MAU JADI SURIAH …? 
Mahfud MD Ingatkan Kembali Bahaya Radikalisme di Indonesia: 
Sudah Menyusup ke Berbagai Sektor! 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/mau-jadi-suriah-mahfud-md-ingatkan-kembali-bahaya-radikalisme-di-indonesia-sudah-menyusup-ke-berbagai-sektor/

Menko Polhukam, Mahfud MD. (Ist)
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam), 
Mohammad Mahfud MD, kembali mengingatkan soal bahaya radikalisme di Indonesia. 
Hal ini disampaikan saat acara peringatan Hari Ulang Tahun Badan Nasional 
Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke-12 pada Selasa (19/7/2022).

Wacana ideologi untuk mengubah Pancasila dari kelompok radikal sudah dijalankan.

Kelompok radikal menyusup ke berbagai sektor mulai pendidikan baik pendidikan 
umum maupun pendidikan agama di pesantren-pesantren.

“Sementara terorisme sudah ada dengan adanya bom. Terorisme adalah kekerasan 
yang membuat ketakutan secara masif,” ujar Mahfud MD.

Karena melanggar kesepakatan berdirinya NKRI dan membahayakan kehidupan, semua 
pihak harus bersinergi melawan terorisme.

Dia menegaskan berdirinya NKRI adalah hasil dari kesepakatan luhur pendiri 
negara.

Kesepakatannya adalah berbeda-beda tetapi satu yaitu Pancasila sebagai dasar 
negara.

“Jadi kesepakatan luhur untuk menerima perbedaan yang menjadi akar berdirinya 
negara. Kesepakatan luhur ini tak bisa dianulir,” kata dia.

Mahfud MD menyatakan akar beridirinya negara itu sama dengan akta kelahiran.

“Akta kelahiran itu tak bisa diubah,” tegasnya.

Ini bukan pertama kali Mahfud MD, selaku menteri di Kabinet Indonesia Maju, 
mengingatkan soal bahaya radikalisme di Indonesia.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Mahfud MD mengungkapkan soal bahaya 
radikalisme itu saat mengunjungi Provinsi Bengkulu pada pertengahan Maret 2022 
lalu.

“Radikalisme itu membongkar sesuatu dari akar-akarnya. Maka sudah jelas 
radikalisme bertujuan mengganti Pancasila,” kata dia, yang menyampaikan 
presidential lecture secara virtual.

Menurut dia, radikalisme adalah sesuatu yang berbahaya.

Radikalisme akan memunculkan 3 hal yaitu sikap intoleran, menggulirkan wacana 
tandingan untuk mengubah dasar negara, dan terorisme.

“Ketiga hal ini sudah ada di Indonesia dan itu sangat berbahaya,” cetus mantan 
Ketua MK ini.

Sikap intoleran berwujud pada sikap yang tidak mau menerima perbedaan.

“Padahal jelas negara kita berdiri pada kesepatan bersatu dalam perbedaan,” 
kata Mahfud MD.

Sebelumnya, pada Munas Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah 
(JATMAN) 2022 di Provinsi Bengkulu, Minggu (13/3/2022), Mahfud MD menyebutkan 
ada tiga jenis radikalisme.

“Radikalisme itu satu gerakan yang ingin membongkar kesepakatan-kesepakatan 
bernegara dengan cara melanggar kesepakatan-kesepakatan dan tidak melalui 
kesepakatan. Itu radikalisme mulai dari paham dan gerakan,” ujar Mahfud.

Tiga Jenis Radikalisme

Mahfud menjelaskan, ada tiga jenis radikalisme. Pertama ialah takfiri yang 
artinya intoleran.

Intinya ada kelompok beda pendapat dengan kelompoknya maka akan dilawan.

Budaya haram, aliran lain sesat, serta menganggap orang yang tidak Islam musuh.

“Suka mengkafirkan orang menyalahkan orang. Ini takfiri,” jelasnya.

Menurut Mahfud, gerakan ini masuk ke sekolah-sekolah, pondok pesantren.

Mereka memberi wacana bahwa negara salah dan harus dibongkar, diganti ditambahi 
dengan dalil salah.

Lalu tingkatan radikalisme selanjutnya, kata Mahfud, yakni teror.

Mereka melakukan tindakan teror seperti bom, hingga menyalahartikan kata jihad. 
Menurutnya, tiga jenis radikalisme ini merupakan tantangan dalam merawat NKRI. 
(Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D721BE1CE9A542508424A56596DD48E8%40A10Live.

Reply via email to