Pemuda Hong Kong Feng Zhiwei: Berupaya Menjadi Seorang Pewaris TCM yang Baik
2022-06-28 
14:57:29https://indonesian.cri.cn/2022/06/28/ARTIr7g1PomaTwcoaraHSx5G220628.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.8

Pada pertengahan Juni, para mahasiswa di sejumlah universitas Tiongkok telah 
selesai menempuh ujian akhir semester dan bersiap-siap pulang. 

Seorang pemuda Hong Kong bernama Feng Zhiwei tengah menempuh pendidikan di 
Universitas Obat Tradisional Tiongkok Nanjing (NJUCM) tidak terburu-buru pulang 
ke kampung halamannya, dia mulai magang dan merasakan daya tarik ilmu 
pengobatan tradisional Tiongkok dengan praktek langsung.

Pada tahun 1997, Hong Kong kembali ke pangkuan tanahair. 3 tahun kemudian, Feng 
Zhiwei lahir di Daerah Administrasi Khusus Hong Kong.

Setelah kembali ke pangkuan Tiongkok, Hong Kong menyambut datangnya era 
perkembangan pesat, di samping itu hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan 
serta pertukaran personel dengan Daratan Tiongkok juga menjadi semakin erat. 
Karena itu, Feng memiliki lebih banyak kesempatan untuk memahami keadaan di 
Daratan Tiongkok.

Feng mengatakan, setelah Hong Kong kembali ke pangkuan Tiongkok, orang Hong 
Kong sangat menghargai dan bersyukur terhadap dukungan yang luar biasa dari 
Daratan Tiongkok. Khususnya saat wabah Covid-19 merebak, para petugas medis 
Daratan Tiongkok dan Hong Kong saling bahu-membahu menanggulangi wabah, 
penduduk Hong Kong sangat terharu dan merasa aman. Di tengah kesibukan belajar, 
Feng juga ikut menjadi sukarelawan dalam penanggulangan wabah di Nanjing, dia 
sangat ingin memberikan kontribusi bagi Nanjing maupun negara.

Obat tradisional Tiongkok (TCM) memainkan peranan penting dalam penanggulangan 
wabah, Feng semakin percaya diri untuk mewarisi dan mengembangkan TCM. Pada 
masa depan, dia berharap dapat terus memperdalam pendidikan dan menjadi seorang 
pewaris TCM yang baik.


Pemuda Hong Kong Ye Xueying: Temui “Hati Tiongkok” Dalam Budaya Tionghoa
2022-06-28 14:56:31
Di setiap waktu luang menjelang kelulusan S1, pemuda Hong Kong Ye Xueying yang 
belajar di Institut Ilmu Kebudayaan Tiongkok Universitas Wuhan akan menikmati 
pameran Museum Kesenian Wanlin. Ye sangat bersemangat ketika berbicara tentang 
cintanya pada kebudayaan Tionghoa.


4 tahun yang lalu, Ye berhasil masuk Universitas Wuhan untuk belajar ilmu 
kebudayaan Tiongkok. “Ilmu kebudayaan Tiongkok berkaitan erat dengan humaniora 
dunia masa kini, dan merupakan jejak budaya yang menghubungkan darah dan daging 
setiap orang Tionghua,” demikian pandangan Ye.

Waktu cepat berlalu, Ye akan segera memasuki jenjang pendidikan pasca sarjana. 
“Orang yang belajar ilmu kebudayaan Tiongkok mungkin memiliki cita-cita yang 
sedikit “gila-gilaan”, mereka berharap dapat mengubah dunia dengan mengandalkan 
tenaga mereka sendiri. Saya adalah pemuda Hong Kong yang hidup di era pasca 
Hong Kong kembali ke RRT, saya juga berharap dapat membawa kepercayaan diri dan 
motivasi bagi generasi muda Hong Kong untuk bersama-sama membangun kampung 
halaman kami,” demikian kata Ye.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D84ED3E1ABB74D97B9362FB01B0BE811%40A10Live.

Reply via email to