Kemlu Tiongkok: 
Enam Negara Lancang-Mekong Berupaya Ciptakan Zona Demonstrasi Pembangunan 
Bersama 
“Sabuk dan Jalan” Berkualitas Tinggi
2022-07-06 
12:12:14https://indonesian.cri.cn/2022/07/06/ARTIfMAGDwpZQ21UJ3kYcbJ7220706.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.6



Jubir Kemlu Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Selasa kemarin (5/7) 
memperkenalkan keadaan terkait Pertemuan Menteri Luar Negeri Ke-7 Kerja Sama 
Sungai Lancang-Mekong yang diadakan Senin lalu (4/7). 

Zhao Lijian menyatakan, enam negara akan mendorong peningkatan kualitas kerja 
sama Sungai Lancang-Mekong, bersama-sama berupaya menciptakan Zona Demonstrasi 
Pembangunan Bersama “Sabuk dan Jalan” yang berkualitas tinggi, Zona Perintis 
Prakarsa Pembangunan Global, Zona Kerja Sama Prakarsa Keamanan Global, 
membentuk Sabuk Pembangunan Ekonomi Lancang-Mekong yang lebih tangguh, dan 
membangun komunitas senasib sepenanggungan negara-negara Lancang-Mekong yang 
lebih erat.



Kenyataan: Daratan Tiongkok dan Taiwan Termasuk Satu Tiongkok
2022-07-06 
12:11:37https://indonesian.cri.cn/2022/07/06/ARTICqAtWKI0Ldr8Yhh2BJib220706.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.7Juru
 Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian hari Selasa kemarin (5/7) 
di depan jumpa pers menunjukkan, berbohong membutuhkan samaran, artikel 
Institut Perusahaan Amerika (AEI)  barulah kebohongan sesungguhnya.

Isi artikel itu ternyata melanggar akal sehat sejarah dan hukum, sengaja 
memutar-balikkan fakta, motif di baliknya tak lain adalah untuk menarik 
perhatian umum, mengosongkan dan mengaburkan prinsip Satu Tiongkok, 
berkoordinasi dengan kekuatan anti-Tiongkok untuk “mengekang Tiongkok dengan 
isu Taiwan”, menghasut kekuatan “Taiwan Merdeka” “mengupayakan kemerdekaan 
dengan mengandalkan AS”.

Periset senior AEI, Michael Rubin baru-baru ini dalam artikelnya menyebut bahwa 
kebijakan Satu Tiongkok adalah kebohongan, Taiwan bukan bagian dari Tiongkok, 
Perjanjian San Francisco pasca Perang Dunia II menyatakan Jepang melepas 
kedaulatan terhadap Taiwan dan Kepulauan Penghu, namun tidak menegaskan isu 
pengalihan kedaulatan.

Zhao Lijian menyatakan, apa yang disebut sebagai Perjanjian San Francisco 
adalah dokumen ilegal dan tidak berlaku yang diumumkan oleh AS bersama sejumlah 
negara termasuk Jepang pasca Perang Dunia II, dengan mengesampingkan Republik 
Rakyat Tiongkok dan Uni Soviet. 

Pemerintah Tiongkok sejak dulu telah menyatakan bahwa Perjanjian San Francisco 
tanpa partisipasi RRT dalam proses persiapan, penyusunan dan penandatanganan 
itu dianggap sebagai ilegal dan tidak berlaku, maka tidak dapat diakui. Uni 
Soviet, Polandia, Cekoslowakia, Korea Utara, Mongolia, Vietnam dan negara lain 
juga menolak dokumen itu.

Zhao Lijian menekankan, di dunia ini hanya terdapat satu Tiongkok, Taiwan sejak 
dahulu adalah bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok. Meskipun kedua 
wilayah tepi Selat Taiwan belum berhasil disatukan kembali, tapi fakta nyata 
bahwa Daratan Tiongkok dan Taiwan adalah satu Tiongkok itu tak pernah berubah, 
kedaulatan dan wilayah Tiongkok tak pernah pecah belah.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A9F7169FC33A46E9922FF1129BBEADD4%40A10Live.

Reply via email to