*Hahahahahahahaha sengaja ataukah tidak disengajakan?*
https://www.beritasatu.com/news/956431/pgi-tarik-buku-ppkn-smp-yang-memuat-kesalahan-fatal-mengenai-ajaran-kristen?utm_source=headline&utm_medium=article&utm_campaign=Headline-Section PGI: Tarik Buku PPKn SMP yang Memuat Kesalahan Fatal Mengenai Ajaran Kristen Selasa, 26 Juli 2022 | 23:14 WIB Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS <https://www.beritasatu.com/dwi-argo-santosa> [image: Ilustrasi Buku PPKN] Ilustrasi Buku PPKN (Foto: Istimewa) CLOSE * Jakarta, Beritasatu.com* - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI <https://www.beritasatu.com/tag/pgi>) meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek <https://www.beritasatu.com/tag/kemendikbudristek>) menarik dari peredaran Buku PPKn atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII, tulisan Zaim Uchrowi dan Ruslinawati. Pasalnya, buku tersebut memuat kekeliruan sangat fatal mengenai ajaran Kristen. Hal itu diungkapkan Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow melalui keterangan tertulis yang diunggah di laman PGI, Selasa (26/7/2022). Terkait dengan beredarnya Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan <https://www.beritasatu.com/tag/buku-pendidikan-pancasila-dan-kewarganegaraan> untuk SMP Kelas VII karya Zaim Uchrowi dan Ruslinawati, sejak Tahun 2021, PGI menyatakan penyesalannya. Pada halaman 79 buku terbitan Kemendikbudristek pada 2021 ini terdapat kekeliruan yang sangat fatal mengenai ajaran Kristen. Kesalahan tersebut sangat mendasar dalam konsep ketuhanan dan Trinitas seturut agama Kristen Protestan. PGI telah mengirimkan surat keberatan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Selasa (26/7/22). Surat ditandatangani oleh Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom <https://www.beritasatu.com/tag/gomar-gultom>, dan Sekretaris Umum PGI, Pdt Jacklevyn F Manuputty. PGI menegaskan beberapa hal, sebagai berikut: 1. Memohon buku tersebut ditarik dari peredaran dengan penjelasan seperlunya kepada sekolah-sekolah yang sudah sempat menggunakannya. 2. Masih menyarankan kepada Mendikbudristek agar muatan kurikulum terkait Pancasila dan Kewarganegaraan, sebaiknya dibebaskan dari tafsir agama. Untuk itu, sebaiknya buku-buku pegangan maupun pelajarannya tidak memasuki aspek dogma/ajaran mengingat beragamnya denominasi di kalangan umat beragama. Kalaupun harus menjelaskan tentang agama, cukuplah menyebutkan sejarah ringkas dan aspek nilai-nilai etikanya saja. 3. Mengusulkan agar melibatkan kelembagaan dengan otoritas resmi seperti PGI untuk turut menelisik draf yang sementara dikerjakan terkait pokok agama Kristen, sebelum mencapai tahap finalisasi untuk diterbitkan. Halaman muka Buku PPKn beserta halaman yang menyantumkan kesalahan fatal tersebut beredar luas di media sosial. Pada halaman 79 Bab IV Kebinekaan Indonesia tertulis, *Agama Kristen Protestan mulai berkembang setelah kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Belanda dan Inggris, sekitar abad ke-17. Tuhannya adalah Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus sebagai tiga yang tunggal atau Trinitas. Injil menjadi kitab sucinya. Umat Kristen Protestan wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja masing-masing*. [image: width=] <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> Virusfri.www.avast.com <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> <#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BUzGMfZG-S7jNQftF__sBTezuL6p%3DkeGQEonLWLjzimg%40mail.gmail.com.
