Jawaban Menohok Gibran Usai Disindir PKS Dikarbit Jadi Ketua INASPOC
Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 06:34 WIB

Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Ari Purnomo/detikJateng)

Jakarta - Penunjukan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai Ketua 
Indonesia ASEAN Para Games 2022 Organizing Committee (INASPOC) menuai kritik 
dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Gibran disebut 
terkesan dikarbit oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurus acara 
tingkat nasional itu.
Gibran lantas menjawab kritikan Mardani itu. Gibran menantang balik siapa pun 
yang ingin menggantikannya untuk datang ke Solo.

"Siapa yang ingin jadi ketua, datang ke Solo, gantikan saya. Nggak apa-apa, 
sudah tinggal jalan saja ini," kata Gibran seperti dikutip detikJateng, Minggu 
(26/6/2022).


Baca juga:
Gibran Dinilai Bakal Menang Mudah di Pilgub Jateng, Ini Alasannya

Gibran menerangkan dirinya ditunjuk sebagai Ketua INASPOC lantaran Solo menjadi 
tuan rumah ASEAN Para Games XI tahun ini. Gibran menyebut tidak ada pelantikan 
atas posisinya tersebut karena waktu persiapan yang sangat singkat.

"Kan tuan rumahnya di Solo. Persiapan singkat, tidak ada pelantikan, langsung 
kerja," ujarnya.


Sebelumnya, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny 
Marbun juga menjelaskan proses penunjukan Gibran yang tidak langsung dipilih 
presiden. Menurut Senny, ada proses panjang yang dilewati sejak terpilihnya 
Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Para Games XI pada Januari lalu.

"Sebetulnya tidak ada schedule ASEAN Para Games di Indonesia. Saya minta Pak 
Presiden agar diselenggarakan karena sudah dua kali ASEAN Para Games tidak 
digelar. Pak Presiden menanggapi positif, tapi saat itu belum bicara soal 
Solo," kata Senny dalam jumpa pers di kantor NPC Indonesia, Solo, Jumat (24/6).

"Kita kan pernah tuan rumah Asian Para Games di Jakarta, di sana sudah tersedia 
peralatan, siaplah. Tapi saya ingatkan 2011 Solo jadi tuan rumah, Pak Jokowi 
saat itu wali kota, sukses jadi tuan rumah. Tentunya Surakarta siap 
melakukannya," imbuhnya.

Setelah itu, baru kemudian NPC berpikir menunjukkan ketua yang dapat 
melaksanakan persiapan ASEAN Para Games XI dengan cepat. Sebab, katanya, 
persiapan pesta olahraga difabel ASEAN ini hanya punya waktu enam bulan.

"Saya minta Mas Gibran, mudah-mudahan beliau mau jadi ujung tombak, karena ini 
rumah beliau. Januari kita undang hadir di NPC kita mintai tolong. Mas Gibran 
mau nggak nolong kita," ujarnya.

"Kalau nggak ke Gibran ke siapa lagi, masa yang tidak paham Surakarta. Bapaknya 
Surakarta kan Gibran, makanya minta tolong, untungnya beliau mau, karena kan 
banyak yang memarjinalkan difabel. Dia cuma melihatnya ini event internasional, 
kita harus bisa, harus juara," tegasnya.

Baca juga:
Jokowi Tunjuk Gibran Rakabuming Jadi Ketua Pelaksana INASPOC
Baca selengkapnya di halaman berikut.

Senny menjelaskan dari pertemuan NPC dengan Gibran itu kemudian dia mengajukan 
ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Baru setelah itu disusun 
Peraturan Presiden yang kemudian ditandatangani Presiden Jokowi.

"Bukan tiba-tiba presiden tanda tangan menunjuk Gibran. Pak Jokowi tidak pernah 
menyarankan Gibran. Yang menyarankan NPC, minta ke Menpora, lalu dimintakan 
tanda tangan ke presiden. Makanya proses lama banget, sampai kita deg-degan itu 
ditandatangani nggak," katanya.

Senny lantas menyebut penunjukan Gibran itu tak berkaitan dengan persoalan 
politik. Dia menolak acara itu dipolitisasi.

"Kita nggak ngerti politik dan nggak mau ikut campur. Kita nggak mau 
dipolitisasi. Olahraga itu kalah ya kalah, menang ya menang," jelasnya.

Baca juga:
NPC Paparkan Kronologi Jokowi Dukung Gibran Jadi Ketua Inaspoc

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritik penunjukan Gibran sebagai Ketua 
Inaspoc yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2022 
tentang Penyelenggaraan ASEAN Para Games XI Tahun 2022.

"Aneh. Mestinya level pusat yang menggeluti bidang olahraga," kata Mardani saat 
dihubungi, Rabu (22/6).

Mardani mengaku justru kasihan kepada Gibran lantaran terkesan dikarbit oleh 
Jokowi untuk mengurus event nasional. Padahal, kata dia, selevel wali kota bisa 
diberi event tingkat provinsi terlebih dulu.

"Kasihan Gibran-nya jadi sangat terlihat dikarbit, dipercepat prosesnya. Semua 
perlu proses. Kalau Wali Kota mau dipromosikan bisa diberi event tingkat 
provinsi," katanya.

Tak hanya itu, anggota Komisi II DPR RI ini juga mengingatkan Jokowi terkait 
etika. Dia mengingatkan, apa pun yang terjadi, Jokowi tetaplah ayah Gibran.

"Bagus jika presiden benar-benar menjaga etika. Bagaimanapun Pak Jokowi ayahnya 
Gibran. (Seharusnya) bisa Menpora yang kasih tugas (ke Gibran)," ujarnya.

Baca juga:
Gibran Dinilai Bakal Menang Mudah di Pilgub Jateng, Ini Alasannya
(fca/lir)

Baca artikel detiknews, "Jawaban Menohok Gibran Usai Disindir PKS Dikarbit Jadi 
Ketua INASPOC" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6148446/jawaban-menohok-gibran-usai-disindir-pks-dikarbit-jadi-ketua-inaspoc.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BDF9FC9AD7DE49A1B0A8DE2877AB4F36%40A10Live.

Reply via email to