Apa  dasar ideologi radikalisme yang dikatakan oleh Mahfud MD?

On Thu, Jul 21, 2022 at 2:38 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

> MAU JADI SURIAH …?
> Mahfud MD Ingatkan Kembali Bahaya Radikalisme di Indonesia:
> Sudah Menyusup ke Berbagai Sektor!
> <https://bergelora.com/author/redaksi/>
> By*Tim Redaksi* <https://bergelora.com/author/redaksi/>
> 0
> <https://bergelora.com/mau-jadi-suriah-mahfud-md-ingatkan-kembali-bahaya-radikalisme-di-indonesia-sudah-menyusup-ke-berbagai-sektor/#respond>
>
> https://bergelora.com/mau-jadi-suriah-mahfud-md-ingatkan-kembali-bahaya-radikalisme-di-indonesia-sudah-menyusup-ke-berbagai-sektor/
>
> <https://bergelora.com/wp-content/uploads/2022/07/e02d3a3972a4abde2962e1f94d37bde0.jpg>Menko
> Polhukam, Mahfud MD. (Ist)
>
> JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM
> (Menkopolhukam), Mohammad Mahfud MD, kembali mengingatkan soal bahaya
> radikalisme di Indonesia. Hal ini disampaikan saat acara peringatan Hari
> Ulang Tahun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke-12 pada
> Selasa (19/7/2022).
>
> Wacana ideologi untuk mengubah Pancasila dari kelompok radikal sudah
> dijalankan.
>
> Kelompok radikal menyusup ke berbagai sektor mulai pendidikan baik
> pendidikan umum maupun pendidikan agama di pesantren-pesantren.
>
> “Sementara terorisme sudah ada dengan adanya bom. Terorisme adalah
> kekerasan yang membuat ketakutan secara masif,” ujar Mahfud MD.
>
> Karena melanggar kesepakatan berdirinya NKRI dan membahayakan kehidupan,
> semua pihak harus bersinergi melawan terorisme.
>
> Dia menegaskan berdirinya NKRI adalah hasil dari kesepakatan luhur pendiri
> negara.
>
> Kesepakatannya adalah berbeda-beda tetapi satu yaitu Pancasila sebagai
> dasar negara.
>
> “Jadi kesepakatan luhur untuk menerima perbedaan yang menjadi akar
> berdirinya negara. Kesepakatan luhur ini tak bisa dianulir,” kata dia.
>
> Mahfud MD menyatakan akar beridirinya negara itu sama dengan akta
> kelahiran.
>
> “Akta kelahiran itu tak bisa diubah,” tegasnya.
>
> Ini bukan pertama kali Mahfud MD, selaku menteri di Kabinet Indonesia
> Maju, mengingatkan soal bahaya radikalisme di Indonesia.
>
> Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Mahfud MD mengungkapkan soal
> bahaya radikalisme itu saat mengunjungi Provinsi Bengkulu pada pertengahan
> Maret 2022 lalu.
>
> “Radikalisme itu membongkar sesuatu dari akar-akarnya. Maka sudah jelas
> radikalisme bertujuan mengganti Pancasila,” kata dia, yang menyampaikan
> presidential lecture secara virtual.
>
> Menurut dia, radikalisme adalah sesuatu yang berbahaya.
>
> Radikalisme akan memunculkan 3 hal yaitu sikap intoleran, menggulirkan
> wacana tandingan untuk mengubah dasar negara, dan terorisme.
>
> “Ketiga hal ini sudah ada di Indonesia dan itu sangat berbahaya,” cetus
> mantan Ketua MK ini.
>
> Sikap intoleran berwujud pada sikap yang tidak mau menerima perbedaan.
>
> “Padahal jelas negara kita berdiri pada kesepatan bersatu dalam
> perbedaan,” kata Mahfud MD.
>
> Sebelumnya, pada Munas Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah
> An-Nahdliyah (JATMAN) 2022 di Provinsi Bengkulu, Minggu (13/3/2022), Mahfud
> MD menyebutkan ada tiga jenis radikalisme.
>
> “Radikalisme itu satu gerakan yang ingin membongkar
> kesepakatan-kesepakatan bernegara dengan cara melanggar
> kesepakatan-kesepakatan dan tidak melalui kesepakatan. Itu radikalisme
> mulai dari paham dan gerakan,” ujar Mahfud.
>
> Tiga Jenis Radikalisme
>
> Mahfud menjelaskan, ada tiga jenis radikalisme. Pertama ialah takfiri yang
> artinya intoleran.
>
> Intinya ada kelompok beda pendapat dengan kelompoknya maka akan dilawan.
>
> Budaya haram, aliran lain sesat, serta menganggap orang yang tidak Islam
> musuh.
>
> “Suka mengkafirkan orang menyalahkan orang. Ini takfiri,” jelasnya.
>
> Menurut Mahfud, gerakan ini masuk ke sekolah-sekolah, pondok pesantren.
>
> Mereka memberi wacana bahwa negara salah dan harus dibongkar, diganti
> ditambahi dengan dalil salah.
>
> Lalu tingkatan radikalisme selanjutnya, kata Mahfud, yakni teror.
>
> Mereka melakukan tindakan teror seperti bom, hingga menyalahartikan kata
> jihad. Menurutnya, tiga jenis radikalisme ini merupakan tantangan dalam
> merawat NKRI. (Web Warouw)
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D721BE1CE9A542508424A56596DD48E8%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D721BE1CE9A542508424A56596DD48E8%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DX4K1rh6h_rnbfG%3D2GLHtZYV4wSCYAxb7kUraJ6QNY2g%40mail.gmail.com.

Reply via email to