Menciptakan Rumor Tak Akan Bisa Tutupi ‘Kejahatannya Sendiri’ 2022-06-28 15:00:12https://indonesian.cri.cn/2022/06/28/ARTIfuVllsUq3NCSBJ9c7PlM220628.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.6 Baru-baru ini, pejabat AS kembali menyatakan keprihatinannya terhadap apa yang mereka sebut sebagai ‘kerja paksa’ di Tiongkok. Terkait hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian hari Senin kemarin (27/6) menyatakan, di Tiongkok tidak terdapat kerja paksa, tapi adanya di AS.
AS sudah lama selalu mencoba mengekang Tiongkok melalui Xinjiang, terus menggembar-gemborkan kebohongan terkait ‘kerja paksa’ di Xinjiang, dan merekayasa ‘pengangguran paksa’ di Xinjiang. Sebenarnya, kebohongan itu justru bertujuan untuk menutupi kejahatannya sendiri. Menurut berita, pada hari Sabtu (25/6) lalu, ketika berbicara tentang KTT G7, seorang petinggi Gedung Putih menyatakan keprihatinannya atas isu ‘kerja paksa’ di Tiongkok. Padahal pada minggu lalu, pemerintah AS baru saja memberlakukan ‘Undang-undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur’. Terkait hal itu, jubir Tiongkok menyatakan, kerja paksa adalah penyakit lama yang berkembang melalui perbudakan sejak AS berdiri. Menurut statistik, dari tahun 1525 hingga 1866, lebih dari 1,25 juta orang Afrika diperdagangkan ke Amerika untuk melakukan kerja paksa. Kemlu Tiongkok Tanggapi Kekerasan Senjata AS! 2022-06-28 14:59:17Amerika Serikat khawatir terhadap kekerasan senjata yang semakin tak terkontrol di dalam negerinya kini semakin meningkat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Senin kemarin (27/6) mempertanyakan, jika AS tidak berhasil melindungi keselamatan jiwa anak-anak di dalam negaranya sendiri, untuk apa politikus AS membicarakan Hak Asasi Manusia (HAM) negara-negara lain? Pada hari Kamis lalu (23/6), Mahkamah Agung AS mengambil sebuah keputusan membatalkan sebuah hukum membatasi warga membawa senapan secara tersembunyi di luar. Hal itu menimbulkan kehebohan opini umum AS dan juga menambah kekhawatiran masyarakat AS terhadap kekerasan senjata yang semakin lepas kontrol itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menyatakan, AS adalah negara kekerasan senjata yang terparah, jumlah korban kekerasan senjata di AS mencapai rekor baru, rata-rata setiap hari terdapat 122 orang tewas tertembak. Kekerasan senjata dan rasa takut mati setiap hari menghantui masyarakat AS. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CBE1E3AEA7A04DC1B7CB4778519DBABB%40A10Live.
