Mahfud sebut kasus penembakan antaranggota Propam banyak kejanggalan
 Rabu, 13 Juli 2022 16:04 WIB
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud 
MD menyebutkan kasus penembakan antaranggota Propam di kediaman Kadiv Propam 
Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo banyak kejanggalan, dikutip dalam akun 
Instagramnya @mohmahfudmd yang dipantau di Jakarta, Rabu (13/7/2022). 
ANTARA/Istagram/@mohmahfudmd/pri.

Kasus itu memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak 
kejanggalan.
Jakarta (ANTARA) - 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud 
MD menyebutkan kasus penembakan antaranggota Propam di kediaman Kadiv Propam 
Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo banyak kejanggalan.
  
"Kasus itu memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak 
kejanggalan yang muncul pada penanganan maupun penjelasan Polri sendiri yang 
tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata 
Mahfud dikutip dalam akun Instagramnya @mohmahfudmd yang dipantau di Jakarta, 
Rabu.
  
Menurut dia, kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini.
  
"Dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau 
persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai dengan hasil berbagai lembaga 
survei," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
  
Menurut dia, kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh 
bidang politik dan keamanan serta penegakan hukum.
  
"Sebagai Ketua Kompolnas, saya sudah berpesan kepada Sekretaris Kompolnas Benny 
J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini guna membantu Polri membuat perkara 
menjadi terang," kata Mahfud.
  
Mahfud mendukung langkah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan 
membentuk tim investigasi kasus penembakan Brigadir J dalam baku tembak di 
rumah Kadiv Propam Polri tersebut.
  
"Kemenko Polhukam akan mengawalnya. Perkembangannya bagus juga karena selain 
membentuk tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan 
Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini," kata Mahfud yang saat ini 
berada di Madinah usai melaksanakan ibadah haji.
  
Peristiwa penembakan antaranggota Polri terjadi di rumah Kepala Divisi Profesi 
dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo di kompleks Polri 
Duren Tiga No. 46 kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) pukul 17.00 
WIB.
  
Penembakan terjadi antara Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadie J), ajudan drive 
caraka (ADV) istri Kadiv Propam Polri, dan Bharada E, ADV Kadiv Propam Polri. 
Kejadian tersebut mengakibatkan Brigjen Nopryansah tewas tertembak dengan tujuh 
lubang peluru di tubuhnya.
  
Adapun peristiwa itu dilatarbelakangi oleh pelecehan dan penodongan pistol yang 
dialami oleh istri Kadiv Propam Polri, Putri Ferdy Sambo.

Baca juga: Mahfud dukung Kapolri bentuk tim investigasi penembakan Brigadir J
Baca juga: Menkopolhukam: Peringkat Kejagung naik karena melakukan pekerjaan 
riil
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1A029DA5D6ED4262B7DEA4F0701E0377%40A10Live.

Reply via email to