Herannya Keluarga Gegara HP Brigadir J Hilang Usai Insiden Baku Tembak
Matius Alfons - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 06:56 WIB


Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta - Keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J 
mengungkap kejanggalan dari insiden polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam 
Irjen Ferdy Sambo. Salah satunya yakni handphone milik Brigadir J hilang usai 
insiden baku tembak.
"Kita tanya CCTV, dibilang CCTV nggak ada. Tak mungkinlah CCTV tak ada di rumah 
seorang jenderal kan, kata kita waktu itu. Lalu kita tanyakan mana handphone 
anak kita, disebut hilang tidak ditemukan," kata tante Brigadir Yoshua, Rohani 
Simanjuntak, seperti dilansir dari detikSumut, Selasa (13/7).

Pertanyaan tersebut disampaikan keluarga kepada polisi dari Jakarta yang 
membawa jenazah Brigadir J ke Jambi. Keluarga mengajukan sejumlah pertanyaan 
itu karena tidak percaya terhadap kronologi yang disampaikan polisi.


Baca juga:
Polisi Tembak Polisi, Keluarga Heran HP Brigadir J Disebut Hilang

Keluarga juga tak yakin Brigadir J diduga melecehkan istri Ferdy Sambo. 
Apalagi, Brigadir J sudah lama bertugas di sana.

Lebih lanjut, keluarga pun berkeyakinan di ponsel Brigadir J ada percakapan 
yang bisa jadi bukti untuk mengusut kasus ini. Keluarga menyayangkan ponsel 
Brigadir J disebut hilang.


"Harusnya di situ juga bisa dilihatkan bukti-bukti dari percakapannya," sebut 
Rohani.

Pihak keluarga pun mendesak Polri mengusut tuntas kasus ini. Pihak keluarga 
masih merasa janggal dengan kronologi yang diungkap polisi.

"Kita harap semoga ini bisa terungkaplah agar semua terang benderang kasusnya. 
Jangan sampai kami orang lemah tidak ditanggapi. Kami juga berharap Bapak 
Kapolri kami dibantulah. Itu saja. Buat Bapak Jokowi juga mohon kami dibantu 
juga agar kasus ini bisa diungkap sebaik-baiknya," terang Rohani.

Simak selengkapnya Mahfud Md juga sebut ada kejanggalan di halaman berikutnya.


Lihat Video: Sederet Misteri Kematian Brigadir J di Kasus Polisi Tembak Polisi






Mahfud Md Sebut Ada Kejanggalan

Menko Polhukam Mahfud Md turut menyoroti kasus Brigadir J. Dia menilai banyak 
kejanggalan di kasus tersebut, terlebih penjelasan polisi yang dianggapnya 
tidak jelas antara sebab dan akibat.

"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja, karena banyak 
kejanggalan yang muncul dari proses penanganan maupun penjelasan Polri sendiri 
yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," 
ujar Mahfud, Rabu (13/7).

Baca juga:
Polri Sarankan Keluarga Brigadir J Laporkan Peretasan

Mahfud menyampaikan kredibilitas Polri menjadi taruhan dalam menangani kasus 
tersebut. Mantan Ketua MK itu kemudian menyinggung hasil survei kinerja Polri 
dalam setahun terakhir yang mendapat penilaian positif.

"Kredibilitas Polri dan Pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini sebab dalam 
lebih dari setahun terakhir Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi 
positif yang tinggi dari publik sesuai hasil berbagai lembaga survei. Kinerja 
positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan 
keamanan serta penegakan hukum. Hasil survei begitu adanya," ucapnya.

Kapolri Bentuk Tim Khusus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus (timsus) untuk 
menangani pelbagai isu liar yang menyelimuti kasus polisi tembak polisi. Timsus 
itu dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

"Kemudian ada satu lagi kasus yang tentunya melibatkan anggota, karena memang 
terjadi baku tembak antara anggota dan anggota, dan kami juga mendapatkan 
banyak informasi terkait dengan berita-berita liar yang beredar yang tentunya 
kita juga ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik," kata Jenderal Sigit 
di Mabes Polri, Selasa (12/7/2022).

"Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Pak 
Wakapolri, Pak Irwasum, kemudian ada Pak Kabareskrim, Pak Kabik (Kabaintelkam) 
kemudian juga ada As SDM, karena memang beberapa unsur tersebut harus kita 
libatkan termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal," imbuh Jenderal Sigit.

Baca juga:
7 Kejanggalan Tewasnya Brigadir J yang Diungkap Keluarga

Komjen Gatot nantinya dibantu Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim 
Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri, dan As SDM Irjen Wahyu 
Widada. Selain itu, dari Provos terdapat Karo Provos Div Propam Brigjen Beni 
Ali S dan Karo Paminal Div Propam Brigjen Hendra Kurniawan.

(maa/idn)

Baca artikel detiknews, "Herannya Keluarga Gegara HP Brigadir J Hilang Usai 
Insiden Baku Tembak" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6178198/herannya-keluarga-gegara-hp-brigadir-j-hilang-usai-insiden-baku-tembak.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/21892D39CE7A472FAF0822E069642DEF%40A10Live.

Reply via email to