dokter dan baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah sakit di 
Riyadh. Dia memutuskan untuk memberikan penampilan baru bagi dirinya memotong 
rambutnya yang panjang bergelombang menjadi sangat pendek hingga ke leher.

Gaya rambut pendek -- yang secara lokal dikenal dengan kata bahasa Inggris 
'boy' -- semakin populer di kalangan wanita pekerja di Saudi yang konservatif.


Terlihat di jalanan Riyadh, banyak wanita yang memiliki gaya rambut pendek. 
Situasi itu bisa terjadi juga setelah wanita Saudi tidak lagi diharuskan 
mengenakan hijab di bawah reformasi sosial yang didorong oleh Putra Mahkota 
Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga penguasa de-facto Saudi.

Baca juga:
Erdogan-MBS Ingin Buka Periode Kerja Sama Baru Turki-Arab Saudi

Dengan semakin banyak wanita bergabung dalam angkatan kerja -- bagian utama 
dari upaya pemerintah membangun kembali perekonomian Saudi, banyak yang 
menggambarkan gaya rambut 'boy' sebagai alternatif yang praktis dan profesional 
dibandingkan gaya rambut panjang.


Bagi Safi, yang menggunakan nama samaran untuk melindungi identitasnya, 
potongan rambut pendek juga menjadi semacam perlindungan dari perhatian yang 
tidak diinginkan dari laki-laki, yang memampukan dirinya lebih fokus pada 
pasien-pasiennya.

"Orang lebih suka melihat feminitas dalam penampilan wanita. Gaya ini menjadi 
semacam perisai yang melindungi saya dari orang-orang dan memberikan saya 
kekuatan," ucapnya.

Saksikan juga program Viral: Mengenal Dimas Mangara Si Dada Jedak-Jeduk



Di salah satu salon di pusat kota Riyadh, permintaan untuk potongan rambut 
'boy' meningkat -- dengan tujuh atau delapan konsumen dari total 30 konsumen 
memilih potongan rambut itu untuk dirinya.

"Tampilan ini menjadi sangat populer sekarang. Permintaannya meningkat, 
khususnya setelah wanita memasuki pasar pekerja," ucap seorang penata rambut 
setempat, Lamis.

"Fakta bahwa banyak wanita tidak mengenakan hijab telah menyoroti 
penyebarannya," imbuhnya, sembari menyebut gaya rambut itu banyak dipilih oleh 
remaja putri dan wanita muda berusia 20-an tahun.

Pencabutan kewajiban memakai hijab hanyalah salah satu dari banyak perubahan 
yang menata ulang kehidupan sehari-hari para wanita Saudi di bawah MBS, yang 
ditunjuk menjadi ahli waris takhta Kerajaan Saudi oleh ayahnya, Raja Salman bin 
Abdulaziz al-Saud, sekitar lima tahun lalu.

Baca juga:
Putra Mahkota Arab Saudi Kembali ke Panggung Internasional

Wanita Saudi kini tidak lagi dilarang menghadiri konser dan acara olahraga, dan 
tahun 2018 lalu, mereka mendapatkan hak untuk mengemudi. Kerajaan Saudi juga 
melonggarkan aturan perwalian, yang berarti wanita sekarang bisa mendapatkan 
paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin kerabat laki-laki.

Namun, reformasi semacam itu diwarnai dengan adanya tindakan tegas terhadap 
pada aktivis hak perempuan -- bagian dari kampanye luas melawan para 
pembangkang di Saudi.

Membuat lebih banyak wanita yang bekerja menjadi komponen utama dari rencana 
reformasi Visi 2030 yang dicetuskan MBS untuk membuat Saudi tidak terlalu 
bergantung pada minyak.

Baca juga:
Putra Mahkota Saudi ke Turki, Pertama Sejak Khashoggi Dibunuh

Banyak wanita pekerja yang diwawancarai AFP memuji potongan rambut 'boy' 
sebagai sarana untuk menavigasi kehidupan profesional baru mereka. "Saya wanita 
yang praktis dan saya tidak memiliki waktu untuk merawat rambut saya," ucap 
Abeer Mohammed, seorang ibu berusia 41 tahun yang mengelola toko pakaian pria.

Bagi Nouf, yang bekerja di toko kosmetik, gaya rambut 'boy' memberikan pesan 
tersendiri. "Kami ingin mengatakan bahwa kami eksis, dan peran kami dalam 
masyarakat tidak jauh berbeda dari pria."

Dia menambahkan bahwa rambut pendek menjadi 'unjuk kekuatan wanita'.

(nvc/ita)

Baca artikel detiknews, "Tak Lagi Wajib Hijab, Wanita Arab Saudi Ramai-ramai 
Berambut Pendek" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-6144347/tak-lagi-wajib-hijab-wanita-arab-saudi-ramai-ramai-berambut-pendek.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/55510C84915748E28D022B321907B7FC%40A10Live.

Reply via email to