https://www.antaranews.com/berita/3037085/pro-kontra-kapal-selam-nuklir-indonesia-usulkan-jalan-tengah-di-pbb?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home




Pro-kontra kapal selam nuklir, Indonesia usulkan jalan tengah di PBB

Rabu, 3 Agustus 2022 20:46 WIB

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI Tri Tharyat berbicara dalam 
pertemuan ke-10 NPT RevCon di Markas Besar PBB, New York, Selasa (2/8/2022). 
(ANTARA/HO-Kemlu RI)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengusulkan Indonesian Paper berjudul “Nuclear 
Naval Propulsion” sebagai jalan tengah atas pro dan kontra program pengembangan 
kapal selam bertenaga nuklir, dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 
tentang pemusnahan senjata nuklir.

“Paper tersebut juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran tentang potensi 
risiko program tersebut serta perlunya pengaturan mekanisme pelaporan dan 
pengawasannya,” demikian keterangan tertulis dari Perutusan Tetap RI New York, 
Rabu.

Dalam pertemuan ke-10 Review Conference of the Parties to the Treaty on the 
Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT RevCon) di Markas Besar PBB, New 
York, Selasa (2/8) itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian 
Luar Negeri RI Tri Tharyat juga menyerukan pemusnahan senjata nuklir secepatnya 
karena menjadi ancaman serius bagi perdamaian dunia dan keselamatan umat 
manusia.

“Selama 52 tahun, NPT telah menjadi jangkar dalam upaya perlucutan senjata 
nuklir dan nonproliferasi. Dunia menanti negara-negara pemilik senjata nuklir 
untuk menjalankan langkah-langkah efektif guna mencapai perlucutan senjata,” 
kata Tri Tharyat.

Namun sayangnya, ujar dia, upaya menuju ke sana belum terlihat. Bahkan yang 
terjadi justru sebaliknya, status siaga nuklir dinaikkan dan transparansi oleh 
negara-negara pemilik senjata nuklir berkurang.

Terkait hal ini, Indonesia mendorong tiga hal pokok, kata Tri Haryat.

Pertama, kewajiban yang ada di NPT harus segera diimplementasikan dengan 
tindakan nyata.

“Penghapusan doktrin senjata nuklir dan pemusnahan hulu ledak nuklir harus 
dilakukan secepatnya. Kita harus memperkuat komitmen terhadap NPT dan mencapai 
kemajuan dalam tiga pilarnya,” kata dia.

Tiga pilar NPT adalah nonproliferasi, perlucutan senjata, dan penggunaan nuklir 
untuk tujuan damai.

Kedua, arsitektur perlucutan senjata harus diperkuat.

Implementasi Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW), percepatan pemberlakuan 
Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), dan penguatan Kawasan 
Bebas Senjata Nuklir perlu menjadi prioritas.

Ketiga, penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai perlu terus didorong.

Dalam hal ini, dukungan kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) perlu 
ditingkatkan melalui bantuan teknis kepada negara anggota.

​​​​​NPT RevCon adalah pertemuan tingkat tinggi untuk mengkaji ulang 
pelaksanaan NPT yang dilakukan secara berkala setiap lima tahun sekali sejak 
1975.

Baca juga: Indonesia akan usul pengaturan kapal selam tenaga nuklir di forum PBB
Baca juga: Perjanjian anti nuklir disepakati, China dorong Indonesia bersuara

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    Tag:
    kapal selam bertenaga nuklir
    pemusnahan senjata nuklir
    PBB
    NPT







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220803202306.d9ecffd0157736f0dc888ea6%40upcmail.nl.

Reply via email to