Konyol! Inggris Masih Ingin Intervensi Urusan Hong Kong
2022-07-03 11:31:24 
https://indonesian.cri.cn/2022/07/03/ARTIGKmkdhxgMbIjn4l20nUe220703.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.12



Menjelang genap 25 tahun kembalinya Hong Kong ke pangguan tanah air, Perdana 
Menteri Inggris Boris Johnson dan Menteri Luar Negerinya Liz Truss dalam 
pernyataannya mengatakan, Inggris memikul ‘tanggung jawab historis’ kepada 
warga Hong Kong dalam kerangka Pernyataan Bersama Tiongkok-Inggris, dan 
menyatakan ‘tidak akan meninggalkan Hong Kong’. Ini patut disebut sebagai 
lelucon politik, juga memanifestasikan bekas penjajah tidak mau menerima 
kenyataan resesinya “sun never sets empire”

Pemerintah Tiongkok dan Inggris telah menandatangani Pernyataan Bersama 
Tiongkok-Inggris pada Desember 1984 yang bertujuan menyelesaikan masalah 
kembalinya Hong Kong ke tanah air Tiongkok, isi intinya adalah Tiongkok 
memulihkan kedaulatan di Hong Kong. Menurut pernyataan itu, setelah Hong Kong 
dikembalikan kepada Tiongkok pada 1 Juli 1997, Inggris tidak mempunyai 
kedaulatan, yuridiksi dan hak pengawasan. Boleh dikatakan, saat ini Inggris 
tidak berhak apapun untuk mencampuri urusan Hong Kong.

Apakah perkembangannya Hong Kong baik atau tidak, kenyataan adalah bukti 
terkuat. Ekonomi yang terbebas di dunia, pusat moneter internasional, pusat 
pelayaran internasional, pusat perdagangan internasional… sejak Hong Kong 
kembali ke pangguan tanah air pada 25 tahun lalu, hasil-hasil perkembangan 
dicapai oleh Hong Kong telah diakui oleh semua orang. Satu Negara Dua Sistem 
telah mencapai sukses penuh. Saat ini mencintai tanah air dan mencintai Hong 
Kong telah menjadi arusan utama masyarakat Hong Kong.



Sedangkan di dalam negeri Inggris, suara mengusahakan kemerdekaan sedang 
meningkat di Skotlandia. Sementara itu, tuntutan Irlandia yang ingin terlepas 
dari Inggris pun meningkat. Pemerintah Boris Johnson saat ini mengatakan ‘tidak 
meninggalkan Hong Kong’, justru ingin menunjukkan kekuatannya dan mengalihkan 
kontradiksi dalam negerinya, menimpakan kesalahan kepada orang lain, tapi 
sebenarnya menipu dirinya sendiri.

Hong Kong adalah Hong Kong milik Tiongkok, tidak mempunyai hubungan apapun 
dengan Inggris.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/8D37279EDFF14580B439958D29FE264E%40A10Live.

Reply via email to