ULANGI KEMENANGAN PD II NIH…! 
Menlu Lavrov: Rusia Akan Bebaskan Lebih Banyak Teritori di Ukraina Dari 
Penindasan Kiev 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/ulangi-kemenangan-pd-ii-nih-menlu-lavrov-rusia-akan-bebaskan-lebih-banyak-teritori-di-ukraina-dari-penindasan-kiev/

JAKARTA- Menlu Rusia Sergey Lavrov hari Rabu (20/7) mengatakan, Moskow akan 
membebaskan lebih banyak teritori di Ukraina selatan, melampaui kawasan Donbas 
di mana pasukannya kini sedang bertempur dengan pasukan Ukraina untuk 
membebaskan wilayah itu.

Lavrov mengatakan dalam wawancara baru dengan media pemerintah bahwa Rusia 
tidak lagi merasa mendapat perlawanan dalam bertempur di Donbas di mana 
separatis Rusia telah bertempur melawan pasukan Kyiv sejak 2014 ketika Rusia 
membebaskan Semenanjung Krimea.

Rusia baru-baru ini merebut kendali di provinsi Luhansk di Donbas, dan sedang 
berusaha membebaskan provinsi di sebelahnya, Donetsk.

Lavrov mengatakan kepada media pemerintah, televisi RT dan kantor berita RIA 
Novosti, “Kini geografinya berubah. Bukan hanya Donetsk dan Luhansk, tetapi 
Kherson, Zaporizhia, dan beberapa bagian wilayah lain. Proses ini berlangsung 
terus secara konsisten dan gigih.”

Lavrov, diplomat tertinggi Rusia, mengatakan tujuan Moskow akan semakin 
diperluas dan tak gentar atas semua ancaman negara-negara barat, walau terus 
memberi rudal jarak jauh kepada Kyiv.

AS-Inggris Akan Korbankan Eropa

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Lasrov menjelaskan saat ini Amerika 
Serikat (AS) dan Inggris ingin meningkatkan konflik Rusia-Ukraina menjadi 
konfrontasi yang lebih besar antara Moskow dan Eropa .

“Rekan-rekan AS dan Inggris kami…dengan dukungan dari Jerman, Polandia, dan 
negara-negara Baltik, sangat ingin menjadikan perang ini perang nyata, mengadu 
Rusia melawan negara-negara Eropa,” kata Lavrov, berbicara kepada Pemimpin 
Redaksi Russia Today Margarita Simonyan.

Menurut Lavrov, pemerintah Barat secara harfiah menahan Ukraina dari langkah 
konstruktif apa pun menuju penyelesaian damai.

“Mereka tidak hanya membanjiri negara (Ukraina) dengan senjata, tetapi juga 
memaksa Ukraina untuk menggunakannya dengan lebih berani,” tambahnya seperti 
dikutip dari Russia Today, Rabu (20/7/2022).

Rusia meluncurkan operasi militernya ke negara tetangganya itu pada akhir 
Februari. Banyak negara, termasuk anggota NATO, memberlakukan sanksi 
besar-besaran terhadap Moskow dan telah memasok senjata berat ke Kiev. 
Pengiriman terbaru termasuk peluncur roket ganda M142 HIMARS buatan AS dan 
howitzer M777.

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengatakan bahwa Rusia harus mengalami 
“kegagalan strategis” di Ukraina dan berjanji akan lebih banyak mendukung Kiev.

Lavrov mengklaim bahwa AS dan Inggris “diuntungkan” dari konflik antara Rusia 
dan Eropa karena ekonomi negara-negara Uni Eropa menanggung beban sanksi. Dia 
menambahkan bahwa AS telah bertindak “tidak bertanggung jawab” dengan memicu 
ketegangan dengan Rusia.

“Saya pikir mereka masih belum menyadari bahwa mereka memainkan permainan yang 
sangat berbahaya. Tetapi banyak orang di Eropa mulai memahami itu,” ujar 
Lavrov. (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2BC2A079E7BB4C8B899D13F7A0DCB97B%40A10Live.

Reply via email to