Wang Yi Bertemu Blinken di Bali
2022-07-10 
10:42:14https://indonesian.cri.cn/2022/07/10/ARTIPwBMg2PTY0A5anXdUaUF220710.shtml

Anggota Dewan Negara Tiongkok yang juga Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri 
Luar Negeri AS Antony Blinken kemarin (9/7) mengadakan pertemuandalam rangka 
Pertemuan Menlu G20 yang digelar di Bali, Indonesia. 

Kedua pihak telah bertukar pendapat secara menyeluruh, mendalam, tulus hati 
yang lama terkait hubungan Tiongkok-AS serta masalah yang menjadi perhatian 
bersama. 

Kedua pihak berpendapat bawha dialog kali ini adalah bermanfaat dan 
berkonstruktif, menguntungkan kedua pihak menambahkan saling pengertian, 
mengurangi salah paham, sekaligus mengumpulkan syarat demi pertukaran tingkat 
tinggi nantinya antar kedua negara.


Menlu Tiongkok Wang Yi mengatakan, hubungan Tiongkok-AS masih terganggu oleh 
kesulitan yang dibuat oleh pemerintah AS yang sebelumnya, bahkan bertambah lagi 
tantangan baru-baru ini. Sejarah hubungan Tiongkok-AS telah diputarbalikkan, 
keadaan kini hubungan kedua negara “diculik” oleh “ketepatan politik”, arah 
perkembangannya dibawakan ke jalan sesat. 

Penyebab mendasar adalah kesalahpahaman AS pada Tiongkok, sehingga politik AS 
terhadap Tiongkok pun dibuat salah. Saling berkonflik serta perbedaan antar 
komitmen dengan prilaku AS pada politik AS terhadap Tiongkok telah menunjukkan 
bahwa AS terdapat kesalahan besar di bidang nilai dunia dan nilai Tiongkok. 

Makin banyak orang berpendapat bahwa AS kena sakit “ Takut Tiongkok”, 
seandainya membiarkan “ancaman” ini berkembang, politik AS terhadap Tiongkok 
bakal masuk jalan buntu.

Pada kesempatan itu Blinken memperkenalkan politik AS terhadap Tiongkok dan 
menyatakan bahwa AS tidak siap melancarkan “perang dingin” dengan Tiongkok, 
tidak mengupayakan merevisi sistem negara Tiongkok, tidak memprovokasi status 
berkuasnya Partai Komunis Tiongkok, tidak mengepung Tiongkok, tidak mendukung 
“Taiwan Merdeka”, tidak mengupayakan perubahaan situasi kini Selat Taiwan. 

AS akan giat mengendalikan risiko pada hubungan bilateral, dan bersikap terbuka 
pada kerja sama dengan Tiongkok.


Menlu Tiongkok Temui Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri dan 
Kebijakan Keamanan
2022-07-08 
16:03:21https://indonesian.cri.cn/2022/07/08/ARTIjlpyLJsNqcfKNyvJRV2j220708.shtmlXINHUA:
 Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan 
pertemuan dengan Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan 
Keamanan Josep Borrell selama Pertemuan Menlu G20 di pulau Bali hari Kamis 
kemarin (7/7).

Borrell menyatakan, UE mempertahankan otonomi strategis dan selalu berpendapat 
bahwa kepentingan bersama antara UE dan Tiongkok jauh lebih besar daripada 
perselisihan, pihak UE bersedia memegang teguh kebijakan satu Tiongkok dan 
mengadakan lebih banyak koordinasi dan kerja sama strategis. 

UE menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap dampak negatif serius akibat 
konflik Rusia dan Ukraina dewasa ini, dan menghimbau untuk segera melakukan 
gencatan senjata untuk menghindari krisis yang lebih serius. UE berharap 
Tiongkok dapat mengembangkan peranan pentingnya demi mewujudkan kembali 
perdamaian. Selain itu, berbagai pihak hendaknya berpikir secara mendalam 
penyebab terjadinya konflik dan mencari solusi mendasarnya.

Wang Yi mengatakan, sebagai dua kekuatan penting dalam proses multi-polarisasi 
dunia, Tiongkok dan UE hendaknya mempertahankan status dasar Kemitraan 
Strategis Komprehensif, serta memelihara tren positif dialog dan komunikasi. 

Menghadapi tantangan yang serius dan rumit, Tiongkok dan UE hendaknya 
mengesampingkan perselisihan dan mengupayakan persamaan, mencapai kesepahaman 
dan menyelesaikan perselisihan, mempertahankan saling menguntungkan dan menang 
bersama, hendaknya memelihara multilateralisme sejati, mencegah tindakan yang 
melanggar regulasi ekonomi seperti pelepasan keterkaitan dan rantai pasokan, 
hendaknya menentang persaingan Zero-Sum, penghasutan konfrontasi kelompok serta 
niat untuk memicu Perang Dingin Baru. 

Tiongkok bersedia bersama UE memelihara sistem internasional dengan PBB sebagai 
intinya dan ketertiban internasional yang berdasarkan hukum internasional.

Mengenai masalah Ukraina, Wang Yi menyatakan, berbagai pihak hendaknya 
melakukan introspeksi yang seksama terhadap penyebab konflik, menyelesaikan 
kekhawatiran-kekhawatiran rasional berbagai pihak, dan menghapuskan risiko 
bahaya tersembunyi perang dari akarnya. 

Presiden Xi Jinping telah secara komprehensif dan jelas memaparkan pendirian 
Tiongkok dalam ‘Empat Keharusan’, serta memberikan solusi penting untuk 
perdamaian dan kestabilan jangka panjang. Segala upaya yang dilakukan pihak 
Tiongkok sejauh ini bertujuan untuk mendorong perdamaian dan perundingan, 
Tiongkok akan terus memegang pendirian yang objektif dan adil, serta 
mengembangkan peranan konstruktifnya. 

Tiongkok mendukung UE mempertahankan otonomi strategisnya, dan mendukung pihak 
UE untuk lebih aktif mengembangkan peranan koordinasinya dan mengajukan 
solusinya yang realistis.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4E00E578453E45F98E7FB7E800FB6AF0%40A10Live.

Reply via email to