BERANI GAAAK..? 
Vladimir Putin Tantang Negara Barat Duel di Medan Tempur: Biarkan Mereka 
Mencobanya 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/berani-gaaak-vladimir-putin-tantang-negara-barat-duel-di-medan-tempur-biarkan-mereka-mencobanya/

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)
JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi narasi bahwa negara-negara 
Barat ingin mengalahkan Rusia di medan perang. Putin mempersilahkan untuk 
melakukannya tetapi mengingatkan bahwa pergerakan Rusia yang berlangsung di 
Ukraina saat ini bisa dibilang baru saja dimulai.

“Hari kini kita dengar bahwa mereka ingin mengalahkan kita di medan 
pertempuran. Kita bisa bilang apa, biarkan mereka mencobanya,” kata Putin pada 
Kamis, 7 Juli.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan,Putin mengeluarkan pernyataan itu 
ketika menyampaikan pidato di depan para pemimpin parlemen pertama kali sejak 
perang mulai berkobar lebih dari empat bulan lalu.

Ia memperingatkan bahwa masa depan perundingan akan meredup jika konflik 
berlarut-larut.

“Kita sudah sering mendengar bahwa Barat ingin memerangi kita untuk membela 
semua warga Ukraina. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tapi tampaknya 
semua mengarah ke sana.”

Rusia menuding Barat mengobarkan perang proksi dengan menggempur ekonominya 
dengan serentetan sanksi serta meningkatkan pasokan persenjataan canggih untuk 
Ukraina.

Putin mengatakan jelas bahwa sanksi-sanksi Barat menimbulkan berbagai 
kesulitan, namun “sama sekali tidak seperti yang diperkirakan oleh para 
penggagas serangan ekonomi terhadap Rusia.”

Kendati ia menantang bahwa Rusia baru saja melangkah, Putin masih membuka 
kemungkinan bagi perundingan.

“Semua orang harus tahu bahwa, pada umumnya, kita belum memulai apa pun dengan 
sungguh-sungguh… “Pada saat yang sama, kami tidak menolak pembicaraan 
perdamaian,” ujar Putin.

“Tetapi mereka yang menolaknya harus tahu bahwa semakin jauh, semakin sulit 
bagi mereka untuk bernegosiasi dengan kita,” kata Putin, menambahkan.

Sementara itu, kepala juru runding Ukraina, Mykhailo Podolyak, pekan ini di 
Twitter menyebutkan syarat-syarat yang diajukan pihaknya untuk dapat 
melanjutkan pembicaraan.

“Gencatan senjata. Penarikan pasukan Z. Kembalikan para warga negara yang 
diculik. Serahkan para penjahat perang. Mekanisme perbaikan kerusakan. 
Pengakuan atas hak kedaulatan Ukraina,” kata Podolyak.

Sejak meluncurkan operasi milter khusus Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, 
pasukan Rusia telah menguasai banyak wilayah di negara itu, termasuk merebut 
Luhansk di Ukraina timur pada Minggu, 3 Juli. (Enrico N. Abdielli)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9274B4EBE8A74AE09CE9CC7FD0D52228%40A10Live.

Reply via email to