Menlu Tiongkok Uraikan Pendirian Tiongkok Masalah Taiwan
2022-08-06 
10:13:52https://indonesian.cri.cn/2022/08/06/ARTIIIpWIjPOQ1v8AFYcfJln220806.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.4


Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menggelar konferensi pers seusai 
menghadiri rangkaian pertemuan Menlu kerja sama Asia Timur di Pnom Penh, 
Kamboja pada Jumat sore kemarin (5/8).

Wang Yi menjelaskan, jumpa pers itu dilakukan untuk meluruskan kabar yang 
keliru dan untuk menghindari kesimpangsiuran mengingat pejabat terkait AS baru 
saja menyebarluaskan tidak sedikit hoaks dan kabar yang tidak sesuai kenyataan.

Wang Yi menyatakan, Ketua DPR AS Nancy Pelosi dengan terang-terangan 
berkeliaran ke daerah Taiwan Tiongkok tanpa mengindahkan tentangan tegas dan 
teguran berulang kali pihak Tiongkok. Lawatannya itu sebenarnya dibiarkan dan 
diaturkan oleh pemerintah AS. Tindakan yang jahat itu telah secara serius 
melanggar kedaulatan Tiongkok, secara serius mengintervensi urusan intern 
Tiongkok, secara serius mengingkari komitmen AS, secara serius mengancam 
perdamaian dan kestabilan kawasan Selatan Taiwan. 

Wajarlah Tiongkok mengambil tindakan balas yang tegas. Kami memiliki pendirian 
yang layak, rasional, dan sah, tindakan kami teguh, kuat dan sesuai, latihan 
perang kami terbuka, transparan, profesional, dan sesuai dengan undang-undang 
dalam negeri, sesuai dengan hukum internasional dan sesuai dengan kelaziman 
internasional. Tindakan-balasan itu dilakukan untuk memberi peringatan kepada 
oknum pembuat onar, sekaligus memberi hukuman terhadap kekuatan separatis 
‘Taiwan Merdeka’. Kami  akan dengan teguh memelihara kedaulatan dan keutuhan 
wilayah Tiongkok, dengan tegas menggagalkan plot AS ‘Menggunakan Taiwan 
membendung Tiongkok’, dengan tegas menghancurkan ilusi penguasa Taiwan yang 
‘Mengandalkan AS berusaha merdeka’. 

Sementara itu, kami berbuat demikian adalah untuk mempertahankan hukum 
internasional dan patokan pokok hubungan internasional, khususnya pasal tentang 
tidak mencampuri urusan dalam negeri yang tercantum dalam Piagam PBB, yang 
merupakan ketentuan internasional paling penting. Apabila prinsip tidak 
mengintervensi urusan dalam negeri diabaikan bahkan dicampakkan, maka dunia ini 
akan kembali ke peraturan ‘hukum rimba’, di mana AS, dengan bertolak dari 
posisi kekuatan, akan lebih berani menindas negara lain, terutama negara-negara 
kecil dan menengah yang luas. Kami tidak akan pernah mengizinkan hal itu 
terjadi. Setiap negara hendaknya bersatu padu dan tidak mengizinkan hal itu 
terjadi, menghindari kemunduran proses peradaban manusia.

Wang Yi menambahkan, justru karena itulah, sudah seratus lebih negara yang maju 
ke depan untuk menegaskan kembali kebijakan satu Tiongkok, mengerti dan 
mendukung pendirian sah Tiongkok. Sekjen PBB Antonio Guterres menandaskan, PBB 
akan terus berpegang teguh pada resolusi nomor 2758 Sidang Majelis Umum PBB, 
dengan inti sari berfokus pada prinsip satu Tiongkok, yakni di dunia ini hanya 
ada satu Tiongkok, dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya 
pemerintah sah yang mewakili seluruh Tiongkok, dan Taiwan hanyalah bagian dari 
Tiongkok. Itulah suara keadilan bersama yang digaungkan oleh masyarakat 
internasional.

Wang Yi menegaskan, ‘Menggunakan Taiwan membendung Tiongkok’ hanya angan-angan 
AS sajalah. Jika AS nekat berbuat demikian, maka dia pasti akan menemui jalan 
buntu, sedang tali tambang yang dikalungkan di lehernya itu akan semakin 
mencekik lehernya sendiri, ...!


Utusan Diplomatik Negara-negara Islam Berkunjung Ke Xinjiang
2022-08-06 
10:33:32https://indonesian.cri.cn/2022/08/06/ARTIDuPylFcrRcRpi9l89hbO220806.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.3

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Jumat kemarin 
(5/8) di depan jumpa pers memperkenalkan bahwa tanggal 1 hingga 4 Agustus 
kemarin, 32 utusan diplomatik termasuk para diplomat senior dari 30 negara 
Islam berkunjung ke Daerah Otonom Uighur Xinjiang.

Hua Chunying menyatakan, para anggota delegasi turut menyatakan, pemerintah 
Tiongkok selalu berorientasi pada rakyat, dan mendorong pemerintahan dan 
pembangunan Xinjiang mencapai prestasi luar biasa, rakyat berbagai etnis hidup 
harmonis dan bahagia, kebebasan kaum Muslim menganut agama Islam dan berbagai 
haknya terjamin, pengalaman dan kesaksian mata delegasi selama kunjungannya di 
Xinjiang sama sekali tidak sama seperti liputan sejumlah media Barat. 

Negara-negara Islam selalu memegang pendirian adil pada masalah Xinjiang. 
Melalui kunjungan ke Xinjiang kali ini, negara-negara Islam sekali lagi 
mengeluarkan suara obyektif dan adil, dan sekali kali sepenuhnya membuktikan 
kebohongan yang dibuat beberapa negara tidak bisa menutupi fakta dan kenyataan, 
manipulasi masalah Xinjiang yang bertujuan untuk memfitnah Tiongkok tidak akan 
terwujud. Kami dengan tulus menyambut sahabat-sahabat berbagai negara datang 
berkunjung ke Xinjiang, dan menikmati keindahan, keharmonisan dan pembangunan 
di Xinjiang.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB59AFF3E1B04C4CBA79BA87D4E943C1%40A10Live.

Reply via email to