AS Ingin Mencari Keuntungan Kembali Dengan Melawan Inisyatif Sabuk dan Jalan 2022-06-28 14:47:26https://indonesian.cri.cn/2022/06/28/ARTIqTYMDhfywSrIoKtoZjup220628.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13 Belakangan ini, dalam KTT G7 yang diadakan di Jerman, Presiden AS Joe Biden mengumumkan sebuah inisiatif yang disebut ‘Kemitraan untuk Infrakstruktur dan Investasi Global’ (PGII), menyatakan akan bersama dengan negara anggota G7 mengucurkan dana sejumlah 600 miliar dolar AS untuk investasi infrakstruktur global sebelum tahun 2027, di antaranya, AS akan mengumpulkan dana sebesar 200 miliar dolar AS.
Kedengarannya itu adalah sebuah sebuah rencana besar, namun jika dianalisa secara teliti, tak sulit ditemukan itu adalah sebuah rencana politik yang berniat buruk. Pertama, dilihat dari motivasinya. Dunia secara umum berpendapat, PGII itu bertujuan untuk melawan inisiatif Sabuk dan Jalan yang diajukan oleh Tiongkok. Setahun yang lalu, KTT G7 pernah mengajukan ‘Kemitraan Membangun Kembali Dunia yang Lebih Indah’ (B3W), berencana mengalokasikan dana sebesar lebih dari 40 triliun dolar AS untuk kebutuhan infrakstruktur negara berkembang. Namun sejauh ini, dana yang dialokasikan proyek terkait hanya sebesar 6 juta dolar AS. Dapat dilihat, baik B3W maupun PGII hanyalah pertunjukan politik AS untuk mencoba mencoreng dan merusak Sabuk dan Jalan atas nama pembangunan infrakstruktur. Dilihat lagi kemampuan sumber daya. Dari manakah dana untuk PGII tersebut? AS menyatakan, dalam lima tahun mendatang, mereka akan memobilisasi dana sumbangan, yayasan federal dan investasi swasta sejumlah 200 miliar dolar AS, sedangkan ratusan miliar dolar lainnya mungkin berasal dari bank pembangunan multilateral, badan moneter pembangunan dan sebagainya. Kantor berita Prancis AFP berpendapat, dana proyek ini terutama berasal dari investor swasta, maka sulit dijamin. Maka dari itu dapat dilihat, PGII tersebut kemungkinan besar adalah sebuah trik yang kembali dimainkan AS untuk mencari keuntungan. AS seharusnya jelas, mengapa inisiatif Sabuk dan Jalan disambut oleh 100 lebih negara, karena Tiongkok bersedia berbagi peluang pembangunan yang saling menguntungkan dan menang bersama dengan dunia, perusahaan Tiongkok mengumpulkan kekuatan selama puluhan tahun di bidang teknologi, skala dan kecepatan dan Tiongkok dengan gigih melakukan upaya mengucurkan dana dalam jumlah besar dalam proyek kerja sama penting. Menurut statistik Bank Dunia, kini negara-negara berkembang masih menghadapi kekurangan dana infrakstruktur yang sangat besar, jika AS sungguh-sungguh bersedia memberikan bantuan dana, tentu saja itu adalah hal yang baik. Namun jika rencana pembangunan infrakstruktur yang mereka ajukan hanya bertujuan untuk membentuk komplotan kecil untuk main Game Zero-Sum, maka berapa pun banyak istilah baru yang diciptakan akan tetap sulit mengelabui orang lain dan pasti akan gagal sejak awalnya. AS, Australia, Jepang, Selandia Baru dan Inggris Bentuk ‘Kemitraan Pasifik Biru’ 2022-06-28 14:58:26 Dalam jumpa pers hari Senin kemarin (27/6) di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menunjukkan, usulan kerja sama di kawasan Pasifik Selatan tidak boleh membentuk komplotan kecil yang ditujukan kepada pihak ketiga atau merugikan kepentingan pihak ketiga. Dalam pernyataannya baru-baru ini, Gedung Putih menyatakan, AS bersama Asutralia, Jepang, Selandia Baru, dan Inggris secara resmi membentuk ‘Kemitraan Pasifik Biru’ (PBP). Di bawah kerangka itu, PBP akan menghadapi tantangan ‘meningkatnya tekanan tatanan internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan aturan’, mendukung kemakmuran, keuletan dan keamanan kawasan Pasifik dan melakukan kerja sama dengan negara-negara kepulauan Pasifik di bidang keamanan maritim dan kesehatan. Untuk itu, jubir Tiongkok menyatakan, belum lama berselang, Menlu Tiongkok Wang Yi melakukan kunjungan menyeluruh terhadap negara-negara kepulauan Pasifik, dan telah menginjeksikan daya penggerak yang baru kepada hubungan kemitraan strategis komprehensif bilateral. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F24CA6C393594C0DA7798AAFDCE09BC1%40A10Live.
